Mengapa Pria?

Standard

Pria perlu “diajar untuk memikul tanggung jawab”, dengan berani Cole menyatakan, “Kedewasaan berarti memikul tanggung jawab.” Bertanggung jawab berarti memegang teguh ucapan, dan dengan demikian menjadi seorang pria yang memiliki integritas. Pria seperti ini akan memandang ucapan mereka sebagai jaminannya.

Untuk para pria yang ingin menjadi ayah yang berhasil, ia terus-menerus mengatakan, “Terima panggilan itu — jadilah laki-laki (Ayah) di rumah.” Anak-anak mempunyai empat macam kebutuhan utama: keintiman, disiplin, kasih, dan nilai. Keempat kebutuhan tersebut merupakan unsur untuk bertumbuh secara normal dan harus diperoleh di rumah. Jika tidak, anak-anak akan mencarinya di tempat lain dan mungkin “akan gagal di sekolah atau akan mengikuti figur ayah yang lain”.

Sebelum pria generasi sekarang mendapat pewahyuan mengenai betapa penting peran dan dampak seorang ayah terhadap keturunannya, maka anak-anak generasi sekarang akan bertumbuh menjadi pria dewasa yang tanpa bekal atau persiapan. Namun demikian, anak-anak tidak selalu mau mendengarkan nasihat orangtuanya, tetapi mereka selalu meniru.

Mengenai bagaimana seorang pria seharusnya memperlakukan istrinya, banyak yang ingin dikatakan oleh Cole. Pria seharusnya “membimbing, menjaga, memerintah, mengarahkan, melindungi, mengoreksi, memelihara, menghargai, mengingatkan” — ini sebuah pola yang sejalan dengan firman dan teladan Tuhan. Ia mendorong para pria untuk memperlakukan istri mereka sebagai sesama ahli waris, atau jika tidak, menurut 1 Petrus 3:7, “doa-doamu tak akan dijawab”. Hidup seorang pria dapat dirangkum dalam tiga kata: pengelolaan, hubungan, dan kepemimpinan. Uang dan seks, tambahnya, “adalah dari Tuhan untuk mengasihi dan memberi, bukan untuk memuaskan hawa nafsu dan mendapatkan apa yang diinginkan diri sendiri.”

Selama lebih dari 20 tahun Ed Cole berkeliling dunia, menantang para pria dari berbagai kebudayaan dan bangsa untuk melakukan satu hal saja, yaitu menjadi seorang pria. Pesannya, seperti kebutuhan yang ia lihat di seluruh dunia, tidak pernah berubah. Sudah menjadi keharusan agar para pria bangkit dan mengambil otoritas rohani di dalam rumah dan keluarga. Tidak adanya seorang ayah telah mengakibatkan tingginya angka statistik penggunaan obat-obatan terlarang, kehamilan di usia muda, dan tindakan kekerasan di kalangan pemuda.

Sekarang ini, hampir 40% dari semua anak Amerika tidak hidup bersama ayah mereka karena perceraian ataupun kehamilan di luar nikah. Efeknya dapat dilihat: 60 persen pemerkosa, 72 persen pembunuh berusia remaja, dan 70 persen anak-anak yang berada di dalam institusi rehabilitasi adalah mereka yang bertumbuh tanpa seorang ayah.

Para pria di mana saja dibesarkan untuk “menjadi pria”. Standar kedewasaan pria adalah sebagai berikut: kedewasaan pria dan keserupaan Kristus adalah sama. Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, tetapi menjadi pria sejati adalah masalah pilihan. Seorang pria adalah pemimpin atas rumah tangganya dan ciri khas seorang pemimpin adalah bertanggung jawab. Katakanlah kepada istri Anda setiap hari bahwa dia adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk Anda, dan Anda mencintainya.

Bagi pria sejati: dosa adalah dosa, dosa bukanlah sekadar masalah. Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba.

(Disadur dari tulisan Edwin Louis Cole).

(Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi September 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s