Enam Dasar untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa

Standard

Ada dua dasar peran ayah atau pembapaan (fatherhood) yang sebaiknya kita semua menyadarinya. Yang pertama adalah apa yang Tuhan harapkan dari setiap ayah. Yang kedua adalah apa yang diinginkan oleh setiap anak dari ayahnya. Dalam Maleakhi 4:6 tertulis, “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” (Maleakhi 4:6). Tuhan dengan jelas menginginkan bahwa hati para ayah dikembalikan kepada anak-anak mereka.

Para ayah memiliki kemampuan untuk memengaruhi kehidupan anak-anak mereka dengan cara yang paling mendasar. Hubungan yang dekat dan meluangkan banyak waktu dengan ayah dapat membentuk gambar diri mereka. Ketika ribuan remaja ditanya tentang satu pertanyaan yang diinginkan agar dijawab oleh orangtua mereka, lima puluh persen dari mereka menjawab, “Apakah Ayah mengasihi saya?” Dan ketika mereka sedang mengalami stres ditanya ke mana mereka akan meminta pertolongan di saat krisis, seorang ayah menduduki urutan ke-48 dalam daftar mereka.

Setiap ayah diperhadapkan pada beberapa pilihan mendasar: Apakah saya menginvestasikan energi utama saya untuk pekerjaan atau untuk santai, dan membiarkan ibu yang mengasuh anak? Atau, apakah saya menginvestasikan diri saya ke dalam diri anak-anak saya, memberi kasih sayang tak bersyarat dan memberi apa yang mereka butuhkan dan inginkan? Berikut ada “Enam Dasar untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa” yang berasal dari Alkitab dan dari dalam hati anak-anak.

Pertama, berikan kasih dan perhatian yang tak bersyarat dengan cara melihat keunikan setiap mereka sebagai anak Tuhan, membangun hidup mereka, mendisiplinkan baik-baik, dan memberi berkat Anda kepada mereka. Mengasihi anak Anda karena keunikannya, karena ia berharga, tidak peduli penampilan, sikap, pola tingkah laku, atau perilaku tertentunya. Kedua, anak-anak mengeja kata “kasih” sebagai W-A-K-T-U. Tantangan terbesar bagi kebanyakan ayah adalah untuk menemukan pekerjaan yang sehat atau keseimbangan keluarga. Kuncinya adalah: Ikuti hati Anda.

Ketiga, berkomunikasilah secara konstan dan kreatif. Walaupun fakta menunjukkan bahwa ayah menduduki peringkat ke-48, ada berita baik: Para remaja benar-benar ingin berbicara pada orangtua mereka. Kunci komunikasi yang baik adalah: Mendengarkan secara aktif, bertanyalah (usahakan tertarik pada dunia mereka, tanyakan bagaimana Anda bisa menjadi ayah yang baik), dan berbagilah dengan bercerita (tentang pekerjaan, kesuksesan dan kegagalan Anda).

Keempat, bekerja samalah dengan ibu. Hal yang paling diinginkan anak-anak adalah agar “orangtua mereka berada bersama-sama dengan mereka”. Salah satu hal terbesar yang dapat dilakukan oleh seorang ayah bagi anak-anaknya adalah mengasihi ibu mereka. Tetaplah berada dalam pernikahan dan kasihi istri Anda. Lakukan apa saja untuk membangun kembali pernikahan yang sehat dan menggairahkan. Kelima, tanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Hal ini merupakan salah satu teriakan utama remaja pada masa kini perihal kebutuhan mereka akan orang tua yang dapat menanamkan kepada mereka nilai-nilai moral dan spiritual.

Menurut Robert Coles, hal ini meliputi memberi kepada anak-anak serangkaian nilai yang kuat, yang akan memberi kepada mereka kesempatan yang lebih baik di dalam hidup. Pertanyaan kunci yang perlu dijawab oleh para ayah adalah: “Apa yang saya lakukan untuk mengembangkan kerohanian anak saya?” Terlalu banyak ayah tidak berperan sama sekali dalam bidang ini, padahal hal ini seharusnya menjadi prioritas tertinggi.

Keenam, membangun suatu warisan pembapaan. Hal ini bukan berbicara tentang uang, rumah, mobil, dan lain-lain; tetapi tentang nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan kebajikan-kebajikan yang ditanam kuat oleh seorang ayah ke dalam diri anak-anak, yang akan menuntun mereka melewati seluruh tantangan hidup dan masa-masa yang sulit. Melalui warisan pembapaan, seorang pria dapat meninggalkan tanda yang jauh melebihi harapan dan impiannya di dunia ini. Setiap bapa perlu menguji pekerjaannya dan bertanya, “Apa dampak signifikan yang akan timbul dalam jangka panjang?”

Kabar buruknya adalah bahwa “Enam Dasar untuk Menjadi Ayah yang Luar Biasa” ini berat. Banyak kekuatan pribadi, sosial dan jabatan yang secara terus-menerus menarik kita menjauh dari jalur ayah yang luar biasa. Kabar baiknya adalah bahwa ayah mana pun dapat menjadi seorang ayah yang baik jika ia sungguh-sungguh memalingkan hatinya kepada setiap anak dan membuat suatu komitmen seumur hidup kepada mereka. Ia akan mengalami salah satu sumber sukacita yang paling mendalam dan bermakna, sukacita karena berperan sebagai bapa.

–Disadur dari tulisan Dr. Robert Hamrin

[Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi Maret]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s