Mengetuk 12.500 Pintu Rumah

Standard

Saat Dr. Ignatius Piazza masih seorang chiropractor muda–seorang ahli kesehatan yang berfokus penyembuhan dengan perbaikan dan penyempurnaan tulang belakang–yang baru lulus, ia memutuskan ingin membuka praktik di daerah Monterey Bay, California. Ketika meminta bantuan asosiasi chiropractor setempat, mereka menyarankan untuk membuka praktik di tempat lain. Mereka mengatakan bahwa ia takkan berhasil karena di daerah itu sudah terlalu banyak chiropractor. Tanpa gentar, ia menerapkan “Prinsip Berikut”nya. Selama berbulan-bulan, ia berkunjung dari rumah ke rumah, mulai pagi sampai matahari terbenam, mengetuk setiap pintu. Setelah memperkenalkan diri sebagai dokter muda yang baru lulus di kota itu, ia mengajukan beberapa pertanyaan:

“Di mana sebaiknya saya membuka praktik?”

”Di surat kabar apa saya harus memasang iklan yang bisa dibaca oleh para tetangga Anda?”

“Apakah sebaiknya saya praktik pagi hari saja? Atau buka sampai malam untuk mereka yang bekerja dari pagi sampai sore?”

“Apakah nama klinik saya sebaiknya “Chropractic Westor”? Atau “Ignatius Piazza Chiropractic?””

Dan akhirnya ia bertanya,
“Kalau saya mengadakan open house, maukah Anda saya beri undangan?”

Jika orang-orang berkata “Ya,” maka ia akan segera menulis nama dan alamat mereka, lalu melanjutkan ke pintu rumah selanjutnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu. Ketika selesai, ia sudah mengetuk lebih dari 12.500 pintu, dan telah berbicara kepada lebih dari 6.500 orang. Ia mendapat banyak jawaban “Tidak”. Ia mendapat banyak jawaban “Tak ada orang di rumah”. Ia bahkan pernah terperangkap di sebuah teras–karena seekor anjing pitbull–di sepanjang siang! Tapi ia juga mendapat cukup banyak “Ya” sehingga pada bulan pertama praktiknya, ia menangani 233 pasien baru, dan memperoleh penghasilan terbesar senilai $72.000–di daerah yang “Tidak memerlukan satu chiropractor lagi!”

Dari kisah Dr. Piazza kita dapat belajar bahwa untuk mencapai apa yang diinginkan, kita harus mengetuk.. mengetuk.. dan mengetuk… sampai mendapat apa yang kita mau. Jangan tersinggung dengan penolakan, karena yang mereka tolak bukanlah pribadi Anda, melainkan apa yang Anda tawarkan. Penolakan adalah bagian alami dari kehidupan, Anda akan menemukannya di manapun. Tapi jika ingin sukses dalam bidang apapun, jangan pernah menyerah dalam menghadapi penolakan.

“Aku berkata kepadamu, teruslah meminta kepada Allah, dan kamu akan menerima. Teruslah mencari dan kamu akan menemukannya. Teruslah mengetuk dan pintu akan dibuka bagimu. Sebab setiap orang yang terus meminta, akan menerima. Dan orang yang terus mencari, akan menemukan. Dan bagi orang yang terus mengetuk pintu, akan dibuka.” (Lukas 11:9-10; Versi Draft World Bible Translation Center)

Sumber: The Success PrinciplesTM, Jack Canfield & Janet Switzer; Gramedia Pustaka

“Jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah, jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah–terhadap apa pun, besar atau kecil, luas atau sempit–jangan pernah menyerah selain pada keyakinan akan kehormatan dan akal sehat.”
–Sir Winston Churchill

Disadur dari email bro Maurits di SITYB
(Pernah dimuat di Warta GMS Pusat, pada tanggal 5 Juni 2011..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s