Krisis Keteladanan

Standard

PENYESATAN YANG TIDAK DISADARI:

Gereja selama ini telah menjaga dirinya dari masuknya pengaruh ajaran sesat. Mengingat begitu berbahayanya pengaruh pengajaran sesat bagi tubuh Kristus, maka beragam ajaran sesat telah berhasil di”cekal” atau di”tangkal”.

Tapi pernahkah kita berpikir bahwa mungkin kita tidak menyesatkan orang lewat pengajaran kita, tapi justru menyesatkan umat Tuhan lewat gaya hidup kita? Hal yang harus diingat bahwa 89% orang belajar dari apa yang dilihatnya dan 10% belajar dari apa yang didengarnya. Gaya hidup kita ternyata mengajar lebih powerfull dari kemampuan verbal kita.

Betapa menyedihkan di saat gereja Tuhan hari-hari ini mengalami krisis keteladanan (bukan krisis pengajaran). Beberapa “oknum” hamba-hamba Tuhan yang gaya hidupnya bertentangan dengan apa yang diajarkannya di mimbar, sebenarnya mereka sedang “menyesatkan” tubuh Kristus. Yang tubuh Kristus butuhkan sebenarnya bukanlah Pengkotbah hebat, tapi sosok yang menjadi “teladan” bagi hidup mereka.

Marilah memuridkan dunia bukan sekadar lewat pengajaran kita saja, tapi juga lewat gaya hidup Kerajaan Allah yang kita hidupi dalam keseharian kita. Dunia bukan hanya memiliki telinga yang mendengar ucapan kita, tapi juga memiliki mata yang melihat perilaku hidup kita!

Selamat menjadi teladan bagi dunia.

(Ditulis dari bbm pak Gembala)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s