Kisah Hidup Joan of Arc

Standard

Kisah Hidup Joan of Arc
(1412 – 1431)

Ia Melakukan Apa yang Tuhan Minta Darinya

Sebagai gadis desa yang muda, ia dikenal sebagai “Jeanne”. Ia tumbuh dalam bagian Prancis yang sedang dihancurkan oleh Inggris dan sekutunya dari Burgundy, selagi penguasa Prancis, Charles VII, tetap tidak dimahkotai karena pelantikan tradisional, Reims, dikuasai oleh musuh-musuh Prancis.

Sebagai seorang gadis yang sangat religius, Joan sering berlindung di gereja lokal di tempat berdoa Arc. Di sana, ia mulai mengalami visi-visi dari para orang kudus dan mendengar suara-suara surga mendorongnya menyingsingkan lengan untuk menyelamatkan Prancis. Ia menjadi yakin bahwa ia adalah seorang “Ibu”, seorang yang telah dinubuatkan pada tahun silam sebagai seorang wanita muda yang akan mengembalikan kejayaan Prancis.

Ketegasan di dalam memimpin orang lain untuk memenangkan pertengkaran kecil melawan musuh menghasilkan hormat dari para pendukung Prancis, dan pada tahun 1429, ia membuat perjalanan yang sangat berani mengunjungi penguasa. Kata-katanya yang mengklaim bahwa dapat menyelamatkan bangsa melalui perintah khusus dari Allah telah membawanya ke pengadilan di Chinon. Sang penguasa sangat terkesan karena ia dapat bertahan melewati perjalanan yang berbahaya melalui perbatasan yang dikuasai oleh tentara Inggris yang kuat, dan ia dengan gentar menyetujui pertemuannya dengan Joan.

Ia memutuskan untuk menguji klaim dari Joan terhadap kekuatan spiritualnya. Ia memberi tahu kepada yang lain siapa dirinya dan berdiri berbaur bersama para tamu lainnya menunggu kedatangan Joan.

Joan memasuki ruangan dalam busana seorang pria dan berjalan langsung ke penguasa yang sesungguhnya, bukan penguasa palsu yang menyamar. Ia berlutut di depannya, dan sang penguasa, dalam kekagumannya, setuju untuk melakukan percakapan pribadi dengannya. Joan kemudian menceritakan kepada sang penguasa mengenai doa sang penguasa yang telah didoakan beberapa bulan sebelumnya secara rahasia dan diam-diam. Ia menggambarkan doa tersebut menggunakan kata-kata yang sama persis dengan yang digunakan sang penguasa, dan Joan memberikan kepadanya jawaban Tuhan.

Sang penguasa memiliki semangat kembali karena perkataan Joan dan mulai membuat rencana baru untuk berperang melawan mereka yang menginvasi Prancis.

Sebuah jabatan kapten lama-kelamaan diberikan kepada Joan, yang mengambil posisi seorang pria dan menempatkan dirinya pada konflik militer yang paling berat. Ia memimpin peperangan dengan sukses untuk membobol blokade dari Orleans, yang mana ia menjadi terkenal dengan sebutan “Maid of Orleans”. Negara yang hampir ditaklukkan tersebut bersemangat karena keberaniannya, dan para tentara mulai berusaha mengusir orang-orang Inggris dan Burgundy dari tanah mereka. Dimahkotainya Charles VII di Reims dipandang sebagai titik balik dari perang.

Joan d’Arc tidak berhasil membebaskan Paris. Ia ditangkap pada awal tahun 1430 oleh orang-orang Burgundy, yang kemudian memberikannya kepada Pendeta Pierre Cauchon untuk diadili karena praktek sihir dan kebidatan. Di bawah tekanan yang berat dari Cauchon, yang berada di pihak Inggris, Joan tetap mempertahankan ketidakbersalahannya. Akhirnya, dalam kelelahan, ia menandatangani penerimaan tuduhannya sebagai bidat dan dipenjara, tetapi kemudian ia menarik kembali pernyataannya dan memastikan kembali ketidakbersalahannya. Ia kemudian diberikan kepada otoritas sekuler dan dibakar pada tahun 1431.

Dua puluh lima tahun kemudian, perintah baru membatalkan tuduhan dan hukumannya. Pada tahun 1920, ia masuk dalam daftar orang-orang kudus. Ia adalah simbol orang kudus Prancis.

Bagi orang percaya di seluruh dunia, Joan of Arc dijuluki sebagai seorang pahlawan terhadap satu fakta: ia rela mengambil risiko terhadap dirinya untuk menyampaikan berita dari Tuhan.

Para pengubah dunia seringkali terpanggil dan rela untuk berkorban.

Ditulis dari buku “You Can Be A World Changer”..

Biarlah melalui momen Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, kembali mengingatkan kita untuk tetap menjadi terang dan berkat bagi bangsa Indonesia ini.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16).

You can be a world changer..

Pernah dimuat di Buletin Phos edisi Agustus 2013..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s