Jika Putus Cinta, Jangan Membaginya di Facebook..

Standard

Facebook, ibarat seorang psikolog yang handal dan canggih, cukup dengan pertanyaan “Apa yang Anda pikirkan?” maka tak segan dan dengan sukarela kita mengutarakan ke Facebook. Bahkan disadari atau tidak, aib kita pun seolah mudah diceritakan di Facebook hingga menjadi konsumsi publik. Dahulu, aib seolah menjadi rahasia yang harus dijaga dengan sepenuh hati, namun kemunculan Facebook menjadi fenomenal bagi kita. Penculikkan, putus cinta, kehidupan pribadi, selingkuh, dll menjadi tak berarti apa-apa. Bahkan saat putus cinta pun, kita dengan senang hati membaginya di Facebook.

Disadari atau tidak, ada dampak negatif yang sebaiknya Anda ketahui..

1. Menjadi konsumsi publik. Kisah asmara selalu ada sisi positif dan negatifnya. ini adalah persoalan pribadi yang selayaknya menjadi rahasia berdua. Manakala asmara harus kandas, dengan disadari kita akan membaginya di Facebook. Facebook bukanlah satu-satunya media yang tepat untuk membagi kegalauan asmara, karena problem ini akan menjadi konsumsi publik. Sebaiknya, berbagi dengan orang yang bisa kita percayai seperti teman dekat dan keluarga.

2. Berganti status. Sobat, ketika masih menjalani hubungan asmara, di manapun, kegiatan apapun dalam kebersamaan selalu dibagikan di Facebook. Foto-foto waktu masih pacaran, lokasi, update status yang seakan membuat orang iri akan kebersamaan dan keromantisan kalian berdua. Tapi, tatkala hubungan sobat kandas, tak ada lagi update status yang romantis, foto-foto kebersamaan dan lain-lain. Yang ada hanyalah pergantian status kebalikannya, rasa kecewa, marah, dan putusnya hubungan seakan digembar-gemborkan ke seluruh “rakyat” Facebook agar semuanya tahu kalau status kamu sudah berubah. Ini adalah hal kurang baik.

3. Mengungkapkan aib. Yang paling parah adalah ketika aib sendiri diungkapkan ke “republik” Facebook. Tak jarang saat hubungan asmara kandas, salah satu merasa sangat kecewa, akan menyerang mantan pacarnya dengan update status yang berhubungan dengan aib, bahkan tak jarang foto-foto panas pun tak segan untuk di-share di publik. Menjelekkan mantan, menyindir kekurangan-kekurangan sang mantan pacar.. Hal ini sebenarnya perbuatan merendahkan diri sendiri.

4. Berkomentar negatif. Ketika status hubungan menjadi biasa atau menjadi teman, janganlah seolah menjadi sentimen terhadap mantan pacar dengan berkomentar nada yang kurang baik atau menjelekkan di status Facebook-nya. karena hal ini akan menjadi bumerang bagi sobat sendiri.

5. Kepercayaan. Putus hubungan asmara bukan berarti putus tali silaturahmi. Kepercayaan yang pernah ada di antara kalian dan terpupuk dengan baik jangan sampai kandas akibat hubungan putus. Jaga baik-baik kepercayaan tersebut, baik di “republik” Facebook maupun di dunia nyata. Percayalah, kalau mantan sobat akan menjaga cerita-cerita selama pacaran dengan baik dan rapi. Begitu pula dengan sobat. [Disarikan dari berbagai sumber]

(Pernah dimuat di dalam Buletin Phos edisi Februari 2013..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s