Murid Kristus

Standard

Siapakah yang berani mengatakan bahwa dia adalah “murid Kristus?”

Banyak orang Kristen, terutama pendeta, penginjil, usher, singer, bahkan semua pelayan gereja yang merasa dirinya adalah murid Kristus. Benarkah kalau kita sudah melayani di gereja, di atas mimbar Tuhan, kita sudah dapat dikatakan murid-Nya? Hanya hati nurani yang tulus, benar dan bersih yang mampu menjawabnya, hanya orang-orang yang rendah hati yang berani mengaku apakah dia PANTAS disebut “IKON Kerajaan Allah”

Mari bayangkan begitu banyak pelayan gereja bergaya hidup borjuis, bak konglomerat, berdandan ala artis, sexi bahkan vulgar, semua dilakukan “tanpa” peduli tempat dan waktu sesuka-sesukanya, karena mampu dan hobby, keseimbangan katanya. Apakah arti keseimbangan menurut Firman Tuhan?

Jika keduniawian masih begitu menonjol sebagai gaya hidup, pernahkah kita merenungkan sejenak bagaimana orang non-Kristen memandang pelayan-pelayan gereja ini, tidakkah mereka berpikir tidak ada bedanya, sangat mungkin mereka justru merasa lebih sehat jasmani rohani tanpa buang waktu masuk gereja? Mungkin sekali mereka justru malah menjauhi gereja?

Bagaimana IKON Kerajaan Allah itu?
1. Hidup wajar
2. Hati nurani harus hidup
3. Kedewasaan pribadi
4. Kesehatan jiwa
5. Hukum Allah.

“Jangan bersembunyi dalam bungkusan gereja, bila mau menjadi murid Yesus….” Jadilah CONTOH IKON Kerajaan Allah yang sejati, asli bukan bungkusnya saja.

(Sumber dari broadcast BBM pak Gembala)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s