Kasih Tanpa Syarat

Standard

Kisah kehidupan setiap istri berbeda, tetapi semua istri mempunyai kebutuhan akan kasih dan penerimaan tanpa syarat yang sama. Kita semua membutuhkan kasih, tetapi kita paling membutuhkannya ketika paling tidak berhak menerimanya–ketika kita telah berdosa terhadap seseorang, ketika telah mengambil pilihan-pilihan yang keliru, ketika kita telah gagal. Dalam situasi semacam ini, kasih yang biasa harus menjadi kasih yang luar biasa.

Bila Anda mengasihi istri Anda tanpa syarat, Anda mencerminkan kasih Allah kepadanya. Dia membutuhkan Anda untuk mengelilinginya dengan kehadiran, kelembutan, dan kerinduan Anda untuk membantunya pulih. Ambillah waktu dan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kepercayaan dan kesetiaan kepadanya, serta mengasihi istri Anda sebagaimana Allah mengasihinya. Kasih tanpa syarat mempunyai kuasa untuk mengubah istri Anda.

Kapan istri Anda membutuhkan kasih tanpa syarat Anda?

Pertama. Mengasihi pada titik kesedihannya yang paling utama. Mungkin bidang kesedihannya adalah sesuatu yang dilakukannya di masa lalu (sesuatu yang masih menghantuinya), mungkin juga ia tidak dapat melupakan sebuah hubungan yang menurut anggapannya telah dihancurkan olehnya atau suatu peristiwa yang dipandang sebagai kegagalannya.. Direncanakan atau tidak, perubahan-perubahan pasti membawa pengaruh kepada seorang wanita. Pada saat-saat seperti itu, ia sangat membutuhkan hubungan emosional Anda ketika Anda berbagi kesedihan itu dengannya.

Kedua. Mengasihi pada titik kelemahannya yang paling utama. Banyak wanita berusaha keras untuk memberi kesan yang baik pada semua orang sampai akhirnya mereka tidak menyenangkan siapa pun, termasuk diri mereka sendiri. Takut gagal dan menghabiskan banyak waktu untuk membandingkan dirinya dengan orang lain dapat menjadi bidang kelemahan lain bagi kaum wanita.

Anda dapat membesarkan hati istri Anda pada titik kelemahan ini dengan mengingatkan bahwa ia sebenarnya menjalani hidupnya di hadapan yang Mahaesa dan sumber kepuasan yang sejati adalah hubungannya dengan Sang Pencipta. Tuhan menciptakan, merencanakan tujuan hidup, dan membentuknya untuk menyenangkan-Nya. Menilai dirinya sendiri tidak berdasarkan seberapa baik ia menyenangkan orang lain, tapi bagaimana ia menyenangkan hati Tuhan, dengan mencari wajah-Nya.

Ketiga. Mengasihi pada titik kegagalannya yang paling utama. Apa yang Anda lakukan ketika mengetahui tentang diri dan kesalahan istri Anda? Apakah Anda membesar-besarkannya? Apakah Anda menahan kasih Anda sampai ia memperbaiki kekurangan-kekurangannya? Apakah Anda menggunakan apa yang Anda lihat untuk menyakitinya? Apakah Anda melihat semua kekurangan dan kelemahan manusiawinya dan memilih untuk tetap mengasihinya? Apakah Anda memilih untuk mengasihinya sekalipun ia tidak berubah? Itulah kasih tanpa syarat.

Ketika istri gagal atau mengecewakan Anda atau orang lain, sikap pertama Anda–kata-kata Anda–akan menentukan apakah ia roboh di bawah tekanan atau bangkit mengatasi keadaannya. Kuasa penerimaan tanpa syarat selama masa sulit atau kegagalan dapat memulihkan jiwa seorang wanita yang terluka. Kemampuan Anda untuk mendampinginya selama jangka waktu yang panjang akan memberinya kekuatan untuk menjadi lebih kuat. Belas kasihan Anda memberinya ketabahan yang ia perlukan, ia dikuatkan dan didukung oleh pengetahuan bahwa ia tidak perlu menghadapinya sendirian.

Pujilah istri Anda tentang siapa dirinya. Ungkapkan kasih tanpa syarat Anda dengan kata-kata tentang: keterampilannya mengurus segala sesuatu, caranya menasihati wanita-wanita lain yang datang kepadanya meminta saran, bagaimana ia sabar menghadapi anak-anak, buah Roh yang Anda lihat dalam hidupnya, betapa baiknya ia memperlakukan keluarga dari pihak Anda, perspektifnya yang memberi Anda wawasan tambahan tentang orang-orang dan keadaan, bagaimana ia melepas segala sesuatu dalam hidupnya supaya Anda dapat mengejar impian Anda, kemampuannya untuk ramah ketika orang-orang bersikap kasar, dan tentang pertumbuhan rohaninya.

Ketika istri Anda mengungkapkan pendapatnya, kasihi ia dengan mendengarkan. Penerimaan dan pengertian semacam itu akan memberinya kesempatan untuk memproses pandangan, mencurahkan kecemasannya, dan menyikapi secara positif tanggapan Anda. Adalah penting bahwa Anda menciptakan suatu lingkungan yang aman baginya. Jangan meremehkan pentingnya peranan Anda: pertahankan suatu suasana berbagi-rasa di antara Anda berdua. Bahkan, ketika “saat bulanan” itu tiba-tiba, mundurlah dan biarkan ia mengungkapkan perasaan-perasaannya. Antisipasi siklus haidnya, dan pahamilah bahwa hormon-hormonnya sedang mempengaruhi emosinya.

Bila hari istri Anda penuh dengan kerja keras dan kebutuhan-kebutuhan keluarga yang tak ada habisnya, ia membutuhkan waktu bersama pria yang paling dikenalnya, dipercaya, dan menyenangkan dalam hidupnya. Anda tidak akan percaya betapa menyegarkan itu baginya. Usahakan adanya waktu bersama. Mintalah agar Allah membantu Anda mengasihi dan menerima istri Anda tanpa syarat–di tengah kesedihan, kerentanan dan kelemahannya. Kasihi ia sekalipun ia membuat Anda jengkel, sekalipun ia mengecewakan Anda, sekalipun ia tidak layak untuk Anda kasihi. Kasihi ia dengan kasih yang Kristus tunjukkan pada Anda: kasih yang tidak bersyarat. (Disadur dari tulisan Barbara Rosberg)

Pernah dimuat dalam Buletin Phos edisi Desember 2012..

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s