Monthly Archives: July 2012

Live Your Dream

Standard

“Saya tidak bermimpi di malam hari, saya bermimpi sepanjang hari; Saya bermimpi untuk hidup”
–Steven Spielberg

Berbahagialah orang yang terus bermimpi dan bersedia membayar harga untuk membuat impiannya terwujud menjadi nyata. Bahkan seandainya dalam perjalanan menggapai mimpi tersebut–seseorang harus meninggal dunia sebelum berhasil mewujudkan impiannya–ia telah menjalani suatu kehidupan yang penuh makna.

Lihatlah apa yang terjadi pada kisah hidup Dr Martin Luther King, Jr, [15 Januari 1929 – 4 April 1968] seorang pendeta, aktivis, dan pemimpin terkemuka dalam Gerakan Hak Sipil Amerika-Afrika. Dengan gigih ia memperjuangkan hak-hak sipil di Amerika Serikat tanpa kekerasan–mengikuti ajaran Mohandas Karamchand Gandhi, atau yang lebih dikenal sebagai Mahatma Gandhi–sehingga namanya menjadi ikon nasional dalam sejarah liberalisme Amerika modern.

Pada periode sebelas tahun antara 1957 dan 1968, King telah bepergian sejauh lebih dari sebelas juta kilometer dan berbicara sebanyak lebih dari dua ribu lima ratus kali. Ia senantiasa muncul di setiap adanya ketidakadilan, protes, dan gerakan; sambil terus menulis hingga menghasilkan lima judul buku serta berbagai artikel. Ia telah berunding dengan Presiden John F. Kennedy dan berkampanye untuk Presiden Lyndon B. Johnson. Dan karena perjuangannya tersebut, ia ditangkap sebanyak lebih dari dua puluh kali dan diserang sedikitnya empat kali. Tetapi karena itu pula ia dianugerahi lima gelar kehormatan; termasuk gelar “Man of The Year” oleh majalah Time pada tahun 1963. Di samping menjadi penerima hadiah Nobel Perdamaian termuda sepanjang sejarah, saat ia baru berumur 35 tahun.

Pada tahun-tahun tersebut, ia memimpin sebuah protes besar-besaran di Birmingham, Alabama, yang menarik perhatian seluruh dunia, untuk memberikan apa yang ia sebut sebagai “Koalisi Hati Nurani dan Inspirasi.” King juga memimpin pawai damai di Washington, DC, yang dihadiri oleh lebih dari 250.000 orang. Pada kesempatan inilah ia menyampaikan sebuah pidato berdurasi 17 menit yang sangat terkenal, di Lincoln Memorial, Washington DC, berjudul “I Have a Dream.”

Katanya,

“Saya punya impian bahwa suatu hari nanti bangsa ini akan bangkit dan hidup dalam arti yang sebenarnya dari kredo-nya: ‘Kami memegang kebenaran ini menjadi jelas; bahwa semua manusia diciptakan sama’.
Saya punya impian bahwa suatu hari bahkan negara bagian Mississippi, negara dengan terik panas ketidakadilan, dan penindasan, akan berubah menjadi oase kebebasan dan keadilan.
Saya punya impian bahwa empat anak saya pada suatu hari nanti akan tinggal di sebuah negara di mana mereka tidak hanya akan dinilai berdasarkan warna kulit mereka, tetapi dari isi karakter mereka.”

Pada bagian lain King menegaskan,

“Saya memiliki impian bahwa suatu hari nanti, setiap lembah akan ditinggikan, setiap bukit dan pegunungan akan dibuat rendah, tempat yang kasar akan dibuat dataran, dan tempat-tempat bengkok akan dibuat lurus, dan kemuliaan Tuhan akan terungkap, dan semua daging akan melihatnya bersama-sama. Ini adalah harapan kami. Ini adalah iman, kenapa saya kembali ke Selatan. Dengan iman ini kita akan dapat menebang keluar dari gunung keputusasaan batu harapan. Dengan iman ini kita akan dapat mengubah semua perselisihan bangsa kita menjadi simfoni indah persaudaraan.

Dengan iman ini kita akan dapat bekerja sama, berdoa bersama, berjuang bersama, masuk penjara bersama, berdiri untuk kebebasan bersama, mengetahui bahwa kita akan bebas suatu hari. Ini akan menjadi hari ketika semua anak-anak Tuhan akan dapat bernyanyi dengan makna baru…”

Akan tetapi, sebelum impian besarnya itu benar-benar terwujud, seorang pembunuh menembaknya pada tanggal 4 April 1968–saat ia tengah berdiri di balkon sebuah motel tempatnya menginap–dalam lawatannya untuk memimpin pawai protes simpatik dengan para pekerja sampah di Memphis, Tennessee. Sebuah peluru telah mengenai pipi kanannya, menghancurkan rahangnya, kemudian melewati sumsum tulang belakang, untuk akhirnya bersarang di bahunya. Martin Luther King, Jr, dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada pukul 07:05 waktu setempat.

Secara anumerta ia dianugerahi “Presidential Medal of Freedom” pada tahun 1977 dan Medali Emas Kongres tahun 2004. Dan sejak tahun 1986, pemerintah federal AS menetapkan peringatan Martin Luther King, Jr Day sebagai hari libur.

Semua orang punya impian. Apapun bentuknya, paling tidak, kita semua memimpikan hari esok yang lebih baik bagi pertumbuhan anak-anak kita. Karena itu sebagian besar orang pun menginginkan sebuah dunia yang lebih baik. Dunia yang tidak dipenuhi dengan begitu banyak kebencian, kejahatan dan hal-hal negatif lainnya, sebagaimana terjadi pada zaman Martin Luther King Jr.

Apapun impian Anda, kita perlu mulai hidup berdasarkan impian. Karena, bukankah hidup ini terlalu singkat untuk tidak mencobanya?

(Disadur dari Majalah LuarBiasa)

[Dimuat dalam Buletin Phos edisi Juli 2012..]

Advertisements

Anna Leonowens, Pengubah Bangsa Lewat Mendidik Seorang Anak

Standard

Anna Leonowens
(1834 – 1914)

Ia Mengubah Bangsa Lewat Mendidik Seorang Anak

Anna Leonowens pasti akan sangat terkejut kalau hidupnya masuk ke dalam buku, pentas musik Broadway, film animasi, serial televisi, dan lebih dari satu film layar lebar. Ia melihat dirinya sendiri hanya sebagai seorang wanita Inggris muda yang menjadi janda dan ibu sebatang kara pada usia yang masih muda. Pada usia lima belas tahun, ia telah pindah bersama keluarganya ke Asia, di mana ia bertemu dan menikahi Mayor Thomas Lewis Leonowens seorang tentara India. Suaminya meninggal pada tahun 1858. Setelah tinggal sementara di Singapura, ia kembali ke Inggris untuk mendaftarkan putrinya yang terbesar di sekolah.

Ketika panggilan dilakukan untuk mencari seorang guru dan pengajar di istana Raja Mongkut (Rama IV) dari Siam–ketika bangsa Thailand berdiri tahun 1800-an–Anna percaya bahwa Tuhan memanggilnya untuk tugas yang tak lazim tersebut. Ia menulis dalam buku catatan hariannya bahwa ia merasa hubungan yang sangat erat sekali dengan tokoh Ester dalam Perjanjian Lama, yang menjadi kesukaan raja memengaruhi sejarah. Ia mendaftar untuk posisi pengajar kepada anak-anak kerajaan, dan tahun 1862, dengan undangan sang raja, ia pergi dengan putranya yang termuda untuk posisi itu. Selama lima tahun, ia menjadi bagian dari rumah tangga kerajaan di Bangkok.

Selama Leonowens di Siam, ia sangat menentang perbudakan yang ia temui. Banyak sekali pendapat tentang apakah penilaiannya terhadap kehidupan pengadilan di Siam sangat berlebihan atau memang obyektif, tetapi dari catatan harian Anna sendiri, kekecewaannya terhadap perlakuan yang kejam terhadap “budak” Siam sangat jelas.

Raja Mongkut melarang Anna untuk mencoba menginjili anak-anak yang ada di istana menjadi Kristen, dan ia melarang Anna untuk berbicara tentang kebiasaan sosial dan tradisi yang dijumpainya di Siam. Raja sangat membatasi peran Anna dalam mengajar kepada anak-anak untuk membaca, menulis, berbicara bahasa Inggris, dan belajar geografi untuk menjadi penguasa yang bijak dari bangsa tersebut. Apa yang tidak dilarang oleh sang raja adalah metodenya atau buku-buku teksnya, dan Leonowens masuk ke cerita-cerita Alkitab ketika ia mengajar anak-anak berbahasa Inggris, dan dalam prosesnya memasukkan nilai-nilai Alkitabiah. Ia memusatkan pengajarannya kepada Putra Mahkota Chulalongkorn.

Pada saat ia menjadi raja, Chulalongkorn membuat sebuah proklamasi yang luar biasa: pengikutnya tidak lagi diharuskan untuk melakukan penyembahan terhadap manusia di depannya atau merangkak dengan tangan dan lutut di depannya. Kemudian dalam kejayaannya, ia menghapuskan perbudakan dan praktik-praktik pemenjaraan para istri dan anak-anak untuk membayar utang dari para suami dan ayah. Ia mendorong para misionaris Kristen untuk mendirikan rumah sakit dan sekolah di Siam.

Lama-kelamaan Leonowens kembali ke Inggris dan kemudian pindah ke Kanada. Ia berkesempatan bertemu Chulalongkorn di New York setelah ia naik tahta beberapa tahun. Chulalongkorn memberitahu Anna bahwa ia telah membuat rencana untuk mengubah kerajaannya berdasarkan prinsip-prinsip yang telah diajarkan Anna kepadanya.

Leonowens menulis dua buku mengenai pengalamannya di Siam: “The English Governess at the Siamese Court” (1870) dan “The Romance of the Harem” (1872). Petualangannya menginspirasikan sebuah buku populer yang ditulis oleh Margaret Landon, “Anna and the King of Siam” (1944) di mana Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II mendasarkan musiknya, “The King and I”.

Para pengubah dunia yang agung mengajar dunia–mengubah prinsip-prinsip orang lain–meskipun dalam perlawanan. Kalau kehadiran kita tidak membawa dampak, maka ketiada-hadiran kita tidak akan membuat perubahan apa-apa. (If your presence doesn’t make an impact, your absence won’t make a difference).

(Ditulis dari buku “You Can Be a World Changer”)

[Dimuat dalam Buletin Phos edisi Juli 2012..]

Terobosan Rohani

Standard

Di bawah ini adalah versi lengkapnya, tapi karena keterbatasan ruang, beberapa kalimat dikurangi. Semoga dapat menjadi berkat bagi setiap kita..

Terobosan Rohani (2 Korintus 12 : 7-10). Pengertian kata “terobosan” di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian: menembus, mendobrak, mematahkan (barisan, kepungan musuh). Dasar dari terobosan rohani adalah memiliki cara pandang Allah dengan merubah mindset (pola pikir) yang diselaraskan dengan konsep Allah. Artinya dari konsep manusia/dunia diubah kepada konsep surgawi dan adanya tindakan yang nyata di dalam hidup ini.

Konsep surgawi akan menghasilkan perubahan/transformasi hidup yang radikal, sehingga kita dapat menikmati mukjizat-mukjizat Allah (The Year of Increase: Increase in all things). Terobosan rohani sangat berdampak terhadap kehidupan, serta berpengaruh terhadap jiwa dan tubuh jasmani kita. Terobosan rohani berkaitan erat dengan iman kepada Allah yang transenden (melampaui/melebihi segala-galanya/sukar dipahami/di luar pengertian manusia) dan imanen (tetap ada, selama-lamanya bersifat kekal). Oleh karena itu, setiap dari kita harus memiliki roh yang kuat agar dapat memahami rencana Allah di dalam kehidupan kita.

Seorang penerobos akan berjalan terus di depan karena dia percaya bahwa Tuhan sendiri yang berada di kepala barisan (Mikha 2:13). Bila Tuhan memberi suatu pewahyuan, Dia menginginkan agar kita juga diperlengkapi. Roh kita juga dikuatkan dan dimampukan untuk berjalan dalam kehendak Allah. Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26). Iman yang dimiliki harus disertai dengan perbuatan yang selaras dengan iman yang benar terhadap Allah, bukan dengan cara yang sembarangan.

Paulus dalam kesaksiannya di 2 Korintus 12:7-8, tidak bersaksi karena Tuhan menyembuhkan dirinya dari “duri dalam daging”. Tetapi dia membagikan tentang Tuhan yang tetap memberikan duri tersebut. Melalui hal ini, Tuhan memberikan rambu-rambu, supaya Paulus tidak bergeser dari iman dan perbuatannya. Terobosan rohani (perubahan mindset/pola pikir) yang terjadi dalam diri Paulus adalah ketika ia mengenal Kristus (Filipi 3:7-9). Ia tidak bersaksi tentang doa-doanya yang dikabulkan oleh Tuhan, tetapi justru tentang doa yang tidak dikabulkan. Ia membagikan tentang: “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (ayat 10b). Kita harus tetap mengasihi Tuhan, walau doa-doa kita diijinkan Tuhan tidak dijawab. Sebab Tuhan memberi yang terbaik bagi hidup kita.

Terobosan rohani terjadi ketika kita memiliki hubungan yang karib dan intim bersama dengan Tuhan. Bila kita mengalami terobosan rohani, maka terobosan-terobosan yang lain akan mengikuti. Terobosan dapat saja terjadi tanpa Tuhan, tetapi sifatnya hanyalah sementara. Konsep pikiran kita harus diubah: mengikut Kristus bukan karena ada mujizat, tapi karena roh kita diikat bersama dengan Kristus dan tetap setia (iman dan berbuat yang benar) sampai garis akhir dan menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya.

Tidak semua doa yang dinaikkan dengan penuh kesungguhan hati akan dikabulkan oleh Tuhan. Sebab doa bukanlah “alat” untuk memaksa Allah menuruti kemauan kita. Doa sendiri adalah ekspresi penyerahan diri kita pada kedaulatan dan kuasa-Nya. Yesus sendiri di dalam firman-Nya mengajarkan demikian: “..tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Lukas 22:42). 

Tidak semua doa dikabulkan, namun tidak ada doa yang tidak dijawab, walaupun jawaban Tuhan itu berbeda dengan keinginan dan permohonan doa kita. Ketika kita meminta kekuatan, Ia memberi kelemahan agar kita tetap setia dan taat pada-Nya. Ketika kita meminta kesehatan agar dapat mengerjakan perkara yang lebih besar, Ia memberi anugerah agar dapat mengerjakan segala sesuatu dengan lebih baik. Ketika kita meminta kekayaan (supaya lebih bahagia), Ia memberi kekurangan supaya kita dapat belajar bijaksana dalam kehidupan ini.

Kasih karunia Tuhan tidak hanya terwujud ketika kita dibebaskan dari kesulitan, tapi ketika kita diberi kekuatan menghadapi dan melewati setiap pencobaan yang diijinkan-Nya datang di dalam kehidupan kita. (Disarikan dari khotbah Ps. Bambang Susanto).

[Dimuat dalam Buletin Phos edisi Juli 2012..]

Apakah Cinta itu?

Standard

What does love look like? It has the hands to help others. It has the feet to hasten to the poor and needy. It has eyes to see misery and want. It has the ears to hear the sighs and sorrows off men. That is what love looks like.

Apakah Cinta itu?

Cinta memiliki tangan-tangan untuk membantu orang lain.
Memiliki kaki yang melangkah bergegas kepada orang miskin dan yang membutuhkan.
Cinta memiliki mata untuk melihat kesengsaraan dan kebutuhan.
Cinta memiliki telinga untuk mendengar keluhan dan kesedihan manusia.
Seperti itulah cinta..

(St. Augustine of Hippo)

Make the Lord Your Trust

Standard

“Blessed is that man who makes the LORD his trust…” (Psalm 40:4, NKJV)

Did you know that trusting in the Lord is a decision we make just like we choose anything else in life? You chose what you are wearing today, you probably chose what you would have for breakfast, and you can choose to trust God every day, too! When you choose to trust God, there is peace that settles in your heart. There is joy because you know the outcome, and there is blessing in store for you because your hope is sure.

No matter what you are facing in life today, trust that Almighty God will come through for you. Trust that His Word is always true. In Psalm 32, David calls God his “hiding place.” In other words, when you place your trust in God, you can find refuge in Him. You are actually hidden from the enemy when you choose to trust.

Always remember, when circumstances seem overwhelming, don’t look at what’s happening around you; look to God. He is the author and finisher of your faith. Choose to trust that He is the one who is ordering your steps. Find security in knowing that He is making your crooked places straight and your rough places smooth. Trust in Him and live in the blessing and everlasting life He has prepared for you!

A PRAYER FOR TODAY
Father in heaven, today I choose to put my trust in You. I know You are a good and faithful God, and I trust that You have my best interest at heart. Help me stay focused on Your goodness today in Jesus’ name. Amen.

— Joel & Victoria Osteen

Praying Bold Prayers

Standard

“Then he touched their eyes and said, ‘According to your faith will it be done to you’ ” p(Matthew 9:29, NIV)

A recent study showed that 90% of people believe in the power of prayer. People typically pray over their food, their kids, or they ask God for wisdom, strength and health. But oftentimes, people pray what I call “get by” prayers. They pray, “God, help me get by this year. God, help me endure this sickness. God, keep my child out of trouble.” There’s nothing wrong with that, but don’t limit what God can do. If you ask small, you’re going to receive small. But when you learn the Word, your faith grows, your confidence grows, and you’ll learn to pray bold prayers that honor God!

Instead of praying, “God, help me pay my bills,” pray, “God, help me pay my bills and have plenty left over so I can be a blessing to someone else.” Instead of praying, “God, keep my child out of trouble,” pray, “God, let my child become a leader and fulfill his destiny.” Instead of praying, “God, help me endure this sickness,” pray a bold prayer, “Father, I want to thank You that I’m coming through this sickness better off than I was before!” As you continue studying His Word, your faith will grow. You will know Him more, and you’ll be empowered by your union with Him to pray bold prayers and see those prayers come to pass!

A PRAYER FOR TODAY
Father God, today I open my mind and heart to You. I receive Your Word which directs my steps and builds my faith. Help me to hear Your voice clearly so that I can pray bold prayers in line with Your will in Jesus’ name. Amen.

— Joel & Victoria Osteen

The Secret Things

Standard

“The secret things belong unto the Lord our God…” (Deuteronomy 29:29, AMP)

Are you going through a situation in your life that you don’t quite understand? During these uncertain seasons, it’s natural to question things in your mind. But in order to move forward, we have to look forward with our hearts. We have to look beyond the questions and continue to trust in Almighty God.

Serving God means we’re going to have some unanswered questions. You may never understand why a relationship ended sooner than you would have liked. You may never understand why you lost a loved one. You may never understand why you went through something difficult or why your prayers didn’t get answered. But at some point, you have to decide to put your questions aside and go on with God. We have to decide to trust His character even when our circumstances don’t make sense. The Bible tells us that adversity will come, but God is the one who promises to lead us into victory. He has promised that He’s going to turn that difficulty around and use it for your advantage. He is faithful to His Word, and you can be sure that He will fulfill every promise He’s made to you.

A PRAYER FOR TODAY
Father God, I choose to trust You with my unanswered questions. I choose to release any doubt and confusion to You. Help me to focus on Your Word which is truth that sets me free. Thank You for Your goodness and for the blessings You have in store for me in Jesus’ name. Amen.

— Joel & Victoria Osteen