Monthly Archives: September 2013

Hidup yang Bermakna

Standard

“Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”” (Lukas 9:62).

Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog Jerman, menulis sebuah buku yang memiliki tema tentang harga yang harus dibayar oleh seorang murid Kristus. Bukunya berlatar belakang pengalaman pribadinya dalam menentang pendewaan atas Hitler pada waktu itu. Ancaman demi ancaman diterimanya, makin lama semakin hebat, sampai pada akhirnya dia harus dipenjara selama tiga tahun dan dihukum gantung. Dalam bukunya, ia mengingatkan bahwa bahaya terbesar yang dihadapi oleh murid-murid Kristus adalah mereka cenderung untuk “menjual” anugerah Allah dengan harga obral / diskon. Membuang mutiara Injil dengan mudahnya ke dalam lumpur dunia. Kekristenan dan kasih karunia-Nya dinilai dengan murahan, itu adalah bahaya terbesar.

Kita juga mendengar adanya orang-orang yang menjual imannya hanya karena ingin menikah dengan pasangannya dan mendapatkan kekayaan dan ketenaran dalam waktu sesaat. Tak sedikit kita juga menemukan orang yang mengharapkan berkat-berkat besar melimpah karena imannya, tetapi mengabaikan sama sekali setiap “tuntutan” yang harus dibayar karena setia pada imannya.

Dalam buku “Hidup yang Bermakna”, penulis mengatakan bahwa Kekristenan yang murah ialah: ketika seseorang dengan mudahnya menyesuaikan diri dengan dunia ini, lebih daripada berusaha mengikuti jalan Kristus. Injil itu sebenarnya tidak pernah murah dan mudah. Tidak mudah karena yang harus dilalui oleh Injil itu adalah jalan penderitaan, jalan salib, jalan kematian.. ada harga yang harus dibayar. Setiap usaha untuk menjadikan Injil itu murah dan mudah adalah usaha yang meremehkan korban Kristus. Jangan sampai orang tertarik akan Injil Kristus karena mudah dan murahnya, sehingga tak akan menghasilkan apa-apa kecuali kemunafikan dan kesia-siaan.

Ada kata-kata bijak yang mengatakan,

To receive Jesus cost nothing,
To follow Jesus cost something,
To serve Jesus cost everything..

Tetap setia mengiring-Nya, apapun keadaan kita.
Tuhan Yesus memberkati ☺

Disadur dari berbagai sumber..

Advertisements

Bentuklah Bagi Saya Seorang Anak

Standard

Bentuklah bagi saya seorang anak, ya Tuhan, yang cukup kuat saat ia lemah, dan cukup berani menghadapi dirinya saat ia takut; seorang yang berani dan tegar menghadapi kekalahan, dan lembut serta rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah bagi saya seorang anak yang segenap keinginannya tidaklah bergantung pada kekuatannya; seorang yang terlebih dahulu mengenal-Mu, dan dengan demikian bisa mengenal dirinya, karena itulah dasar dari segala pengetahuan.

Tuntunlah ia bukan di jalan yang mudah dan menyenangkan, namun di jalan yang penuh tekanan, kesukaran, dan tantangan. Dengan demikian ia belajar untuk tetap tegak di tengah badai dan belajar untuk berbelas kasihan kepada mereka yang jatuh.

Bentuklah bagi saya seorang anak yang hatinya bersih, yang cita-citanya tinggi; seorang anak yang mampu menguasai dirinya sebelum ia berusaha menguasai orang lain; seorang anak yang belajar untuk tertawa namun tak pernah lupa bagaimana menangis; seorang yang berusaha menggapai masa depan, namun tak pernah melupakan masa lalu.

Dan setelah segalanya ia miliki, tambahkan rasa humor sehingga meski senantiasa serius, ia tak menjadi terlalu serius. Berikan kepadanya kerendahan hati, sehingga ia selalu mengingat kesederhanaan akan kebesaran sejati, pikiran yang terbuka akan kebenaran, kelemahlembutan akan kekuatan.

Kemudian saya, Ayahnya, akan berani berbisik,
“Hidup saya tidak sia-sia.”

Ditulis oleh General Douglas MacArthur..

(Ditulis dari berbagai sumber..)