Tidak Melewatkan Peluang

Standard

Alkisah ada seorang pemuda yang ingin menikahi gadis cantik, putri dari seorang petani. Pemuda itu datang ‎​kepada si petani untuk meminta izin melamar anaknya. Si petani mengamati pemuda itu, lalu berkata, “Nak, pergilah ke padang. Aku akan melepaskan 3 ekor banteng, satu per satu. Kalau kau bisa menangkap pada bagian ekor dari salah satu 3 banteng itu, kau kuijinkan untuk menikahi putriku.”

Lalu pemuda itu berdiri di padang, menunggu banteng pertama dilepaskan. Pintu gudang terbuka dan keluarlah banteng yang bertampang jahat dan berukuran besar yang pernah dilihatnya. Pemuda itu memutuskan untuk diam dan menunggu, sembari berharap bahwa 2 banteng yang lain pasti akan lebih baik dan jinak dari pada yang satu ‎​ini. Dia pun berlari menepi ke pinggir dan membiarkan banteng itu berlalu melewati padang hingga ke gerbang belakang.

Lalu pintu gudang terbuka lagi. Tak disangka selama hidupnya, dia tidak pernah melihat banteng sebesar dan segalak ini. Banteng itu berdiri sambil mengais-ngais tanah, melenguh, air liurnya menetes, sementara matanya menatap tajam pemuda itu. Bagaimanapun, pikir pemuda ini, penampilan banteng berikutnya pasti pilihan yang jauh lebih baik dari pada yang kedua ini. Si pemuda pun berlari ke pagar dan membiarkan banteng kedua itu berlalu begitu saja melewati padang dan keluar menuju gerbang belakang.

Pintu kembali terbuka untuk ketiga kalinya. Seulas senyum lebar muncul di wajah pemuda itu. Kali ini banteng yang muncul hanyalah berukuran kecil, terlihat lemah, dan kurus kering. Si pemuda yakin sekali bahwa ini adalah banteng untuk dirinya. Ketika banteng itu berlari, si pemuda segera bersiap-siap hendak melompat di saat yang tepat. Dia pun berhasil menangkapnya. Tetapi.. Sayangnya, banteng itu tidak memiliki ekor!

Seperti cerita ilustrasi di atas, kehidupan ini penuh dengan peluang. Sebagian peluang akan terasa mudah dan ringan untuk dikerjakan. Sebagian lagi mungkin terlihat sulit dan berat. Namun, begitu kita melewati peluang-peluang tersebut (seringkali dengan harapan akan mendapat sesuatu yang jauh lebih baik), semua peluang itu justru tidak akan pernah muncul kembali. Maka, berusahalah untuk menangkap peluang yang ada di depan mata, meski kelihatannya sukar dan berat. Karena, kesempatan yang sama tidak akan terulang kedua kalinya. (Disadur dari broadcast BBM).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s