Monthly Archives: March 2012

Sebuah Lirik Lagu: Doa Kami

Standard

Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh True Worshipper, dan juga merupakan sebuah doa..

Doa Kami

Syukur untuk setiap rencana-Mu
Dan rancangan-Mu yang mulia
Dalam satu tubuh kami bersatu
Menjadi duta kerajaan-Mu

Kuucapkan berkat atas Indonesia
Biar kemuliaan Tuhan akan nyata

Bagi bangsa ini kami berdiri
Dan membawa doa kami kepada-Mu
Sesuatu yang besar pasti terjadi
Dan mengubahkan negeri kami
Hanya nama-Mu Tuhan ditinggikan
Atas seluruh bumi

Kami rindu melihat Indonesia
Pulih dari semua problema
Hidup dalam jalan kebenaran-Mu
Pancarkan terang kemuliaan-Mu

Kami tahu hati-Mu
Ada di bangsa ini..

Advertisements

Three Things to do Every Day

Standard

“Those who know your name will trust in you, for you, LORD, have never forsaken those who seek you” (Psalm 9:10, NIV)

Most times, it’s not the big events in life or the big breaks that get us where we need to be, it’s the little things, the daily disciplines that move us forward in the good things God has for us.

I believe there are three things you can do every day that can change the course of your life. Number one, expect God’s goodness. Get up every day looking for God’s favor. Number two, recognize God’s goodness. There are no coincidences, no lucky breaks. It’s all the goodness of God. And number three, always thank God for His goodness. Anytime something good happens, big or little, give God the glory. “Lord, thank You for that parking spot. Lord, thank You for that idea. Lord, thank You for sending me dew in my desert.”

If you do this, I believe and declare that you’re going to come into more of God’s goodness; that His blessings are going to come after you. God is going to open up supernatural doors. He’s going to turn negative situations around. Get ready because something good is coming your way! You’re going to fulfill your God-given destiny because He never forsakes those who seek after Him!

A PRAYER FOR TODAY
Father, I do set my heart and mind on You today. I expect Your goodness because I know You are faithful. Every good and perfect thing comes from You. Thank You for Your hand of blessing on every area of my life in Jesus’ name! Amen.

— Joel & Victoria Osteen

Penyertaan Tuhan

Standard

“Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6).

Hari ini dikabarkan akan ada demo besar-besaran untuk menentang kenaikan harga BBM, dan lalu dihimbau agar kita menghindari daerah-daerah tertentu, bahkan ada yang mengirim berita bahwa akan ada kerusuhan jilid dua, demikianlah isu yang beredar melalui sms atau bbm.

Seringkali kita lebih suka mengirim atau menyebar sms atau bbm tentang isu-isu yang menggemparkan, menakutkan, daripada mengirim ayat-ayat Firman Tuhan yang memberi kekuatan, keberanian, dan penghiburan dalam menghadapi situasi sesulit apapun.

Kuatir, stres, takut, panik itulah reaksi yang timbul apabila kita membaca isu-isu yang menakutkan yang disebarkan, kita menjadi paranoid dan kehilangan damai dan sukacita di hati. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh waspada dalam menyikapi situasi yang ada di sekitar kita.

Pengkhotbah mengatakan bahwa, “Segenggam ketenangan lebih baik daripada dua genggam jerih payah..” kita dianjurkan untuk tetap bersikap tenang, karena dengan tenang baru kita bisa berpikir jernih dan berdoa kepada Tuhan.

Alkitab berkata:

“TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Nahum 1:7).

“Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Matius 10:31).

Kita juga diingatkan untuk.. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Bukan kepada “orang kuat” atau yang berkuasa, bukan juga pada harta benda yang kita miliki..

Memang kuatir, takut, dan cemas adalah reaksi yang manusiawi bila kita diperhadapkan pada situasi atau ketika kita mendengar berita-berita tertentu. Namun kita juga harus belajar untuk mempunyai reaksi yang benar dalam menyikapinya. Datanglah pada Tuhan, serahkan segala perkara kepada-Nya. Tuhan menyertai, meneguhkan bahkan menolong kita, Dia akan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kita pada kemenangan demi kemenangan. Tuhan memberkati setiap kita.

–Disadur dari BBM pak Gembala

Sebuah Janji

Standard

Sebuah Janji
[The Vow: The Kim and Krickitt Carpenter Story]

Pak Carpenter, saya sangat menyesal. Kami sudah melakukan segala sesuatu yang dapat kami lakukan, tetapi kesehatannya belum membaik. Istri Anda tidak mungkin dapat ditolong dengan bantuan medis. Karenanya, ijinkanlah siapa saja boleh masuk untuk melihatnya. Ia tidak akan bertahan hidup melewati sore ini. “Kami mohon maaf sedalam-dalamnya,” kata dokter yang merawat istri saya. Kemudian dokter itu memberikan saya suatu amplop manila kecil, di dalamnya ada sebuah cincin kawin yang saya berikan kepada istri saya, dua bulan yang lalu.

Tanggal 24 November 1993 lalu, kami hidup sebagai pengantin baru. Pada waktu kami sedang mengadakan perjalanan dengan mobil dari Las Vegas ke Phoenix untuk mengunjungi ipar-ipar saya. Di tengah perjalanan kami mengalami kecelakaan lalu lintas. Ketika itu saya membanting stir untuk menghindari tabrakan dengan sebuah truk yang berjalan lambat. Tetapi kecelakaan tak terhindar, sebuah truk lainnya menabrak mobil kami dari belakang. Akibatnya, mobil terbalik beberapa kali sehingga tergelincir ke seberang jalan trotoar. Saya mengalami luka-luka parah yang mengakibatkan nyawa saya terancam. Dalam kesakitan saya memanggil istri saya, “Bagaimana keadaan Krickitt?”

Dibutuhkan waktu satu jam untuk mengeluarkan dia dari mobil, sebelum helikopter mengangkutnya ke Rumah Sakit. Peristiwa kecelakaan tersebut berlangsung di Interstate. Tiba di Rumah Sakit, “grafik jantungnya rata terus,” tetapi dia telah luput dari kematian, ia tidak mengetahui hal itu, karena ia dalam keadaan koma.

Bertentangan dengan perintah dokter, saya keluar sendiri dari Rumah Sakit. Dengan sikap pasrah terhadap penyakit yang menyebabkan seolah-olah hampir mati, saya berkata: “Jika istri saya akan mati, saya mau berada di sana.” Hati saya hancur luluh melihat dia dalam keadaan demikian. Saya membayangkan diri saya sambil bertanya dalam hati, “Apakah saya akan menjadi seorang duda?”

Kami berdua memerlukan suatu mujizat fisik seutuhnya. Tadinya kami memiliki semuanya dan berjalan dengan baik. Tetapi dalam sekejap, semuanya hilang. Meskipun demikian, kami masih mempunyai nafas dan keberanian dalam diri kami untuk bertahan hidup. Saya menjadi seorang Kristen sejak usia 14 tahun, tetapi saya masih mencari-cari sesuatu. Krickitt memiliki kerohanian yang mantap dalam pernikahan kami yang singkat. Tetapi tidak untuk waktu yang lama.

Kemudian, setelah dua minggu ia mengalami mujizat kesembuhan. Istri saya sadar dari komanya, ia dapat mengenal orangtuanya dan beberapa orang lainnya, kecuali saya! Krickitt benar-benar tidak tahu dan tidak mengenal siapa saya! Luka parah di bagian kepalanya menyebabkan dia kehilangan ingatan. Untuk bisa berjalan pun ia harus belajar kembali, bahkan ia harus memakai popok untuk beberapa waktu lamanya, serta Krickitt harus disuapin makanan. Uji pemeriksaan yang mengungkapkan bahwa ingatan jangka panjang masih utuh. Tetapi, dia tidak mempunyai ingatan tentang peristiwa yang terjadi 18 bulan yang lalu, termasuk masa perkenalan, berpacaran dan pernikahan pertama kami.

Sewaktu menjalani perawatan kesehatan, Krickitt ditanyakan tentang saya. Ia menjawab, “Saya belum menikah.” Hati saya hancur! Ia mulai menghina saya ketika saya mendesak sampai batas-batas maksimum dalam pengobatan mental fisiknya. Secara jujur saya tidak mengira bahwa pernikahan kami akan berakhir dengan istri membenci saya. Kerusakan syaraf membuat Krickitt melakukan hal-hal yang tidak masuk akan dan kadang-kadang tidak tepat. Ia akan tertawa, ketika ia seharusnya menangis. Ia harus tumbuh dewasa lagi. Kami harus membuat jadwal “waktu-waktu” yang teratur, sampai ia dapat mengenal saya, sebagai suaminya.

Kami hidup bersama, tetapi tidak selayaknya suami-istri. Saya harus mengakui bahwa Krickitt yang dulu sudah benar-benar pergi. Kadang-kadang saya mengalami ujian berat. Tapi kesabaran dan iman yang lemah terhadap Tuhan harus dilatih. Saya tahu bahwa sangat penting bagi saya untuk memberi teladan, karena ia harus belajar kembali tentang menjadi seorang Kristen. Saya sering membacakan Alkitab bagi dia, ketika ia masih koma. Saya memainkan musik rohani, ketika ia masih menjalani perawatan kesehatan. Hidup saya benar-benar diubah melalui peristiwa kecelakaan ini. Saya jauh lebih kuat dalam iman, daripada sebelumnya. Kini segala sesuatu yang saya lakukan, memimpin dengan memberi sebuah contoh!

Saya mengalami cacat fisik dan istri saya mengalami cacat mental. Dalam keputus-asaan dan penderitaan, saya bangkit setelah tiga bulan mengalami kecelakaan itu dan mengatakan kepada ayah mertua saya, “Hari ini adalah hari kematian saya.” Secara fisik saya tidak berdaya sama sekali. Tetapi peristiwa itu merupakan hari “di mana saya berubah 180 derajat” dalam pergumulan dan kepahitan saya. Saya menyerah total kepada Tuhan pada hari itu. Tuhanlah yang harus melakukannya! Dan Tuhan melakukannya!

Saya menyadari bahwa sudah waktunya saya mengenali Krickitt yang baru. Saat itu sudah waktunya saya berpacaran dengan Krickitt yang baru dan memperbaharui kenangan-kenangan manis dari hubungan kami, dengan kenangan-kenangan manis yang baru, yang selama ini hilang dalam kecelakaan itu. Sesuatu yang menutup pintu atas kepahitan saya adalah pernikahan kami yang kedua pada tahun 1996 dengan istri saya. Saya menarik cincin keluar dari jarinya, berlutut dengan satu kaki di hadapan pimpinannya di ruang pusat pelatihan olahraga dan bertanya kepadanya, “Maukah kamu menikah dengan saya?” Ia menjawab, “Baiklah.” Saya mengatakan kepadanya, “Ini cincinmu saya kembalikan!”

Cinta kami tumbuh menjadi lebih kuat. Pada hari pernikahan kedua kami, saya memandang dia dan berpikir pada diri saya sendiri, “Lihat bagaimana banyak hal telah berubah!” Hal itu membawa banyak penyelesaian dari beberapa situasi. Krickitt menjelaskan, “Tuhan adalah kekuatan kami. Kami mempunyai cinta yang dalam satu sama lain, yang mungkin tidak dialami oleh kebanyakan pasangan lain. Saya tidak mempunyai suatu kenangan tentang “saat-saat indah” jatuh cinta dengan suami saya, yang surat kabar sangat menyukainya untuk menyoroti sebanyak mungkin dengan mengatakan, “Oh, mereka jatuh cinta lagi.” Walaupun peristiwa itu tidak terjadi begitu saja, namun saya ingin katakan bahwa hal itu terjadi demikian. Saya memilih untuk mencintai seorang pria yang saya nikahi.”

Dengan cepat surat kabar mengangkat “Kisah cinta yang ajaib” kami. Kisah kami yang diketahui secara internasional telah membuka banyak kesempatan, tidak saja untuk menyaksikan apa yang Kristus dapat lakukan, tetapi kami menjadi “pimpinan dari para pembimbing bagi orang-orang terluka,” dalam keadaan serupa. Saya bukan seorang pahlawan. Saya James, kini tinggal di Farmington, New Mexico, harus jatuh cinta pada istri saya dua kali, yang seharusnya cukup sekali saja. Saya masih belajar bersabar dengan seorang istri yang merupakan seorang yang berbeda dengan orang yang saya nikahi pada tahun 1993. Tetapi hal itu tidak jadi masalah. Ia tetap istri saya dan ingin selalu berada di sampingnya selama-lamanya.

Naskah “Sebuah Janji” yang pernah ditayangkan di berbagai program TV Amerika Serikat dan yang berjudul asli “The Vow” ini, disadur dari Full Gospel Business Men’s Voice vol 49/No.6 June 01 dan diterjemahkan oleh Manimbul Luhut S. dari LOMS, Jakarta. Kim dan Krickitt Carpenter serta putranya Danny tinggal di Farmington, New Mexico.

–Disadur dari Buletin SUARA
Full Gospel Business Men’s Voice Indonesia

Siapakah Tuhan Yesus itu?

Standard

Di pelajaran Kimia: Dia mengubah air menjadi anggur (Perkawinan di Kana, Yohanes 2:1-11).

Di pelajaran Biologi: Dia dilahirkan tanpa melalui hubungan biologis orangtuanya (Matius 1:18).

Di pelajaran Fisika: Dia tidak bergantung kepada “Hukum Grafitasi” ketika terangkat ke Sorga (Kisah Rasul 1:9-11).

Di pelajaran Ekonomi: Dia tidak bergantung kepada “Hukum Kurang Karena Penggunaan,” ketika memberi makan 5000 orang laki-laki dengan 5 roti dan 2 ikan (Yohanes 6:1-13).

Di pelajaran Kesehatan: Dia menyembuhkan orang sakit dan buta tanpa menggunakan obat (Kitab Injil; Yohanes 21:25).

Di pelajaran Sejarah: Dia adalah yang awal dan yang akhir (Yohanes 1:1-5; Wahyu 22:12-13).

Di dalam Pemerintahan: Dia dipanggil sebagai Penasihat Ajaib, Raja Damai (Yesaya 9:5).

Di pelajaran Agama: Dia berkata, “Tidak seorang pun datang kepada Bapa kecuali melalui Dia.” (Yohanes 14:6-7).

Jadi, siapakah Dia? Dia adalah Tuhan Yesus!
Pribadi yang terbesar di dalam sejarah..

 Tanpa pelayan, tetapi mereka memanggil-Nya TUAN.
 Tanpa gelar, tetapi mereka memanggil-Nya GURU.
 Tanpa obat, tetapi mereka memanggil-Nya, PENYEMBUH.
 Tanpa pasukan, tetapi raja-raja takut kepada-Nya.
 Tanpa peperangan, tetapi Yesus menang.
 Tidak membuat kejahatan, tetapi mereka menyalibkan-Nya, mati, dikuburkan, bangkit pada hari yang ketiga, dan Dia hidup selamanya.

Saya merasa terhormat untuk melayani-Nya sebagai “The Greatest Leader” yang mengasihi setiap kita..

–Disarikan dari berbagai sumber

He Will Finish

Standard

“Being confident of this, that he who began a good work in you will carry it on to completion until the day of Christ Jesus” (Philippians 1:6, NIV)

Are you believing for something that seems like it’s taking longer than you hoped? Maybe you’ve been praying for a loved one. Maybe you’ve believed for a situation to change for years. Don’t get discouraged. God is going to finish what He started! He is a faithful God, and He has something unmatched, unparalleled coming your way — favor, breakthroughs, restoration like you haven’t seen before!

God has been good to all of us in the past, but I believe we’re coming into a time where we will see greater anointing, greater power and greater victories! The key is that we have to stay in agreement with God. We should get up every morning and say, “Father, thank You for Your unprecedented favor. Thank You for the immeasurable, unlimited, surpassing greatness of Your power.” If you keep standing in faith, I believe you’re going to come into more of those days where you stand in utter amazement and say, “Wow, God! I’ve never seen anything like this before!”

Remember, scripture says, “Is there anything too hard for the Lord?” No, nothing is impossible when we put our faith and trust in Him. Keep standing today, keep believing, keep hoping because God has something astounding in store for your future!

A PRAYER FOR TODAY
Heavenly Father, today I set my heart and mind on You. I choose to trust that You are working behind the scenes on my behalf. I stand strong on Your Word today knowing that victory is on the way in Jesus’ name. Amen!

— Joel & Victoria Osteen

Enam Dasar untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa

Standard

Ada dua dasar peran ayah atau pembapaan (fatherhood) yang sebaiknya kita semua menyadarinya. Yang pertama adalah apa yang Tuhan harapkan dari setiap ayah. Yang kedua adalah apa yang diinginkan oleh setiap anak dari ayahnya. Dalam Maleakhi 4:6 tertulis, “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” (Maleakhi 4:6). Tuhan dengan jelas menginginkan bahwa hati para ayah dikembalikan kepada anak-anak mereka.

Para ayah memiliki kemampuan untuk memengaruhi kehidupan anak-anak mereka dengan cara yang paling mendasar. Hubungan yang dekat dan meluangkan banyak waktu dengan ayah dapat membentuk gambar diri mereka. Ketika ribuan remaja ditanya tentang satu pertanyaan yang diinginkan agar dijawab oleh orangtua mereka, lima puluh persen dari mereka menjawab, “Apakah Ayah mengasihi saya?” Dan ketika mereka sedang mengalami stres ditanya ke mana mereka akan meminta pertolongan di saat krisis, seorang ayah menduduki urutan ke-48 dalam daftar mereka.

Setiap ayah diperhadapkan pada beberapa pilihan mendasar: Apakah saya menginvestasikan energi utama saya untuk pekerjaan atau untuk santai, dan membiarkan ibu yang mengasuh anak? Atau, apakah saya menginvestasikan diri saya ke dalam diri anak-anak saya, memberi kasih sayang tak bersyarat dan memberi apa yang mereka butuhkan dan inginkan? Berikut ada “Enam Dasar untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa” yang berasal dari Alkitab dan dari dalam hati anak-anak.

Pertama, berikan kasih dan perhatian yang tak bersyarat dengan cara melihat keunikan setiap mereka sebagai anak Tuhan, membangun hidup mereka, mendisiplinkan baik-baik, dan memberi berkat Anda kepada mereka. Mengasihi anak Anda karena keunikannya, karena ia berharga, tidak peduli penampilan, sikap, pola tingkah laku, atau perilaku tertentunya. Kedua, anak-anak mengeja kata “kasih” sebagai W-A-K-T-U. Tantangan terbesar bagi kebanyakan ayah adalah untuk menemukan pekerjaan yang sehat atau keseimbangan keluarga. Kuncinya adalah: Ikuti hati Anda.

Ketiga, berkomunikasilah secara konstan dan kreatif. Walaupun fakta menunjukkan bahwa ayah menduduki peringkat ke-48, ada berita baik: Para remaja benar-benar ingin berbicara pada orangtua mereka. Kunci komunikasi yang baik adalah: Mendengarkan secara aktif, bertanyalah (usahakan tertarik pada dunia mereka, tanyakan bagaimana Anda bisa menjadi ayah yang baik), dan berbagilah dengan bercerita (tentang pekerjaan, kesuksesan dan kegagalan Anda).

Keempat, bekerja samalah dengan ibu. Hal yang paling diinginkan anak-anak adalah agar “orangtua mereka berada bersama-sama dengan mereka”. Salah satu hal terbesar yang dapat dilakukan oleh seorang ayah bagi anak-anaknya adalah mengasihi ibu mereka. Tetaplah berada dalam pernikahan dan kasihi istri Anda. Lakukan apa saja untuk membangun kembali pernikahan yang sehat dan menggairahkan. Kelima, tanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Hal ini merupakan salah satu teriakan utama remaja pada masa kini perihal kebutuhan mereka akan orang tua yang dapat menanamkan kepada mereka nilai-nilai moral dan spiritual.

Menurut Robert Coles, hal ini meliputi memberi kepada anak-anak serangkaian nilai yang kuat, yang akan memberi kepada mereka kesempatan yang lebih baik di dalam hidup. Pertanyaan kunci yang perlu dijawab oleh para ayah adalah: “Apa yang saya lakukan untuk mengembangkan kerohanian anak saya?” Terlalu banyak ayah tidak berperan sama sekali dalam bidang ini, padahal hal ini seharusnya menjadi prioritas tertinggi.

Keenam, membangun suatu warisan pembapaan. Hal ini bukan berbicara tentang uang, rumah, mobil, dan lain-lain; tetapi tentang nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan kebajikan-kebajikan yang ditanam kuat oleh seorang ayah ke dalam diri anak-anak, yang akan menuntun mereka melewati seluruh tantangan hidup dan masa-masa yang sulit. Melalui warisan pembapaan, seorang pria dapat meninggalkan tanda yang jauh melebihi harapan dan impiannya di dunia ini. Setiap bapa perlu menguji pekerjaannya dan bertanya, “Apa dampak signifikan yang akan timbul dalam jangka panjang?”

Kabar buruknya adalah bahwa “Enam Dasar untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa” ini berat. Banyak kekuatan pribadi, sosial dan jabatan yang secara terus-menerus menarik kita menjauh dari jalur ayah yang luar biasa. Kabar baiknya adalah bahwa ayah mana pun dapat menjadi seorang ayah yang baik jika ia sungguh-sungguh memalingkan hatinya kepada setiap anak dan membuat suatu komitmen seumur hidup kepada mereka. Ia akan mengalami salah satu sumber sukacita yang paling mendalam dan bermakna, sukacita karena berperan sebagai bapa.

–Disadur dari tulisan Dr. Robert Hamrin

[Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi Maret]