Sebuah Perenungan..

Standard

Sebuah Renungan Malam..

Ketika orang memuji apa yang kumiliki, aku berkata pada mereka bahwa semua ini hanyalah titipan Tuhan saja..

• Mobilku adalah titipan-Nya.
• Rumahku adalah titipan-Nya.
• Hartaku adalah titipan-Nya.
• Putera-puteriku adalah titipan-Nya.

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya..

• Mengapa Dia ‎​‎menitipkan padaku?
• Untuk apa Dia menitipkan semua itu padaku?
• Kalau semuanya bukan milikku, apa yang seharusnya kulakukan untuk milik-Nya ini?
• Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta-Nya kembali, kusebut itu sebagai..

• Musibah.
• Ujian.
• Petaka.
• Apa saja untuk melukiskan bahwa semuanya itu adalah “Derita”.

Seolah-olah semuanya adalah hukuman bagiku..

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang sesuai dengan hawa nafsu dan kedaginganku, aku ingin lebih banyak..

• Mobil.
• Rumah.
• Harta.
• Popularitas.

Seolah-olah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan sesuai dengan kehendakku..

• Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku dan berkat Tuhan seharusnya selalu menghampiriku.
• Betapa egoisnya aku! Kuperlakukan Tuhan seolah-olah mitra dagang dan bukan kekasihku.
• Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku. Padahal setiap hari kuucapkan “Hidup dan matiku hanyalah untuk-Mu ya TUHAN..”

Ajari aku ya Tuhan agar menjadi seorang yang bijaksana, selalu bersyukur dalam segala hal, dan hidup berpegang pada janji serta melakukan segenap firman-Mu.” Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s