9 Kalimat Terlarang, Bagian Kedua (Habis)

Standard

6. Awas Kalau Nanti..

Kata ‘awas’ yang sifatnya ancaman atau menakuti dengan harapan Si Kecil akan patuh pada perintah Anda bukanlah ide yang baik untuk mendisiplinkan Si Kecil. “Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 80 persen anak usia 2-3 tahun akan mengulangi apa yang Anda larang di hari yang sama tidak peduli tipe disiplin apa yang Anda gunakan,” ungkap Murray Straus, Ph.D., dari Universitas New Hampsire, Family Research Lab.

Daripada mengancam, lebih baik katakan keinginan Anda dengan tegas namun lembut, misalnya ketika Si Kecil merengek minta dibelikan mainan, katakan padanya, “Kalau kamu terus merengek seperti itu, kita akan pulang sekarang. Tapi kalau kamu berhenti merengek, kita akan tetap di toko ini dan memilih belanjaan bersama.” Kemudian tepati pernyataan Anda dengan tindakan.

7. Tunggu Sampai Ayah Pulang..

Kalimat ancaman seperti ini sebenarnya sangat tidak adil bagi pihak ‘Ayah’, sebab membuat seorang Ayah seolah sosok yang menakutkan dan suka memberi hukuman. Walaupun, ketika pulang sang Ayah, mungkin, tidak memberikan hukuman apapun padanya, tapi perasaan ketakutan selama menanti kepulangan Ayahnya pasti sangat menyiksa. Jika memang Si Kecil patut diberi hukuman, akan lebih efektif jika Anda segera melakukannya supaya ia segera menyadari apa kesalahannya. Misalnya, “Kamu memukul adikmu dan itu tidak baik. Mama minta kamu masuk ke kamarmu dan tidak boleh menonton TV sampai sore.”

8. Sini Biar Mama Saja Yang Menyelesaikan!

Sekilas, terdengar tidak ada yang salah dengan kalimat ini, karena sebenarnya tujuan Anda adalah membantu Si Kecil dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya. Namun, jika Anda selalu mengambil alih pekerjaan Si Kecil, maka ia akan terbiasa bergantung pada Anda dan ia tidak akan pernah bisa mandiri. Hal yang perlu Anda lakukan adalah beri Si Kecil kepercayaan bahwa ia bisa melakukan apa yang ia kerjakan sampai selesai.

9. Malu Dong..

“Malu dong, masa sudah besar minta disuapi.” Atau “Sudah punya adik tapi kok masih cengeng saja.” Kalimat-kalimat seperti itu biasanya diucapkan orangtua dengan harapan Si Kecil akan merasa malu dan mau mengubah sikapnya sesuai dengan yang diinginkan. Masalahnya, balita kadang belum dapat memahami rasa malu akibat kesalahan yang diperbuatnya. Jika Anda terlalu sering mengatakan hal ini, maka mereka bisa saja berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukannya selalu salah di mata Anda. Jadi berhati-hatilah dengan ucapan Anda.

Saat berbicara dengan Si Kecil gunakan:

– Kalimat pendek. Lebih baik menggunakan kalimat pendek untuk meminta Si Kecil melakukan sesuatu yang benar daripada melarang mereka berhenti melakukan yang salah. Misalnya, “Makan yang sehat,” lebih baik daripada, “Jangan makan cokelat itu.”
– Kalimat dan pesan positif yang diulang lebih baik daripada larangan yang diulang.
– Nada lembut tapi tegas. Dibanding nada marah dan tajam karena hanya akan menimbulkan reaksi emosional Si Kecil bukan proses berpikir.

– Saat berbicara sebaiknya ajak Si Kecil duduk, atau buat posisi mata Anda sejajar dengan matanya. Ini supaya Anda mendapatkan perhatiannya, dan ia tetap fokus dengan apa yang akan Anda katakan. Tapi, pastikan kontak mata Anda tidak terlalu intens sehingga Si Kecil menganggap pandangan mata itu sebagai cara ‘berkomunikasi’ bukan ‘mengontrol’.
– Awali kalimat yang berisi permintaan dengan menyebutkan nama Si Kecil, misalnya “Sally, bisa tolong..”
– Sesuaikan pengarahan Anda dengan usia Si Kecil. Semakin kecil usianya, sebaiknya kalimat yang Anda gunakan semakin pendek dan sederhana. Pertimbangkan tingkat pemahaman anak Anda.
– Jangan berteriak! Ketika Anda sedang emosi, sebaiknya pulihkan emosi Anda terlebih dahulu.

(Ditulis dari: Majalah Mother & Baby)

[Pernah dimuat di Buletin Phos edisi Oktober 2012]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s