Sebuah Perenungan

Standard

“Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”” (Yohanes 8:7).

Kalimat ini diucapkan Yesus ketika ahli-ahli Taurat membawa seorang wanita yang kedapatan berbuat zinah.

Berapa banyak orang yang suka mencemooh, mencibir, merendahkan, menghina serta menudingkan jari telunjuknya kepada orang lain yang tergelincir ke lembah dosa, padahal, mereka sendiri tidak bersih dari dosa. Demikian juga berapa banyak aparat penegak hukum kita yang tingkah lakunya seperti ahli-ahli Taurat, seakan-akan memberantas korupsi, namun dalam kenyataannnya justru mereka memanfaatkan orang yang diduga korupsi. Sepertinya kita sedang membersihkan sesuatu yang kotor dengan sapu yang juga kotor.

Sebagai orang percaya, seharusnya kita mendoakan dan melayani org yang jatuh dalam dosa, orang yang jiwanya haus pertolongan dan jamahan Tuhan. Tapi dalam kenyataannya, berapa banyak dari kita yang malah menggosipkan, mengucilkan dan menjauhinya, seakan-akan kita ini jauh lebih suci dari orang itu.

Bukankah kedatangan Yesus ke dunia bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.
Yesus mengatakan; “..bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tapi orang sakit. (Lukas 5:31)”
Urusan menghakimi itu adalah urusan Tuhan, bukan kita, demikian tutur Paulus. Sesungguhnya, tidak ada kesalahan yang lebih buruk selain ketika kita sibuk ngurusin kesalahan orang lain dan lupa dengan kesalahan sendiri.

Pada masa hidupnya Daud pernah terjerumus ke dalam dosa yang begitu kelam, hanya karena kasih dan kebaikan Tuhanlah yang mengangkatnya kembali dari keterpurukan karena dosanya itu. Daud merasakan betul arti dipulihkan dan dia pun bermazmur: “Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, tidak selalu ia menuntut dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam, tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita.”

(Disarikan dari BBM pak gembala)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s