Realita Kehidupan

Standard

Setelah menidurkan anak saya yang pertama, saya iseng melihat hp yang pada saat itu ada sebuah sms yang masuk. Lalu saya menemukan adanya sebuah kabar sms dari adik yang sangat mengejutkan. Ada salah seorang dari teman kami yang telah meninggal seminggu yang lalu, diakibatkan karena penyakit kanker. Saya pun membalas sms itu untuk menanyakan perihal mendapat kabar itu dari mana, dan apakah benar berita yang dia sampaikan itu. Karena ini menyangkut nama baik dan hidup seseorang, tidak etis rasanya kita menyampaikan berita dengan tema itu tanpa ada dasar bukti yang jelas.

Tidak cukup dengan rasa penasaran, saya segera cek akun facebook teman saya tersebut. Saya juga membangunkan istri yang saat itu masih tertidur, untuk memberitahukan kabar itu kepadanya. Dan, setelah kami cek dari teman-teman di akun facebooknya, benarlah berita tersebut. Teman kami memang sudah meninggal sejak 4 Mei 2011. Sontak saja berita ini sangat mengejutkan kami. Istri malah tidak percaya dengan kabar ini, mengingat sekitar 26 April 2011, dia masih berbagi banyak cerita dengan almarhum teman kami tersebut.

Realita dalam kehidupan memang tak seindah dengan apa yang diharapkan (dan dirindukan) oleh setiap kita. Sering kita memiliki hasrat, ambisi, tujuan-tujuan pribadi, cita-cita–yang memang tidaklah salah dengan semuanya itu–tetapi tetaplah kita harus belajar untuk menaruh semuanya di bawah kaki Tuhan. Serta mengijinkan dengan kerelaan dan kerendahan hati, agar kehendak Tuhan yang terbaik, yang terjadi dalam kehidupan kita (Yakobus 4:13-15; Yeremia 29:11).

Saya mengenal almarhum teman saya sebagai seorang pribadi yang selalu ceria, humoris, dan pengerja keras. Tidak pernah ada dalam hidupnya saya menjumpai adanya keluhan, di tengah usahanya dalam berjuang melawan penyakit ganas yang bersarang dalam tubuhnya. Di tengah kesibukannya, dia juga bekerja menjabat senior ticketing dan tour guide di sebuah travel di kota Surabaya, dia masih sempat bekerja online berjualan mainan anak-anak, dan beberapa waktu sering bercanda dan berbincang dengan kami.

Setiap dari kita diberi oleh Tuhan waktu 24 jam yang sama, dalam sehari. Walau tidak sama perihal diberi berapa tahun usia yang dapat kita nikmati, setiap dari kita dituntut untuk bertanggung-jawab atas apa yang sudah kita lakukan dan berikan selama hidup di dunia, baik pada sesama maupun nantinya pada Pencipta setiap kehidupan. Pertanggung-jawaban pada Tuhan kita berikan pada saat kita ‘berpulang’ dan menjawab setiap pertanyaan dari Allah atas apa saja yang sudah kita lakukan selama kita hidup di dunia ini.

Pertanggung-jawaban kita pada manusia diberikan pada saat kita diberi suatu tugas untuk kita kerjakan dengan baik dan juga kesan hati perihal penilaian yang baik akan hidup kita, pada saat kita meninggalkan mereka. Tulisan di batu nisan dapat didesain dan dipahat dengan indah oleh pembuat batu nisan. Tetapi soal kesan di hati perihal penilaian yang baik, hanya waktu yang dapat memahat dan mendesainnya dengan indah dalam setiap hati orang-orang di sekitar kita.

Kesan apa yang ingin supaya waktu memahat dan mendesain dengan indah dalam setiap hati orang-orang sekitar kita? Marilah kita menjaga dengan baik dan benar akan apa yang hendak kita ucapkan mau pun yang kita lakukan. Pertimbangkanlah dengan baik setiap ucapan dan tindakan kita, agar kita tidak menjadi ‘batu sandungan’ bagi sesama kita. Ingatlah juga akan Firman Tuhan yang tertulis di dalam kitab Ibrani 12:1-2, agar dapat menjadi tuntunan dan peringatan bagi kehidupan pribadi setiap kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati kita.

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:1-2).

Ditulis pada: May 14, 2011 4:40:37 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s