Lakukan dengan Sungguh-sungguh

Standard

“Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit, harus dilaksanakan dengan tekun untuk keperluan rumah Allah semesta langit, supaya jangan pemerintahan raja serta anak-anaknya kena murka.“ (Ezra 7 : 23)

“Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.” (Amsal 8 : 17)

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36)

Kesungguhan atau keseriusan merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan. Banyak orang yang memiliki ide yang bagus dan cemerlang namun hanya dapat membuahkan hasil yang biasa-biasa saja karena kurang serius dalam membuat perencanaan dan melakukan tindakan. Kesungguhan berarti melakukan dengan segenap hati, pikiran, tenaga dan kemampuan di dalam semangat serta dengan penuh rasa tanggung jawab.

Kita harus bersungguh – sungguh dalam segala hal, baik dalam bekerja, belajar, berdoa, memberitakan firm\an, melayani dan sebagainya. Orang yang bersungguh – sungguh adalah orang yang disiplin, membuat rencana dengan baik, tidak mudah menyerah, bekerja keras dan tuntas, tidak mendua hati (berfokus), dan sepenuh hati, pikiran, tenaga dan kemampuan.

Lawan dari kesungguhan adalah “asal-asalan”. Orang yang bekerja asal-asalan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. orang seperti ini tidak akan bekerja tuntas dan cenderung mudah lupa akan tugas dan tanggung jawabnya. Kualitas yang dihasilkan juga tidak pernah memuaskan dan bahkan cenderung buruk.

Bagaimana kita dapat bersungguh – sungguh dalam segala hal?

 Pertama, sadari bahwa segala yang kita lakukan adalah untuk Tuhan (Ef. 6 : 5-7 ; Kol. 3 : 23) dan kemuliaan-Nya (1 Kor. 10 : 31).
 Kedua, sadari bahwa sebagai ciptaan Tuhan kita harus menghasilkan karya yang berguna (membawa dampak) bagi kemajuan orang lain dan kehidupan.
 Ketiga, sadari bahwa kita harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Tuhan kelak.
 Keempat, kita akan memperoleh hadiah atau upah sesuai dengan kesungguhan kita (Flp. 3 : 13 – 14; Ef. 6 : 8; Kol. 3 : 23-24).
 Kelima, sadari bahwa kita memiliki potensi yang besar dan hanya dapat dikembangkan di dalam kesungguhan.
 Keenam, memiliki visi dan tujuan ilahi yang akan dicapai dalam hidup. Orang yang tidak memiliki visi dan tujuan tidak mungkin dapat bersungguh – sungguh dalam hidup dan menjalankan tugas.

Merasakan:

1. Apakah ciri-ciri orang yang “sungguh-sungguh” dalam melakukan sesuatu?
2. Menurut penilaian Anda sendiri, apakah Anda termasuk orang yang “sungguh-sungguh” atau orang yang “asal-asalan”?
3. Apa rencana Anda supaya dapat bersungguh-sungguh dalam kerohanian dan pelayanan?

(Ditulis dari Renungan CG di Gereja)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s