Resolusi 2013 (Oleh: Pdt. Jusuf Soetanto)

Standard

Mari kita sambut tahun 2013 sebagai the year of maturity (kedewasaan dan kematangan rohani) and multiplication (pelipatgandaan) dengan senyum optimis! Setelah sepanjang tahun 2012 berbenah diri, kami telah mempersiapkan segala rencana dan program yang terarah di tahun 2013 supaya jemaat benar-benar mengalami kedewasaan dan pelipatgandaan.

Doa awal tahun

Singkat cerita, ketika saya berdoa pada awal tahun, Tuhan menyatakan bahwa saat ini kita sedang berada di persimpangan jalan, antara jalan lebar dan jalan sempit. Yang dimaksud dengan jalan di sini adalah banyaknya pilihan-pilihan dalam hidup, yang jika kita salah pilih, akan memimpin kita kepada kehancuran. Pilihan-pilihan hidup ini terletak pada hal-hal yang kita hadapi sehari-hari seperti memilih tempat berobat, memilih dokter, memilih calon menantu, memilih tempat bekerja, dan lain-lain.

Ada banyak masalah, dan banyak pilihan jawaban. Namun jangan memilih jawaban yang instan, pintas dan mudah, karena belum tentu benar. Tapi bertanyalah, apakah jalan itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah jalan itu membuat rohani kita bertumbuh?

Apapun masalahnya, percayalah kepada firman Tuhan. Meski jalan yang benar itu kelihatan sempit dan sulit, tetapi ketika melaluinya akan ada damai sejahtera. Tuhan sendiri yang mengatakan, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Dia bukan hanya menyediakan jalan, tetapi di dalam jalan-Nya juga ada kehidupan, sehingga kita tidak mungkin meminta-minta atau kekurangan.

Dunia mengatakan bahwa ke depan ada kemungkinan tarif dasar listrik dan harga bahan bakar akan naik, tetapi ketika saya berdoa, Tuhan mengatakan bahwa pendapatan kita juga akan naik dan mengalami pelipatgandaan.

Tapi dengan satu syarat, kita siap untuk dibentuk Tuhan, siap menjadi dewasa dalam kerohanian, dan tidak suka mengeluh, melainkan selalu mengucap syukur dan bergantung kepada Tuhan. Sadarilah, bahwa Tuhan itu penuh belas kasihan, ketika kita tidak menuntut dan mau mengucap syukur.

Dia juga adalah “Alfa dan Omega”, tahu segala hal. Bahkan sebelum kita memasuki tahun 2013, Tuhan sudah ada dan mempersiapkan yang terbaik bagi kita. Oleh karena itu, jangan bingung, takut dan kuatir! Ikut Allah saja karena Dia itu Allah yang penuh kasih.

Ada seorang ibu mengeluh tentang masalah dalam keluarganya. Ia merasa masalahnya sangat sulit dan sudah putus asa, tetapi saya katakan bahwa masalah itu harus dihadapi bersama Tuhan. Tidak menuntut maksudnya bukan tidak boleh meminta apapun, tetapi sebelum meminta, hati kita harus beres dulu. Lalu saya ajak ibu itu berdoa, dan puji Tuhan, sekarang masalahnya sudah selesai, hubungannya dalam keluarga sudah dipulihkan. Saya percaya, doa orang benar jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Resolusi 2013

Berikut beberapa tips dalam mebghadapi tahun 2013:

Pertama, “Janganlah hatimu menjauh dari Tuhan..” (Yeremia 17:5c).

Jalan Tuhan adalah jalan yang benar dan membawa damai sejahtera. Jika ingin mengetahui jalan-Nya, hati kita harus melekat dengan Tuhan. Bagaimana caranya melekat? Dengan berdoa. Ketika hubungan suami istri dekat, mereka peka dengan sinyal-sinyal yang tersirat dari perilaku pasangannya. Demikian juga jika hubungan kita dengan Tuhan dekat, maka kita akan peka mendengar suara-Nya. Banyak cara Tuhan menuntun kita, bisa melalui khotbah, sahabat, suami istri atau anak-anak kita, bisa juga lewat mimpi, tapi semua harus dikonfirmasikan ke firman Tuhan. Firman Tuhan itu rambu-rambu, kalau dilarang olehnya, jangan dilanggar terus.

Kedua, jangan melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan kita (judul perikop Yakobus 4:13-14).

Apapun masalah atau program yang akan Anda kerjakan, tanyalah Tuhan lebih dahulu, kemudian mintalah hikmat dan urapan dari Tuhan.

Ketiga, siap dibentuk.

Meski sakit, namun itu sementara. Dan perlu kita sadari bahwa Tuhan tidak hanya menghajar, memproses dan membentuk anak-Nya, tetapi juga membalut, memulihkan, dan mengasihi. Jadi jangan takut, setiap pembentukan dari Tuhan, akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi hidup kita.

Keempat, hidup dengan rukun.

“Sungguh alangkah baik dan indahnya bila kita diam bersama dengan rukun” (Mazmur 133:1-3). Yang dimaksud rukun di sini adalah rukun dengan Tuhan dan rukun dengan keluarga. Ketika ada masalah dalam keluarga, jangan menuntut orang lain berubah, tetapi mulailah dari kita terlebih dahulu, dan Tuhan pasti akan mengubah sekeliling kita. Apapun masalahnya, terima apa adanya, jangan menuntut, maka Tuhan akan memerintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya (Ulangan 28:2).

Kelima, seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudaran dalam kesukaran (Amsal 17:17).

Inilah ciri orang yang berkenan kepada Tuhan, hatinya penuh kasih dan ketulusan setiap waktu dan siap menjadi saudara bagi siapa pun dalam kesukaran. Ini juga menjadi rambu-rambu bagi kita dalam mencari sahabat, kolega dan partner bisnis, sehingga bisa menjadi berkat. Kiranya Tuhan menyertai langkah kita di sepanjang tahun 2013! Tuhan Yesus memberkati. (Pdt. Jusuf Soetanto)

(Ditulis dari Warta GMS Pusat..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s