Sebuah Renungan Malam

Standard

“dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?” (Kisah para rasul 13:10).

Belum lama ini ada seorang ayah yang tega membunuh anak kandungnya yang masih balita karena ia merasa mendengar bisikan, sebagai syarat untuk menjadi kaya. Selain itu, salah satu media cetak juga memberitakan bahwa, murid-murid yang mengikuti ujian nasional diharuskan untuk meminum air putih dan memakai pensil yang telah didoakan, agar lebih percaya diri dalam mengerjakan setiap soal, katanya.

Secara naluriah, manusia memang cenderung tertarik kepada hal yang “aneh-aneh”, dan khususnya bila cara yang lebih alamiah, logis dan normal tidak berdaya menghasilkan sesuai dengan apa yang diharapkannya. Secara populer, orang juga memahami bahwa mujizat sebagai peristiwa yang ajaib, aneh, atau luar biasa, karena tidak terjelaskan oleh akal sehat, tak sejalan dengan apa yang biasa berlaku, bahkan bertentangan dengan hukum alam yang ada. Karena itu tidak mengherankan bila klenik, perdukunan, dan praktik-praktik paranormal dari waktu ke waktu semakin menjamur.

Di dalam Alkitab, Paulus mengatakan: “Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Korintus 11:14). Tidak aneh bila gereja-gereja banyak yang menekankan hal-hal yang spektakuler, termasuk mujizat-mujizat dan sungguh tragis apabila iman Kristiani seseorang hanya dinilai dari pernah tidaknya mengalami mujizat.

Seorang hamba Tuhan pernah mengingatkan pada kita bahwa, apabila ajaran Kristiani memberi penekanan yang berlebih-lebihan pada faktor mujizat, maka iman kita akan mengalami proses “ilusinasi iman.” Amsal berkata; “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14:12). Ada banyak ajaran yang dikemas sedemikian rupa, sehingga terlihat lurus, padahal itu bertentangan dengan firman Tuhan.

Oleh karena itu berhati-hatilah. Ijinkan agar Roh Kudus selalu bekerja di dalam diri kita, agar kita bisa peka membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang merupakan tipuan iblis.

–Disadur dari email pak Gembala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s