Nilai Kreativitas

Standard

Ada seorang petani yang memiliki peternakan ayam di sebuah lembah, dan kalau musim hujan tiba selalu banjir. Hampir setiap tahun ketika hujan datang, ia harus memindahkan ayam-ayamnya di tempat yang lebih tinggi supaya tidak hanyut. Kadang ia terlambat, sehingga ada ayam yang mati. Suatu kali banjir besar datang, dan ia kehilangan seluruh ayam peliharaannya. Ia frustasi, putus asa dan pulang dengan kepala tertunduk. Ia mengeluh di hadapan istrinya dan tidak tahu harus bagaimana.

Istrinya menjawab ringan, “Belilah bebek!” Jawaban itu sangat sederhana tetapi merupakan solusi tepat. Dengan beternak bebek, mereka tidak perlu kuatir akan datangnya banjir, sebab bebek dapat berenang. Keduanya menghadapi masalah yang sama, tetapi memiliki respon yang berbeda terhadapnya. Cara berpikir dan sudut pandang mereka terhadap sebuah masalah ikut menentukan hasil solusi yang harus diambil.

Nilai Kreativitas

Nilai dari pemikiran kreatif yang pertama adalah konstruktif (membangun) bukan destruktif (menghancurkan). Banyak orang memiliki ide-ide yang kreatif tetapi tidak ada yang berani mewujudkannya. Mereka kreatif tetapi tidak konstruktif. Yang saya maksud dengan kreativitas adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk konstruktif dalam sikap dan pemikiran.

Nilai yang kedua dari pemikiran kreatif adalah hal itu memiliki masa depan. Sepanjang hidup, masalah selalu ada. Tetapi, masalah-masalah tersebut pasti ada solusinya. Orang yang memiliki masa depan cerah adalah mereka yang memiliki kreativitas dalam memecahkan setiap masalah yang ada. Tahukah Anda, bahwa setengah pemasukan Perusahaan Dupont saat ini di antaranya dari produk yang dibuat dalam 5 tahun terakhir. Kreativitas menentukan masa depan. Kita perlu mengembangkan kreativitas untuk bisa berhasil dalam segala hal.

Enam Kunci Kreativitas John C. Maxwell

Kunci Pertama adalah bebas dari kesombongan. Banyak orang tidak bisa mengembangkan kreativitas karena terlalu sombong. Kesombongan membuat orang malu bertanya dan tidak mau mengakui kesalahan, sehingga menghambat untuk mengerti banyak hal. Kesombongan yang dimaksud di sini juga termasuk orang yang memiliki ketakutan. Takut untuk membuat kesalahan, takut terlihat bodoh, takut dikritik, takut merasa terasing, takut melawan adat, takut dihubungkan dengan hal-hal yang tabu, takut dikatakan egois, dan lain-lain.

Semua ketakutan ini menghambat kita untuk bertanya dan menjauhkan kita dari kreativitas yang kita cari. Jika kita tidak mau bertanya, tidak mau mengakui kesalahan dan hanya ingin terlihat bagus di mata orang lain, maka kita tidak akan pernah menjadi kreatif karena orang yang kreatif adalah orang yang suka mengambil resiko. Mereka kadang menanyakan hal-hal yang terdengar bodoh untuk menemukan jawaban.

Kunci Kedua adalah percaya pada kemampuan diri sendiri untuk mencapai keberhasilan. Orang yang kreatif memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka sangat yakin bahwa dirinya mampu berhasil dalam hidup. Percaya diri di sini berbeda dengan kesombongan. Percaya diri adalah mereka yang menyadari kemampuannya dan tahu apa yang harus dilakukan dengannya. Kesombongan adalah memandang diri lebih tinggi dari seharusnya. Orang yang tidak percaya diri biasanya tidak berani bertanya dan tidak melakukan apa yang perlu untuk dilakukan.

Apa hubungan percaya diri dengan kreativitas? Kita semua berhadapan dengan resiko. Jika seorang yang kreatif tidak percaya diri, dia akan membiarkan kreativitasnya berada di dalam, dan tidak pernah menggunakannya. Manfaat dari orang yang percaya diri adalah dia bisa melihat segala sesuatu melampaui dirinya, bahkan tidak terlalu kuatir dengan dirinya sendiri. Orang yang percaya diri menarik orang-orang kepadanya, karena mereka terbuka dan tidak merasa terancam dengan kehadiran orang lain.

Kunci Ketiga adalah constructive discontent (rasa tidak puas yang membangun). Kata konstruktif perlu saya tambahkan karena saya tidak sedang membicarakan orang yang tidak berbahagia, tapi orang yang tidak mudah puas untuk mengejar yang terbaik. Penemuan-penemuan baru muncul karena ada seseorang yang tidak cepat puas dan berusaha menemukan cara yang lebih baik. Intinya adalah, orang yang kreatif selalu bertumbuh. Saya tidak pernah menemukan orang yang sukses tapi tidak memiliki constructive discontent.

Kunci Keempat adalah bertemu dengan orang yang menarik dan mendatangi tempat menarik akan mengubah diri kita. Pada masa awal penggembalaan, saya berada di sebuah kota kecil yang jemaatnya ratusan orang. Saya mempunyai mimpi bisa menggembalakan 500 orang, karena dua gereja lain yang saya tahu di kota itu jumlah jemaatnya tidak lebih dari 500 orang. Sepengetahuan saya, jumlah itu sudah cukup besar. Ternyata saya keliru. Suatu ketika saya bertemu seorang teman yang melayani sebuah gereja di kota besar dengan jumlah jemaat ribuan orang. Dari kesaksiannya, visi hidup saya diperbesar, mimpi saya melebar, dari menggembalakan ratusan orang menjadi ribuan orang. Pikiran saya terbuka dengan hal baru dan mulai muncul ide-ide kreatif baru.

Kunci Kelima adalah menjadi pribadi yang utuh (wholeness). Utuh di sini maksudnya memiliki keseimbangan antara kreativitas dan karakter yang baik. Kreatif tanpa karakter adalah sia-sia. Kreatif berhubungan dengan pemikiran, karakter berhubungan dengan tindakan. Kreativitas menemukan ide, dan karakter yang mewujudkannya. Karakter lah yang membuat orang kreatif berani mengambil resiko.

Kunci Keenam adalah kemampuan melepaskan diri dari kebiasaan. Kebiasaan menyebabkan kita untuk tidak kreatif, karena kebiasaan membuat kita bertindak tanpa berpikir. Orang yang terbiasa melakukan sesuatu, sulit untuk melihat sudut pandang yang lain. Kebiasaan membuat kita beranggapan bahwa hanya ada satu cara, yaitu cara kita, yang terbaik untuk menghadapi masalah apapun. Kita harus terbuka dengan hal baru, mau belajar dan selalu berusaha mengembangkan kebiasaan baik serta melepaskan kebiasaan buruk.

Jika kita melakukan kunci-kunci tersebut maka kita akan menjadi orang yang penuh kreativitas, konstruktif, terus maju dan hidup berkemenangan.

–Disadur dari berbagai sumber

[Pernah dimuat di warta GMS Pusat..]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s