Hiu

Standard

Penggemar masakan Jepang tentu tahu bahwa ikan salmon akan jauh lebih enak dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itulah sebabnya para nelayan selalu memasukkan ikan salmon hidup hasil tangkapannya ke dalam kolam buatan, agar tetap hidup sampai di pelabuhan. Namun, meski sudah diperlakukan sedemikian rupa, masih banyak ikan salmon yang mati.

Para nelayan kemudian menyiasati dengan memasukkan seekor hiu kecil. Ikan hiu kecil tersebut “memaksa” ikan salmon terus bergerak, menghindari kemungkinan dimangsa oleh ikan hiu tersebut. Ajaib! Jumlah ikan salmon yang mati di dalam perjalanan menuju daratan menjadi berkurang.

Diam membuat kita mati dan bergerak membuat kita hidup. Barangkali itulah pesan moral dari cerita di atas. “Zona nyaman” kerap kali membuat kita merasa puas, tidak mau berusaha lebih baik, lalu lengah dan terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak lagi berdoa dan berharap kepada Tuhan, dan secara tidak sadar kita telah “mati’ secara rohani.

Tahukah Anda bahwa masalah, pergumulan, dan tekanan dalam hidup itu bagaikan hiu kecil dalam hidup kita. Hal-hal itu diijinkan Tuhan terjadi di dalam hidup kita, supaya kita terus bergerak dan benar-benar hidup. Tidak hanya itu, masalah diijinkan Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih kreatif dan talenta kita berkembang luar biasa.

Ingatlah, kita belajar banyak tentang kehidupan bukan dalam kondisi nyaman, tetapi dalam keadaan yang penuh “badai”. Itulah sebabnya kita harus belajar bersyukur terhadap “hiu kecil” yang sudah diijinkan Tuhan ada dalam kehidupan kita, yang “memaksa” kita untuk terus bergerak, untuk bertahan hidup, di dalam kehidupan ini.

Paulus mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28). Percayalah, ikan hiu kecil yang diijinkan Tuhan datang dalam kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Tuhan memberkati.

(Pernah dimuat di Warta GMS Pusat, tanggal 13 Februari 2011..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s