Kisah Gembala yang Lanjut Usia

Standard

Pada tahun 1800-an, di sebuah gereja kecil di Skotlandia, para diaken mendatangi gembala mereka yang telah lanjut usia dan berkata, “Kami merasa bahwa Anda sudah waktunya mengundurkan diri sebagai gembala kami. Tahun lalu Anda hanya memenangkan satu jiwa, seorang anak laki-laki berumur sembilan tahun.” Nama anak itu adalah Robert. Gembala ini membawa ke rumahnya karena keluarga anak itu tidak bisa lagi merawatnya.

Ada ikatan batin yang kuat yang berkembang di antara mereka. Tetapi kini gembala berusia lanjut ini telah dipecat dari gerejanya dan pergi dari sana. Dan bekas gembala ini menjadi terpisah dari anak itu. Tetapi hampir dua puluh tahun kemudian, anak itu menjadi cendekiawan yang hebat dan menerjemahkan Alkitab ke dalam berbagai bahasa. Namanya Robert Moffat. Dia bertumbuh dewasa menjadi orang yang di kemudian hari akan menarik perhatian raja-raja dan dikenal di seluruh dunia sebagai bapak misi luar negeri.

Dalam satu pidatonya di sebuah universitas bahasa Inggris, Moffat berkata, “Ada satu daratan di Afrika Utara yang belum pernah dijangkau oleh Injil. Saya melihat asap dari ribuan pedesaan yang belum pernah mendengar Injil.” “Harus ada seseorang yang ke sana.” Di tengah para hadirin itu ada seorang murid yang duduk di bangku kedua dari belakang di sebelah kanan. Pemuda itu berkata pada dirinya sendiri, Akulah orangnya. Nama pemuda itu adalah David Livingstone.

Bertahun-tahun sebelumnya, banyak orang percaya bahwa gembala berusia lanjut di Skotlandia itu gagal. Mereka tidak pernah tahu betapa besar pengaruh pengabdiannya atas seorang anak yang bertahun-tahun kemudian akan menghasilkan ribuan misionaris dan jiwa-jiwa baru. Charles Crabtree, pemimpin gereja Assemblies of God berkata, “Yang Anda raih dalam hidup ini tidaklah sepenting dengan apa yang Anda gerakkan.”

Saya sungguh-sungguh rindu melihat suatu saat kita semua akan mendengar Dia berkata, “Baik sekali perbuatanmu, hai hamba-Ku yang baik dan setia.” Banyak orang yang memulai hal ini dengan baik, tetapi tidak banyak yang menyelesaikannya. Setelah semuanya usai, bagaimana Anda akan dikenang?

(Disadur dari tulisan: Bill Wilson)

(Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi September 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s