Tidak Hidup di Dunia yang Adil

Standard

“Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan.” (Pengkhotbah 3:16).

Gonjang ganjing masalah peradilan di negara kita ini memang tidak akan ada habisnya, bahkan institusi tertinggi dalam penegakan hukum pun disinyalir penuh dengan kebobrokan. Makanya tidak heran kalau orang diminta untuk menjadi saksi di pengadilan, berusaha menghindar, karena tidak ada kepastian hukum dan keadilan, bisa-bisa malah dia terseret ke dalam perkara itu.

Banyak yang berkata bahwa keadilan tidak bisa dicari, keadilan harus dibeli. Tapi hal ini tidaklah mengherankan, Pengkhotbah sudah menuliskannya dan pada jaman Yesus pun mahkamah agama pun penuh dengan ketidakadilan. Alkitab berkata: “Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,” (Matius 26:59).

Memang sulit mencari keadilan, menurut Thomas Nagel dalam buku “The Problem of Global Justice”, mengatakan alasannya karena kita tidak hidup di dunia yang adil. Ketidakadilan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan masa kini, keadilan menjadi transaksi jual beli, suap menyuap. Di dalam kitab Mikha pun, kasus suap menyebabkan Tuhan murka, begitu bobroknya para penegak hukum, imam, bahkan nabi..

“Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: “Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!”” (Mikha 3:11).

Firman Tuhan mengingatkan kita agar, “Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.” (Keluaran 23:8).

Janganlah kita hidup semena-mena, sewenang-wenang, mentang-mentang berkuasa, mentang-mentang bisa menentukan orang masuk penjara, mentang-mentang kaya, karena suatu saat kita akan menghadapi pengadilan Allah.

(Disadur dari broadcast pak Gembala..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s