Anna Leonowens, Pengubah Bangsa Lewat Mendidik Seorang Anak

Standard

Anna Leonowens
(1834 – 1914)

Ia Mengubah Bangsa Lewat Mendidik Seorang Anak

Anna Leonowens pasti akan sangat terkejut kalau hidupnya masuk ke dalam buku, pentas musik Broadway, film animasi, serial televisi, dan lebih dari satu film layar lebar. Ia melihat dirinya sendiri hanya sebagai seorang wanita Inggris muda yang menjadi janda dan ibu sebatang kara pada usia yang masih muda. Pada usia lima belas tahun, ia telah pindah bersama keluarganya ke Asia, di mana ia bertemu dan menikahi Mayor Thomas Lewis Leonowens seorang tentara India. Suaminya meninggal pada tahun 1858. Setelah tinggal sementara di Singapura, ia kembali ke Inggris untuk mendaftarkan putrinya yang terbesar di sekolah.

Ketika panggilan dilakukan untuk mencari seorang guru dan pengajar di istana Raja Mongkut (Rama IV) dari Siam–ketika bangsa Thailand berdiri tahun 1800-an–Anna percaya bahwa Tuhan memanggilnya untuk tugas yang tak lazim tersebut. Ia menulis dalam buku catatan hariannya bahwa ia merasa hubungan yang sangat erat sekali dengan tokoh Ester dalam Perjanjian Lama, yang menjadi kesukaan raja memengaruhi sejarah. Ia mendaftar untuk posisi pengajar kepada anak-anak kerajaan, dan tahun 1862, dengan undangan sang raja, ia pergi dengan putranya yang termuda untuk posisi itu. Selama lima tahun, ia menjadi bagian dari rumah tangga kerajaan di Bangkok.

Selama Leonowens di Siam, ia sangat menentang perbudakan yang ia temui. Banyak sekali pendapat tentang apakah penilaiannya terhadap kehidupan pengadilan di Siam sangat berlebihan atau memang obyektif, tetapi dari catatan harian Anna sendiri, kekecewaannya terhadap perlakuan yang kejam terhadap “budak” Siam sangat jelas.

Raja Mongkut melarang Anna untuk mencoba menginjili anak-anak yang ada di istana menjadi Kristen, dan ia melarang Anna untuk berbicara tentang kebiasaan sosial dan tradisi yang dijumpainya di Siam. Raja sangat membatasi peran Anna dalam mengajar kepada anak-anak untuk membaca, menulis, berbicara bahasa Inggris, dan belajar geografi untuk menjadi penguasa yang bijak dari bangsa tersebut. Apa yang tidak dilarang oleh sang raja adalah metodenya atau buku-buku teksnya, dan Leonowens masuk ke cerita-cerita Alkitab ketika ia mengajar anak-anak berbahasa Inggris, dan dalam prosesnya memasukkan nilai-nilai Alkitabiah. Ia memusatkan pengajarannya kepada Putra Mahkota Chulalongkorn.

Pada saat ia menjadi raja, Chulalongkorn membuat sebuah proklamasi yang luar biasa: pengikutnya tidak lagi diharuskan untuk melakukan penyembahan terhadap manusia di depannya atau merangkak dengan tangan dan lutut di depannya. Kemudian dalam kejayaannya, ia menghapuskan perbudakan dan praktik-praktik pemenjaraan para istri dan anak-anak untuk membayar utang dari para suami dan ayah. Ia mendorong para misionaris Kristen untuk mendirikan rumah sakit dan sekolah di Siam.

Lama-kelamaan Leonowens kembali ke Inggris dan kemudian pindah ke Kanada. Ia berkesempatan bertemu Chulalongkorn di New York setelah ia naik tahta beberapa tahun. Chulalongkorn memberitahu Anna bahwa ia telah membuat rencana untuk mengubah kerajaannya berdasarkan prinsip-prinsip yang telah diajarkan Anna kepadanya.

Leonowens menulis dua buku mengenai pengalamannya di Siam: “The English Governess at the Siamese Court” (1870) dan “The Romance of the Harem” (1872). Petualangannya menginspirasikan sebuah buku populer yang ditulis oleh Margaret Landon, “Anna and the King of Siam” (1944) di mana Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II mendasarkan musiknya, “The King and I”.

Para pengubah dunia yang agung mengajar dunia–mengubah prinsip-prinsip orang lain–meskipun dalam perlawanan. Kalau kehadiran kita tidak membawa dampak, maka ketiada-hadiran kita tidak akan membuat perubahan apa-apa. (If your presence doesn’t make an impact, your absence won’t make a difference).

(Ditulis dari buku “You Can Be a World Changer”)

[Dimuat dalam Buletin Phos edisi Juli 2012..]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s