Monthly Archives: September 2012

Mengapa Pria?

Standard

Pria perlu “diajar untuk memikul tanggung jawab”, dengan berani Cole menyatakan, “Kedewasaan berarti memikul tanggung jawab.” Bertanggung jawab berarti memegang teguh ucapan, dan dengan demikian menjadi seorang pria yang memiliki integritas. Pria seperti ini akan memandang ucapan mereka sebagai jaminannya.

Untuk para pria yang ingin menjadi ayah yang berhasil, ia terus-menerus mengatakan, “Terima panggilan itu — jadilah laki-laki (Ayah) di rumah.” Anak-anak mempunyai empat macam kebutuhan utama: keintiman, disiplin, kasih, dan nilai. Keempat kebutuhan tersebut merupakan unsur untuk bertumbuh secara normal dan harus diperoleh di rumah. Jika tidak, anak-anak akan mencarinya di tempat lain dan mungkin “akan gagal di sekolah atau akan mengikuti figur ayah yang lain”.

Sebelum pria generasi sekarang mendapat pewahyuan mengenai betapa penting peran dan dampak seorang ayah terhadap keturunannya, maka anak-anak generasi sekarang akan bertumbuh menjadi pria dewasa yang tanpa bekal atau persiapan. Namun demikian, anak-anak tidak selalu mau mendengarkan nasihat orangtuanya, tetapi mereka selalu meniru.

Mengenai bagaimana seorang pria seharusnya memperlakukan istrinya, banyak yang ingin dikatakan oleh Cole. Pria seharusnya “membimbing, menjaga, memerintah, mengarahkan, melindungi, mengoreksi, memelihara, menghargai, mengingatkan” — ini sebuah pola yang sejalan dengan firman dan teladan Tuhan. Ia mendorong para pria untuk memperlakukan istri mereka sebagai sesama ahli waris, atau jika tidak, menurut 1 Petrus 3:7, “doa-doamu tak akan dijawab”. Hidup seorang pria dapat dirangkum dalam tiga kata: pengelolaan, hubungan, dan kepemimpinan. Uang dan seks, tambahnya, “adalah dari Tuhan untuk mengasihi dan memberi, bukan untuk memuaskan hawa nafsu dan mendapatkan apa yang diinginkan diri sendiri.”

Selama lebih dari 20 tahun Ed Cole berkeliling dunia, menantang para pria dari berbagai kebudayaan dan bangsa untuk melakukan satu hal saja, yaitu menjadi seorang pria. Pesannya, seperti kebutuhan yang ia lihat di seluruh dunia, tidak pernah berubah. Sudah menjadi keharusan agar para pria bangkit dan mengambil otoritas rohani di dalam rumah dan keluarga. Tidak adanya seorang ayah telah mengakibatkan tingginya angka statistik penggunaan obat-obatan terlarang, kehamilan di usia muda, dan tindakan kekerasan di kalangan pemuda.

Sekarang ini, hampir 40% dari semua anak Amerika tidak hidup bersama ayah mereka karena perceraian ataupun kehamilan di luar nikah. Efeknya dapat dilihat: 60 persen pemerkosa, 72 persen pembunuh berusia remaja, dan 70 persen anak-anak yang berada di dalam institusi rehabilitasi adalah mereka yang bertumbuh tanpa seorang ayah.

Para pria di mana saja dibesarkan untuk “menjadi pria”. Standar kedewasaan pria adalah sebagai berikut: kedewasaan pria dan keserupaan Kristus adalah sama. Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, tetapi menjadi pria sejati adalah masalah pilihan. Seorang pria adalah pemimpin atas rumah tangganya dan ciri khas seorang pemimpin adalah bertanggung jawab. Katakanlah kepada istri Anda setiap hari bahwa dia adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk Anda, dan Anda mencintainya.

Bagi pria sejati: dosa adalah dosa, dosa bukanlah sekadar masalah. Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba.

(Disadur dari tulisan Edwin Louis Cole).

(Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi September 2012)

Advertisements

Kisah Gembala yang Lanjut Usia

Standard

Pada tahun 1800-an, di sebuah gereja kecil di Skotlandia, para diaken mendatangi gembala mereka yang telah lanjut usia dan berkata, “Kami merasa bahwa Anda sudah waktunya mengundurkan diri sebagai gembala kami. Tahun lalu Anda hanya memenangkan satu jiwa, seorang anak laki-laki berumur sembilan tahun.” Nama anak itu adalah Robert. Gembala ini membawa ke rumahnya karena keluarga anak itu tidak bisa lagi merawatnya.

Ada ikatan batin yang kuat yang berkembang di antara mereka. Tetapi kini gembala berusia lanjut ini telah dipecat dari gerejanya dan pergi dari sana. Dan bekas gembala ini menjadi terpisah dari anak itu. Tetapi hampir dua puluh tahun kemudian, anak itu menjadi cendekiawan yang hebat dan menerjemahkan Alkitab ke dalam berbagai bahasa. Namanya Robert Moffat. Dia bertumbuh dewasa menjadi orang yang di kemudian hari akan menarik perhatian raja-raja dan dikenal di seluruh dunia sebagai bapak misi luar negeri.

Dalam satu pidatonya di sebuah universitas bahasa Inggris, Moffat berkata, “Ada satu daratan di Afrika Utara yang belum pernah dijangkau oleh Injil. Saya melihat asap dari ribuan pedesaan yang belum pernah mendengar Injil.” “Harus ada seseorang yang ke sana.” Di tengah para hadirin itu ada seorang murid yang duduk di bangku kedua dari belakang di sebelah kanan. Pemuda itu berkata pada dirinya sendiri, Akulah orangnya. Nama pemuda itu adalah David Livingstone.

Bertahun-tahun sebelumnya, banyak orang percaya bahwa gembala berusia lanjut di Skotlandia itu gagal. Mereka tidak pernah tahu betapa besar pengaruh pengabdiannya atas seorang anak yang bertahun-tahun kemudian akan menghasilkan ribuan misionaris dan jiwa-jiwa baru. Charles Crabtree, pemimpin gereja Assemblies of God berkata, “Yang Anda raih dalam hidup ini tidaklah sepenting dengan apa yang Anda gerakkan.”

Saya sungguh-sungguh rindu melihat suatu saat kita semua akan mendengar Dia berkata, “Baik sekali perbuatanmu, hai hamba-Ku yang baik dan setia.” Banyak orang yang memulai hal ini dengan baik, tetapi tidak banyak yang menyelesaikannya. Setelah semuanya usai, bagaimana Anda akan dikenang?

(Disadur dari tulisan: Bill Wilson)

(Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi September 2012)

Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

Standard

“Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan..” (Yesaya 44:2).

Allah tidak bermain dadu. (Albert Einstein)

Anda ada bukan karena kebetulan. Kelahiran Anda bukanlah suatu kesalahan atau kesialan, dan kehidupan Anda bukanlah yang tidak diharapkan alam. Orangtua Anda mungkin tidak merencanakan keberadaan Anda, tetapi Allah merencanakannya. Dia tidak terkejut sama sekali dengan kelahiran Anda. Sesungguhnya, Dia mengharapkannya. Jauh sebelum Anda ada dalam benak orangtua Anda, Anda sudah ada dalam pikiran Allah. Dia memikirkan Anda terlebih dulu.

Bukan karena nasib, bukan karena kesempatan, bukan karena keberuntungan, juga bukan karena kebetulan, Anda bernafas saat ini. Anda hidup karena Allah ingin menciptakan Anda. Alkitab berkata, “Tuhan akan menggenapi tujuan-Nya bagiku.” (Mazmur 138:8a [NIV]).

Allah merancang setiap bagian tubuh Anda. Dia dengan terencana memilih ras Anda, warna kulit Anda, rambut Anda, dan setiap karakteristik lainnya. Dia merancang dan membuat tubuh Anda seperti yang Dia inginkan. Dia juga menentukan talenta-talenta alami yang akan Anda miliki dan keunikan dari kepribadian Anda. Alkitab berkata, “Engkau mengenalku lahir dan batin, Engkau mengenal setiap tulang dalam tubuhku; Engkau mengetahui persis bagaimana aku dijadikan, sedikit demi sedikit, bagaimana aku dipahat dari kehampaan menjadi sesuatu.” (Mazmur 139:15 [Msg]).

Karena Allah membuat Anda untuk suatu alasan, Dia juga memutuskan kapan Anda akan dilahirkan dan berapa lama Anda akan hidup. Dia terlebih dulu sudah merencanakan hari-hari hidup Anda, memilih waktu yang tepat untuk kelahiran dan kematian Anda. Alkitab berfirman, “Sebelum aku lahir, Engkau telah melihat aku. Sebelum aku mulai bernafas, Engkau telah merencanakan setiap hari hidupku. Setiap hariku tercantum dalam kitab itu.” (Mazmur 139:16 [FAYH]). Allah juga merencanakan di mana Anda akan dilahirkan dan di mana Anda akan hidup untuk tujuan-Nya.

Allah memiliki rencana ketika menciptakan Anda. Allah mengetahui bahwa orangtua Anda benar-benar memiliki sifat-sifat genetik yang tepat untuk menciptakan “Anda” yang sudah ada dalam pikiran-pikiran-Nya. Mereka memiliki DNA yang Allah inginkan untuk menjadikan Anda. Allah tidak pernah melakukan apapun secara kebetulan, dan Dia tidak pernah membuat kesalahan. Dia memiliki alasan untuk segala sesuatu yang Dia ciptakan. Motivasi-Nya dalam menciptakan Anda adalah kasih-Nya. Alkitab mengatakan, “Jauh sebelum dunia dijadikan Allah telah merancang kita di dalam pikiran-Nya, menetapkan kita sebagai pusat kasih-Nya.” (Efesus 1:4a [Msg]).

Dr. Michael Denton, rekan penelitian senior dalam bidang genetika molekuler manusia di Universitas Otago di New Zealand, menyimpulkan,

“Segala bukti yang ada dalam ilmu biologi mendukung gagasan inti.. Bahwa kosmos adalah suatu keutuhan yang dirancang secara khusus dengan kehidupan dan umat manusia sebagai sasaran dan tujuan dasar, suatu keutuhan yang di dalamnya semua segi realitas memiliki makna dan penjelasannya dalam fakta sentral ini.” (Michael Denton, Nature’s Destiny: How the Laws of Biology Reveal Purpose in the Universe [New York: Free Press, 1998], 389).

Alkitab mengatakan hal yang sama ribuan tahun sebelumnya: “Dialah Allah–yang membentuk bumi.. Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami.” (Yesaya 45:18 [AITB]). Mengapa Allah bersusah payah menciptakan alam semesta bagi kita? Karena Dia adalah Allah yang mengasihi. Anda diciptakan sebagai sasaran khusus dari kasih Allah! Allah menjadikan Anda supaya Dia dapat mengasihi Anda. Inilah sebuah kebenaran untuk dijadikan landasan kehidupan Anda.

Puisi yang ditulis oleh Russell Kelfer merangkumnya:

Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna, disebut lelaki atau perempuan khusus milik Allah.

Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Allah kita tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan,
Anda benar-benar sesuai dengan gambaran yang ingin Dia ciptakan.

Orangtua yang Anda miliki adalah orangtua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencana Allah
Dan mereka memiliki meterai Tuhan.

Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Allah menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkan-Nya untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya.

Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Allah!

(Disadur dari tulisan Rick Warren)

(Pernah dimuat di Buletin Phos edisi September 2012)

Speak Vision

Standard

Subject: Speak Vision

“The tongue has the power of life and death, and those who love it will eat its fruit.” (Proverbs 18:21, NIV)

Every word you speak matters. Something you say may seem insignificant to you, but to someone else those words can be life changing. When you use your words to lift someone’s spirit and speak words of vision and life over them, you are depositing seeds that will last throughout eternity.

It’s especially important to speak vision into our children. As a parent, grandparent, aunt, uncle, teacher or friend, the children in your life need to hear on a regular basis that they can do something great with their lives. As parents, our words carry incredible weight. That’s why you should never put a child down. Don’t ever say, “You’re slow, clumsy or dumb. Why can’t you make good grades like your sister? Why can’t you hit the baseball like your cousin?” Those words are seeds. They can take root and affect that child many years later. Too many people have been crippled by low expectations. But today, all of that can change. Today, you can start to speak vision over yourself and over the people in your life. Today, you can call out the seeds of greatness in others and stir up the gift of God inside. Today, speak life, speak hope and speak vision!

A PRAYER FOR TODAY
Father, today I choose to speak life. I choose to speak hope. I choose to speak vision. Let me see the people in my life the way You see them. Let me see the potential You have placed in them so that I can call forth their seeds of greatness in Jesus’ name. Amen.

— Joel & Victoria Osteen

Bukan Pemimpin Karbitan

Standard

Subject: Bukan Pemimpin Karbitan

(Keluaran 18:21a)

Seorang pemimpin sebaiknya adalah orang yang seharusnya telah mempunyai track record yang baik, itulah juga yang dinasihatkan Yitro, mertua Musa, tentang orang yang pantas diangkat menjadi pemimpin. Dan untuk memiliki “rekam jejak” yang baik harus melalui suatu proses pembuktian.

Alm. Pdt Eka Darmaputera mengatakan bahwa kepemimpinan yang baik seharusnya bertumbuh melalui suatu proses yang berlangsung alamiah, bukan “karbitan”, seperti halnya sebuah tanaman, ia tidak mendadak ada sebagai pohon yang besar. Dimulai dari benih yang kecil, lalu bertumbuh menjadi tunas yang lemah, baru lambat laun bertumbuh besar menjadi sebuah pohon. Ini pun, awalnya hanya sebuah pohon yang tidak menghasilkan apa-apa, baru kemudian menjadi sebuah pohon yang rimbun daunnya sehingga mampu menaungi dan mengayomi orang dari sengatan terik matahari.

Karena itu seorang pemimpin perlu melalui proses. Yesus memberi contoh melalui perjalanan hidup-Nya sendiri, suatu proses yang sama sekali tidak menarik perhatian, jauh dari gemerlapan, bahkan lebih menampilkan kesederhanaan. Kelemahan yang paling menyolok dari situasi kepemimpinan kita sekarang ini adalah “ketidaksabaran”, dalam mencanangkan sesuatu, seluruh daya, tenaga dan upaya cenderung hanya pada hasil, bukan proses. Akibatnya terlalu banyak “tokoh” yang menjadi pemimpin bukan karena berhasil membina diri sendiri sedemikian rupa, tapi seringkali karena ambisi pribadi atau golongan dan untuk mencapainya mereka rela melakukannya dengan menghalalkan segala cara.

(Disadur dari BBM pak Gembala)

Live with an Eternal Perspective

Standard

“…It is more blessed to give than to receive.” (Acts 20:35, NIV)

So much of our culture is inward focused. People are conditioned to think, “What’s in it for me?” But the most rewarding way to live is not with the attitude, “How can I get blessed today?” No, if we are always self-focused wondering how we can benefit, that’s living with a shallow, temporary mentality. Instead of looking out only for your good, turn it around and say, “How can I be a blessing to others? Who can I inspire to rise higher? What seeds of greatness can I call forth out of someone?” Friend, that’s living at a higher level.

Today, I encourage you to be on the lookout for ways to be a blessing to other people. It’s amazing how one word of encouragement can change the direction of a person’s life forever. When you reach out and speak faith over others, when you speak vision and cause others to rise higher, something supernatural happens to your own life. It won’t be long before you see yourself excelling and rising up higher when you live with an eternal perspective!

A PRAYER FOR TODAY
Father, help me to live with an eternal perspective. Help me to stay focused on meeting the needs of others. Let me be Your hands and feet, let me be Your mouthpiece and bring You glory in everything I do in Jesus’ name. Amen.

— Joel & Victoria Osteen

Push People Up

Standard

“Two are better than one…if either of them falls down, one can help the other up…” (Ecclesiastes 4:9–10, NIV)

We all need somebody to believe in us more than we believe in ourselves. We all need people who will push us up, so to speak. After all, there are enough people trying to push us down in life. There are enough people telling us what we can’t become and how we don’t have what it takes.

I know in my own life, I wouldn’t be half of who I am if it were not for Victoria. She has spoken so much faith into me. She has called out the potential on the inside.

I believe we all have the responsibility to do this for others. Let’s push people up. Let’s look with our eyes of faith and see their potential and tell them what they can become. If you will be that person for somebody else, God will make sure somebody will be that person for you.

Friend, every person has seeds of greatness inside. You can cause your children to rise to a new level. You can be the catalyst for your family to do things they never thought possible. Your words have creative power. When you speak vision, that can be the seed God uses to thrust them to a new level.

A PRAYER FOR TODAY
Father, today I commit to push people up. I choose to speak life and call forth the seeds of greatness within. Thank You for using me to help others fulfill their destiny in Jesus’ name. Amen.

— Joel & Victoria Osteen