Monthly Archives: May 2013

Young at Heart

Standard

Usia yang sudah lanjut membuat sebagian besar orang mengundurkan diri dari panggung dunia. Tetapi bagi “Young at Heart” tidaklah demikian.

Mereka adalah kelompok vokal yang beranggotakan lanjut usia, di panti jompo Massachusetts dengan rentang usia 73-90an tahun. Didirikan pada tahun 1982, choir ini dipimpin oleh Bob Cilman yang mempunyai kesabaran luar biasa dalam mendampingi kelompok ini berlatih menyanyi.

Usia tua membuat mereka harus belajar lirik teks lagu dengan menggunakan kaca pembesar, karena mata yang sudah plus. Mereka juga berusaha keras dan menghafal lirik, karena daya ingat yang sudah menurun. Dan, kerja keras mereka tidaklah sia-sia. Mereka mulai diundang tampil di depan publik pada tahun 1983. Tiket mereka selalu sold out terjual.

Walau sudah lanjut usia, bukan berarti mereka menyanyikan lagu-lagu jadul (lama, tempo dulu), tetapi juga lagu-lagu yang sedang digandrungi anak-anak muda saat itu. Sehingga, pendengar dari usia muda dapat menikmati penampilan penyanyi yang seusia opa dan oma mereka. Dan dalam kurun waktu 1997-2004, mereka sudah melakukan lebih dari 12 tur di luar Amerika, yaitu di Eropa, Australia, dan Canada.

Sutradara Stephen Walker, tergerak mendokumentasikan perjalanan choir ini dengan membuat sebuah film dokumenter. Dalam sebuah adegan film, diperlihatkan saat mereka menyanyi di dalam penjara. Sebelum tampil, seperti biasanya mereka selalu diremehkan. Setelah mulai bernyanyi, atmosfir mencemooh segera berganti dengan tetesan air mata dari para penghuni penjara. Salah seorang penghuni penjara berkata, ”Ini adalah penampilan terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup saya.”

Kitab Suci mengatakan ”Manusia sama seperti angin,
hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.”

Umur itu seperti batu es, dipakai atau tidak, akan tetap mencair. Begitu juga dengan umur kita. Digunakan atau tidak, umur kita akan terus bertambah. Oleh karena itu, siapapun diri kita jadilah seseorang yang memiliki kepribadian yang berkualitas, selalu mengucap syukur dan berusaha melakukan yang terbaik.

Selamat menikmati berkat-berkatNya,
dan teruslah menjadi berkat bagi sesama..

Tuhan Yesus memberkati..

Advertisements

Renungan Siang

Standard

Tidaklah benar bagi kita anak-anak Allah untuk menuntut sendiri pembalasan itu (Roma 12:19). Tetapi itulah tepatnya yang kita usahakan bila kita enggan mengampuni. Kita berhasrat, berusaha, merencanakan dan melaksanakan pembalasan. Kita takkan mengampuni sebelum utang itu dilunasi sepenuhnya, dan hanya kita yang dapat menentukan ganti rugi yang memuaskan. Bila kita berusaha mengoreksi kesalahan yang dibuat terhadap kita, maka kita menetapkan diri kita sebagai hakim. Padahal hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim (Yakobus 4:12; 5:9).

Allah itu Hakim yang adil. Dia akan menjatuhkan hukuman yang adil. Tetapi Dia akan membalas berdasarkan keadilan. Jika seseorang telah berbuat salah dan bertobat sungguh-sungguh, karya Yesus di Golgota menghapus utang itu.

Anda mungkin akan berkata, “Tetapi kesalahan itu dilakukan terhadap saya, bukan terhadap Yesus!”

Ya, tetapi Anda tidak menyadari kesalahan yang telah Anda lakukan kepada-Nya. Sebagai korban yang tak bersalah, Dia tidak menanggung kesalahan sedangkan setiap manusia telah berdosa dan terhukum mati. Kita masing-masing telah melanggar hukum Allah yang melebihi hukum negara. Kita semua harus dihukum mati oleh tangan pengadilan tertinggi di alam semesta jika keadilan ditegakkan.

Anda mungkin tidak berbuat apapun untuk membangkitkan kesalahan yang diperbuat orang lain. Tetapi jika Anda membandingkan kesalahan yang diperbuat terhadap Anda dengan kesalahan yang telah Anda terima pengampunannya, maka itu tidak sebanding. Jika Anda merasa tertipu, maka Anda telah kehilangan pengertian Anda tentang rahmat yang telah diberikan kepada Anda.

(Ditulis oleh John Bevere, dari buku “Umpan Iblis”..)