Prinsip Pembelaan

Standard

Subject: Prinsip Pembelaan

“…Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.” (Roma 12:19).

Membela berarti membenarkan atau membersihkan dari kesalahan. Ketika kita disalahmengerti atau diperlakukan dengan tidak semestinya, kita ingin dibela. Sering kali pembelaan menjadi hasrat pemikiran yang paling kasar. Ketika seseorang terluka, dia menginginkan pembelaan lebih daripada apa pun di dunia ini.

Tetapi Tuhan menghampiri dan berkata, “Pembalasan itu adalah hak-Ku.” Pembelaan adalah hal prerogatif Tuhan. Itu adalah hak-Nya.

Tetapi itu juga merupakan apa yang ingin Dia lakukan–dengan satu syarat: kita tidak mencoba untuk membantu-Nya. Selama kita ikut campur, Tuhan akan mundur. Ketika kita menyerahkan pembelaan dalam tangan-Nya, Dia bebas melakukan bermacam-macam hal dengan cara-Nya. Dan menurut waktu-Nya. Tapi Dia akan membela! Pelajaran dari Yusuf adalah bahwa kita harus membiarkan Tuhan melakukannya dengan cara dan waktu-Nya.

–Disarikan dari tulisan R.T. Kendall

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s