Ringkasan Khotbah Joice Meyer (KKR Festival of Life)

Standard

KKR Festival of Life – Joyce Meyer (USA)
Gelora Bung Karno (GBK),
Jakarta, January 18, 2013.
Jurnalis: Jean O Christensen

Pre-note:

Sebelum saya mulai menulis catatan khotbah Joyce Meyer di Festival of Life, saya sadar tidaklah mudah bagi ibu Joyce Meyer untuk tetap mengadakan acara di Sentul International Convention Center dan GBK di tengah-tengah banjir di Jakarta. Hari Kamis dan Jumat tanggal 17&18 Januari 2013, banyak orang yang tidak bisa hadir sebagai akibatnya. Apa yang terjadi kalau hari itu (Jumat) hujan deras lagi dan banjir semakin tinggi? Tantangan sekali. Namun di dalam hati, saya bisa menangkap bagaimana kedekatan Joyce Meyer dengan Tuhan. Bagaimana dia tetap tenang dan percaya dalam doanya, bahwa peperangan itu milik Tuhan.

Dia hanya taat, walau iblis berusaha menghentikan dia berkhotbah. Hari Kamis, tanggal 17 Januari 2013, Joyce Meyer mulai berkhotbah di Sentul. Pada hari itu juga Jakarta hujan deras dan banjir melanda. Merupakan suatu sambutan yang “meriah” buat seorang Joyce Meyer saat berada di Indonesia. Pada hari Jumat dia berkhotbah di GBK, dengan kondisi Jakarta sedang darurat banjir. Berikut adalah catatan khotbah Joyce Meyer yang saya tulis..

Catatan Khotbah..

Saya menghabiskan waktu sekitar 50 jam untuk terbang dari Amerika, dengan pesawat pulang-pergi untuk melayani di Indonesia. Tentu hal itu sangatlah melelahkan, dengan padatnya jadwal pelayanan keliling dunia, untuk seorang nenek yang akan berusia 70 tahun pada bulan Juni nanti.

Saya tidak tahu bahwa tahun ini adalah siklus 5 tahunan banjir di Jakarta. Sehingga waktu saya mendengar dan melihat di Tv tentang apa yang sedang terjadi di Jakarta hari ini, saya secara pribadi merasa sedih melihat banyak yang menderita karena banjir. Jam 1 siang masih ada hujan gerimis di Jakarta, memang kondisi di jalan Boulevard Kelapa Gading, ada hujan gerimis pada jam itu. Dan saya berpikir kenapa Tuhan mengirimkan saya ke Jakarta dalam keadaan banjir seperti ini. Dan saya berpikir, inilah peperangan rohani.

Dan saya berkata, kalaupun tidak ada satu orang pun yang hadir di GBK, acara ini harus tetap berlangsung. Iblis tidak bisa menghentikan saya. Ya musuh kita Iblis, berusaha mencuri sukacita dan damai sejahtera dalam hidup saya. Saya menolak untuk kehilangan sukacita. Saya tetap bersukacita. Dan waktu saya bersukacita, iblis tidak bisa mengalahkan saya. Dan pada hari ini, Anda semua yang datang ke tempat ini adalah pahlawan. Di tengah-tengah kondisi keadaan banjir, Anda masih bisa hadir karena kalian mencintai Tuhan. Haleluya!

Petrus mengingatkan kita bahwa “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8). Kata “dapat ditelannya” artinya ada orang-orang tertentu, tidak semua orang, yang dia incar untuk bisa ditangkap dan dilahap, dan menjadi santapannya. Bila kita tidak waspada dan lengah, tentu kita bisa menjadi santapan Iblis. Namun ada orang-orang Kristen yang Iblis tidak bisa sentuh. Mereka adalah orang-orang yang hidupnya penuh dengan Roh Kudus. Hatinya menyala-nyala dengan gairah, keberanian, dan semangat yang baru. Mereka tetap mempunyai sukacita dan damai sejahtera.

Ya, kita ada dalam peperangan rohani. Iblis berusaha mencuri sukacita dan damai sejahtera dari hidup kita. Memang Jakarta sedang berada di dalam masalah yang besar. Namun, tidak peduli masalah apa yang kau hadapi, jika kamu tetap menjaga damai sejahtera dan sukacita di hatimu, maka Iblis akan menjadi seorang pecundang. Dia tidak akan bisa mengalahkanmu. Kita tahu bahwa “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:12).

Dan kita juga tahu bahwa Allah selalu menang, karena Dia mempunyai kuasa atas segalanya. Dan jikalau kita mengikuti cara dan jalan Tuhan, kita tentu juga akan selalu menang. Satu orang yang hidupnya dipenuhi dengan Roh Kudus, bisa mengubah bangsa ini.

Saya datang ke Indonesia adalah suatu pintu yang dibuka Tuhan bagi saya. Namun tantangan tentu menghadang seperti banjir yang terjadi sekarang ini di Jakarta. Sama seperti tertulis.. “sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” (1 Korintus 16:9). Kata “penentang” dalam bahasa Inggris adalah “adversary” artinya musuh/lawan. Saya datang ke Indonesia dan musuh sedang menghadang saya. Musuh berusaha menghentikan saya. Bila hujan terus datang dan banjir semakin besar, tentu tidak akan ada orang yang bisa datang kesini (GBK) karena terjebak banjir.

Namun saya percaya firman Allah, bahwa saya mempunyai kuasa atas musuh. Ada nama Yesus. Ada darah Yesus. Kita diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking. Firman-Nya.. “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” (Lukas 10:19).

Iblis tidak bisa mencelakakan saya, karena saya mempunyai kuasa atas dia. Dan waktu saya sedang menyampaikan firman Tuhan di sini, saya sedang mengayunkan pedang Roh atas Indonesia, baik untuk engkau yang duduk di stadion ini, maupun engkau yang sedang menonton melalui Tv. Dan waktu saya taat pada panggilan Tuhan untuk datang ke Indonesia, memang ada tantangan dari pihak musuh. Tapi tidak ada yang bisa membahayakan kita orang percaya.

Paulus berkata bahwa “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” (2 Korintus 10:4). Kata duniawi berasal dari kata “carnal” artinya tubuh jasmani/daging kita.
Kita berada di medan perang dan kita diberi senjata. Kita tidak berperang dengan kedagingan kita. Tapi dengan senjata-senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah. Tidak ada tentara di dunia ini yang maju ke medan perang dengan tangan kosong, dan tanpa perlengkapan senjata. Itu konyol. Alkitab mengajarkan ada selengkap senjata Allah yang harus kita kenakan di alam roh. Kita mempunyai senjata-senjata itu..

1. Nama Yesus. (Filipi 2:9-11)
Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang di langit, di atas bumi dan di bawah bumi. Saya sering mengalami tekanan, banyak masalah, dan tantangan dalam pelayanan saya pada Tuhan. Namun saya mulai sebut nama itu dengan mulut saya “Yesus”. Tiba-tiba ada damai ketenangan di hati saya, atmosfirnya langsung berubah. Mari sama-sama kita sebut nama itu: “Yesus”

2. Alkitab yang adalah Firman Allah.
Dalam setiap keadaan masalah apapun yang kau hadapi, ucapkanlah Firman Tuhan. Jangan berkutat dan berfokus pada masalahnya. Engkau harus kembali pada Alkitab, pada Firman Tuhan. Mulai ucapkan ayat-ayat firman itu dari mulutmu, bukannya malah terus memikirkan masalahnya.
Dan ketika firman itu diucapkan, iman bangkit waktu kita mendengarnya.

Paulus mengatakan bahwa kita harus mengenakan selengkap senjata Allah (Efesus 6:13-18) di antaranya: ikat pinggang kebenaran (belt of truth). Ikat pinggang artinya kita selalu siap sedia, baik atau tidak baik waktunya, untuk tetap mengatakan kebenaran. Dia juga berkata bahwa kita mengenakan “kasut Injil damai sejahtera”. Injil itu Kabar Baik. Sudah terlalu banyak kabar buruk yang kita dengar setiap hari di mana-mana, radio, Tv, koran dsb. Kita pakai kasut Kabar Baik dan damai sejahtera itu.

Iblis berusaha mencuri damai saya dengan situasi banjir ini. Tapi saya menolak! Saya tetap pakai kasut damai sejahtera itu. Dan ada kuasa dalam damai Tuhan. No peace, No power. Yesus berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27). Damai-Nya spesial, tidak sama dengan damai yang ada di dunia ini. Damai itu yang membuat kita tidak gelisah dan gentar.

Sebelum Musa membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan bangsa Mesir dan menyeberangi Laut Teberau, Musa berkata pada bangsa Israel, “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”” (Keluaran 14:14). Kata “diam saja” dalam bahasa Inggris adalah “Hold your peace”, artinya “Tetap pegang damai sejahteramu.” Kenapa kita tetap memiliki kedamaian? Karena peperangan itu adalah milik Tuhan (1 Samuel 17:47). Dan pada akhirnya, Tuhan sendiri yang berperang melawan bangsa Mesir (Keluaran 14:25).

Biarlah damai itu kuat di dalam rohmu. Itu harus dimulai dari dalam rohmu. Terimalah kuasa! Kita tidak lemah, kita penuh kuasa. Kita juga harus mengenakan baju zirah keadilan. Baju zirah keadilan dalam Alkitab versi King James adalah “breastplate of righteousness”. Baju zirah kebenaran, untuk melindungi kita dari senjata musuh, sehingga kita tidak terluka. Kenakan baju zirah kebenaran. Lawan kata kebenaran adalah rasa bersalah, tertuduh, merasa tidak layak.

Waktu engkau merasa seperti itu, bilang sama iblis: “Iblis engkau pembohong. Aku adalah orang benar karena darah Yesus. Aku dibenarkan di hadapan Allah bukan karena perbuatan baikku, tetapi karena apa yang Yesus sudah lakukan di atas kayu salib.” Tentu kita harus mengaku dosa/kesalahan yang sudah kita lakukan, dan darah Yesus menyucikan kita dari segala dosa. Tetapi janganlah terus merasa bersalah dan bersalah.

Ucapkanlah Firman Tuhan ini: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21). Kita menjadi benar, karena ada kebenaran dari Allah. Tuhan tidak marah kepadamu. Dia mengasihimu.

Baju zirah ini harus selalu kita pakai. Kapan pencuri datang? Pada waktu yang kita tidak duga-duga, bukan? Tetaplah berjaga-jaga dan berdoa, supaya iblis tidak mencuri baju zirah kebenaranmu. Apalagi yang kita kenakan/pakai? Paulus menasihati dalam Kolose 3:14, “Kenakanlah kasih..” Ketika kita hidup di dalam kasih, sebenarnya kita juga sedang melakukan peperangan rohani. Waktu kita menolong orang lain, kita juga sedang di dalam peperangan rohani. Ketika kita mengasihi musuh-musuh kita, kita sedang peperangan rohani. Ketika kita sedang berbuat baik pada orang yang berbuat jahat, membalas kejahatan dengan kebaikan, kita sedang peperangan rohani.

Jadi peperangan rohani bukan sekedar tengking-tengking Iblis. Waktu saya datang ke Indonesia dan mendengar musibah banjir, saya bukan hanya sekedar memberkati dan berdoa untuk Jakarta, tapi saya juga mulai mengulurkan bantuan keuangan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada korban banjir. Kasih juga menutupi banyak sekali dosa (1 Petrus 4:8). Kita tidak seharusnya membuka kejelekan saudara-saudara seiman kita, supaya orang lain tahu. Kita seharusnya menutupi banyak dosa karena kasih. Waktu kita melakukannya, kita sedang peperangan rohani. Iblis dikalahkan, waktu kita hidup di dalam kasih.

Kita juga perlu mengasihi diri kita dengan cara Ilahi, bukan mengasihani diri. Ada bagian tubuh saya yang saya tidak suka, yaitu suara saya. Suara saya begitu berat dan terdengar seperti suara laki-laki bila ada orang menelepon ke rumah saya. Tapi sekarang saya menyukai suara saya, karena suara saya didengar oleh 1 milyar lebih jiwa di seluruh dunia setiap hari dengan televisi, untuk memberitakan Firman Tuhan.

Jangan pernah remehkan apa yang Tuhan sudah beri di hidupmu. Belajarlah berkata: Tuhan mengasihiku dan aku juga mengasihi diriku. Lihat cermin setiap pagi dan coba katakanlah itu.

Ayat favorit saya, berkata: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10). Alkitab versi Amplified menulis supaya kita “have and enjoy life” dan mempunyai hidup dan menikmati hidup dengan limpah.

Buat apa hidup kalau tidak dinikmati? Waktu kita menikmati hidup yang adalah anugrah Tuhan ini, kita sedang melakukan peperangan rohani. Nikmati hidupmu setiap hari dan engkau mempunyai semuanya untuk menang dalam kehidupan ini. Kasihilah orang lain. Ketika engkau memberi, engkau sedang melakukan peperangan rohani. Semakin engkau menolong orang lain, memberi semangat, memberikan sesuatu, maka semakin sedikit kelihatan masalahmu.

Ketika engkau mengampuni, engkau sedang peperangan rohani dan engkau menang atas Iblis. Engkau menjadi berkat. Allah memberi untukmu dan melaluimu! Bukan hanya untukmu, tetapi melaluimu. Kalau hanya memikirkan diri sendiri, engkau tidak akan menjadi lebih bahagia. Tidak ada kasih, tidak ada kuasa. Waktu kita hidup dalam kasih, ketika musuh datang menyerbu bagaikan banjir, Tuhan akan mengangkat kita tinggi. Iblis bisa saja menghadangmu, tetapi dia tidak akan menang. Semua kubu-kubu musuh akan runtuh, karena Tuhan yang akan berperang ganti kita. Amin..
Marilah kita berdoa! (Joyce Meyer)

Jurnal written by: Jean O Christensen (Jakarta)

Jurnal KKR versi lain..

Joyce Meyer: Saat kita mengenakan baju/pakaian jasmani kita, kita juga dapat mengenakan pakaian/jubah rohani kita dengan mengenakan tiap-tiap perlengkapan senjata Allah dan senantiasa berjalan di jalan kebenaran Tuhan. Setiap hari kenakan pakaian rohani kita! Tuhan mengasihi kita semua, Dia tidak marah kepada kita, karena kita sudah menerima kebenaran di dlm Tuhan Yesus Kristus.

Poin yang penting di dalam hidup kita adalah: mengasihi Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Saat kita mengasihi/memberi pada orang lain yang membutuhkan, kita sudah melakukan peperangan rohani! Dengan kita memberi/mengasihi orang lain maka orang tersebut akan merasa berharga dan dikasihi. Dan pengaruh/kuasa iblis semakin lemah atas diri orang lain. Dengan mengasihi/memberi pada orang lain, maka kita semakin mempunyai kekuatan untuk mengalahkan musuh.

Saat kita mengasihi diri kita sendiri (bukan mengasihani diri), percaya diri, bersyukur atas apa yang Tuhan beri atas diri kita dengan keunikan masing-masing, maka iblis tidak akan memiliki kuasa atas diri kita. Kesatuan di dalam gereja hanya akan terbentuk jika ada pengampunan (kasih). Tuhan sungguh mengasihi Indonesia. Joyce Meyer berdoa agar setiap gereja di Jakarta, dan di Indonesia akan mengalami suatu kegerakan yang lebih lagi, setiap tembok-tembok akan diruntuhkan.

Jurnal by: Agnes Aprilia (pwd)

————————————————

Bagi teman-teman yang berhalangan datang: sharing khotbah Joyce Meyer pada tanggal 17 Januari 2013.. Right Thinking: Pikiran yang Benar

Pikiran yang tidak benar adalah seperti sudah mendapatkan cek sebesar 1 juta dolar, tapi tidak pernah menguangkan. Sangatlah penting untuk memiliki pikiran yang benar.

Rumusnya: PRAY + Think RIGHT = VICTORY

Pikiran yang salah contohnya:

1. Masa depan yang didikte oleh masa lalu.
Ingatlah: kalau kita memiliki Yesus, kita SUDAH memiliki segalanya. Tidak ada kata terlambat (Yesaya 61:6-7). Masa lalu tidak berkuasa menjatuhkan, sampai kita sendiri yang memberi kuasa dan memberi ijin kepadanya.
2. Merasa tidak mampu karena terlalu berat (it’s too hard for me..) Baca di Filipi 4:13.
3. Mengingini breakthrough saat ini juga. Kita menjadi tidak sabar karena ujian yang kita hadapi (Bilangan 20 dan 21). Percayalah kepada Tuhan. His timing is perfect in my life.
4. Ini bukan salahku..
STOP salahkan orang lain.
STOP feeling sorry for yourself.
REAL LOVE: Forgivenss atau mengampuni: QUICKLY and COMPLETELY.

True love itu action/tindakan.

HOW to forgive:

1. Decide: ambilah keputusan untuk mengampuni, apapun kondisi yang dihadapi.
2. Need help of the Holy Spirit.
3. Commit to stop talking about your hurt.
4. Pray for your enemies.
5. Bless them that curse/hurt you: action

Your kindness will bring that person to repentance.
The DEVIL can’t steal from a GIVER..

Jurnal by: Windunatha Setia (Jakarta)

(Diedit seperlunya dari sumber: Ringkasan khotbah Joice Meyer http://t.co/xEjjETnf)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s