Sebuah Perenungan-1

Standard

1. Sisa hidup semakin pendek. Yang bisa kita makan, makanlah, yang bisa kita pakai, pakailah. Kalau masih bisa bermain, bermainlah. Itulah kehidupan orang di masa usia tua.
2. Uang bukanlah segala-galanya. Uang serba bisa, tidak ada uang tidak bisa. Jangan “mata duitan”, janganlah terlalu perhitungan dengan uang. Uang tidak bisa dibawa mati. Lahir tidak membawa apa-apa, mati pun sama. Orang bijaksana bisa mencari uang, tapi bisa juga mempergunakan uang dengan baik dan bijaksana. Jadilah “majikan” uang, jangan menjadi “budak” uang.
3. Sehari berlalu, umur berkurang sehari, bila kita lewati hari ini dengan rasa bahagia kita beruntung.
4. Waktu cepat berlalu, hidup itu singkat, dalam sekejap kita memasuki masa tua. Bila membandingkan “ke atas” kita selalu merasa kurang, kalau “ke bawah” kita merasa lebih, bila kita bisa mensyukuri apa yang kita punya, kita bisa berbahagia.
5. Harta kekayaan, kedudukan/kehormatan hanyalah sementara. Yang terbaik dan terpenting adalah perilaku yang baik, bisa membantu orang, tidak berbuat hal-hal tercela. Yang terpenting melatih diri agar selalu sehat, karena KESEHATAN adalah KEKAYAAN kita.
6. Kasih orangtua kepada anak tidak ada batasnya, kasih anak terhadap ortu ada batasnya. Anak sakit, hati orangtua teriris. Orangtua sakit anak cuma menengok/bertanya-tanya. Anak-anak pakai uang orangtua sudah seharusnya, tapi orangtua memakai uang anak tidak bisa leluasa.
7. Rumah orangtua adalah rumah anak, rumah anak bukanlah rumah orangtua. Orangtua selalu memberi tanpa pamrih dan senang bisa memberi, kalau mengharap balasan pusing sendiri.
8. Bila sakit mengharapkan siapa? Anak-anak? Bila sakit lama, jarang ada anak yang berbakti, mengharapkan pasangan hidup? Mengurus diri sendiri saja sudah tidak bertenaga. Mengharapkan uang? Ya.. hanya dengan uang bisa membayar jasa baby sitter.
9. Harus berolahraga tapi tidak boleh berlebihan, makan jangan terlalu diet, cukup vitamin dan makan enak. Terlalu santai KESEPIAN, terlalu SIBUK juga pusing.

Sekali kita hidup, sekali kita mati, sekali akan dihakimi atas apa yang sudah kita perbuat. Perbuatlah yang benar saat kita hidup. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,” (Ibrani 9:27).

(Disadur dari BBM pak Gembala)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s