Renungan Singkat: Papan Target

Standard

“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15).

Suatu hari, ada seorang dosen Teologia yang masuk ke dalam kelas dan meletakkan sebuah papan target besar yang berbentuk lingkaran. Tidak jauh dari sana diletakkan sebuah meja dengan banyak anak panah di atasnya, serta ada kertas dan perlengkapan untuk menggambar. Lalu dosen tersebut berkata kepada para mahasiswa yang mengikuti kelasnya,

“Saya meminta agar setiap dari kalian mengambil selembar kertas dan alat gambar yang diperlukan, lalu gambarlah wajah seseorang yang Anda tidak suka. Gambarlah orang yang selalu membuatmu marah saat kau mengingatnya. Lalu gambar tersebut akan kita tempelkan di papan target itu.”

Ada yang menggambar wajah temannya,
Ada yang menggambar wajah ayahnya,
Ada juga yang menggambar wajah rektor dan para dosen yang tidak mereka sukai..

Masing-masing mahasiswa sudah selesai menyelesaikan gambarnya, dan gambar tersebut oleh mereka ditempelkan di papan target. Beberapa mahasiswa tampak menunjukkan kebencian sekaligus rasa puas ketika melempar anak panah kepada orang yang mereka benci.

Selang beberapa waktu kemudian, sang dosen menyuruh mereka untuk kembali duduk karena waktu yang disediakan sudah habis. Sang dosen menurunkan gambar dan juga papan target dari tembok. Kini yang tampak adalah gambar Tuhan Yesus, yang ternyata berada di balik papan target. Keheningan segera memenuhi kelas, ketika setiap mahasiswa memandang gambar Tuhan tersebut. Tampak terlihat wajah dan mata-Nya penuh dengan lubang, bahkan ada bagian gambar yang robek karena hujaman anak-anak panah yang tadi dilemparkan oleh mahasiswa.

Sang dosen hanya berkata singkat,

“Apa yang kamu lakukan terhadap sesamamu,
kamu telah melakukannya terhadap Yesus.”

Mereka diam terpaku dan menyadari bahwa dengan membenci sesamanya, secara tidak langsung mereka juga telah melukai Tuhan Yesus. Di dalam Yohanes 14:15 dikatakan bahwa, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Kasih kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kasih kita pada sesama, karena mengasihi sesama merupakan perintah Tuhan (Matius 22:36-40).

Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan Yesus, tetapi kita masih menyimpan kebencian terhadap sesama kita. Jika saat ini kita menyimpan kebencian kepada seseorang, ingatlah bahwa target kebencian kita juga mengarah pada Tuhan Yesus. Karena apa yang kita lakukan terhadap sesama, kita juga telah melakukannya terhadap-Nya (Matius 25:34-45). Tuhan Yesus memberkati.

–Disadur dari BBM ko Yohanes Lauw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s