Renungan Singkat: Pelajaran dari Pohon

Standard

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri. Buah adalah hasil dari pohon.

Darimana pohon memperoleh makanannya? Pohon memperoleh makanannya dari dalam tanah. Semakin dalam akarnya merambat ke dalam, semakin banyak nutrisi yang dapat diserap oleh pohon tersebut.

Ada proses yang seringkali datang dalam kehidupan kita berupa tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa. Seperti pegas yang memiliki daya dorong kuat ke atas, berawal ketika pegas tersebut ditekan ke bawah terlebih dahulu. Demikian juga dengan hidup kita yang kadang diijinkan untuk berada “di bawah” dan melewati “lembah kekelaman”. Semua ini memiliki satu tujuan agar kita dapat belajar lebih baik lagi ketika kita bertumbuh “ke atas”.

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang.

Terkadang kita protes: mengapa kita yang bekerja keras, tetapi yang menikmati hasilnya justru orang lain. Inilah “Prinsip Memberi”. Kita bekerja bukan hanya untuk sekadar hidup (dan ingin menikmati hasilnya). Tidak salah, memang. Tetapi hidup juga bertujuan untuk menghasilkan buah-buah yang baik (Matius 3:8; Yohanes 15:16; Filipi 1:22a). Kita bekerja keras supaya keadaan di sekitar menjadi lebih baik bagi orang-orang yang membutuhkan, dan bukan untuk kenikmatan diri kita sendiri saja.

Orang “berkelebihan” bukan dilihat dari seberapa banyak yang dapat dihasilkan dalam kesehariannya, tetapi dilihat dari apakah dia masih dapat menyisihkan sebagian dari miliknya untuk membantu dan memberkati hidup orang lain.

3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi.

Hal ini berbicara tentang bagaimana hidup kita dapat memberi dampak yang positif bagi kehidupan orang lain. Ibarat buah yang menghasilkan biji, dan biji menghasilkan banyak buah, demikian pula hidup kita dapat memultiplikasikan perbuatan baik yang penuh keteladanan bagi sekitar. Hal yang sama berlaku dengan seorang pemimpin. Pemimpin bukan berbicara tentang posisi/jabatan saja, tetapi bagaimana dalam kesehariannya dia dapat mananam pengaruh baik dan positif, inspirasi yang membangun, serta dapat menjadi berkat yang baik bagi kehidupan orang lain.

Marilah kita belajar untuk menjadi “pohon” yang bermanfaat. Biarlah hari-hari dalam kehidupan kita selalu dipenuhi dengan banyak hal yang indah: ketika kita dapat memberi dampak yang baik, dan membuat keadaan sekitar menjadi lebih baik. Tuhan memberkati.

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s