Tamu di Dunia

Standard

Karena kita tamu,
maka kehadiran kita hanyalah sementara.
Kaya atau miskin hanyalah sementara,
Segala kejayaan atau kegagalan,
hanyalah sekian puluh tahun.

Jabatan, kedudukan,
popularitas dan kemuliaan tidak selamanya.
Tidak ada presiden atau raja selamanya,
tidak ada direktur atau manager yang abadi,
sebab kita semua hanya tamu.

Karena tamu, begitu waktunya tiba,
kita semua harus beranjak pergi.
Semua harta benda, emas permata,
rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman.
Walaupun semua aset adalah hasil jerih payah keringat kita,
Walaupun kita mempunyai surat kepemilikan yang sah
dan semua harta benda atas nama kita secara hukum.
Namun semuanya hanyalah kepemilikan sementara,
hanyalah pinjaman!

Karena pinjaman, begitu waktunya tiba,
harus dikembalikan..

Semua yang ada di badan kita,
yang terkalung di leher, terselip di jari,
yang dikenakan di pergelangan tangan,
yang tersimpan di saku,
semua harus dikembalikan
sama seperti ketika kita belum memilikinya!

“Ketika lahir dua tangan kita kosong,
ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong..”

Waktu datang kita tidak membawa apa-apa,
waktu pergi kita juga tidak membawa apa pun..

Jangan sombong karena kaya & berkedudukan,
jangan minder karena miskin & hina.
Jangan tamak, bukankah kita semua hanyalah tamu
dan semua milik kita hanyalah pinjaman?

Tetaplah rendah hati,
seberapapun tinggi kedudukan kita..

(Ditulis dari bbm pak Gembala..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s