Hidup yang Bermakna

Standard

“Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”” (Lukas 9:62).

Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog Jerman, menulis sebuah buku yang memiliki tema tentang harga yang harus dibayar oleh seorang murid Kristus. Bukunya berlatar belakang pengalaman pribadinya dalam menentang pendewaan atas Hitler pada waktu itu. Ancaman demi ancaman diterimanya, makin lama semakin hebat, sampai pada akhirnya dia harus dipenjara selama tiga tahun dan dihukum gantung. Dalam bukunya, ia mengingatkan bahwa bahaya terbesar yang dihadapi oleh murid-murid Kristus adalah mereka cenderung untuk “menjual” anugerah Allah dengan harga obral / diskon. Membuang mutiara Injil dengan mudahnya ke dalam lumpur dunia. Kekristenan dan kasih karunia-Nya dinilai dengan murahan, itu adalah bahaya terbesar.

Kita juga mendengar adanya orang-orang yang menjual imannya hanya karena ingin menikah dengan pasangannya dan mendapatkan kekayaan dan ketenaran dalam waktu sesaat. Tak sedikit kita juga menemukan orang yang mengharapkan berkat-berkat besar melimpah karena imannya, tetapi mengabaikan sama sekali setiap “tuntutan” yang harus dibayar karena setia pada imannya.

Dalam buku “Hidup yang Bermakna”, penulis mengatakan bahwa Kekristenan yang murah ialah: ketika seseorang dengan mudahnya menyesuaikan diri dengan dunia ini, lebih daripada berusaha mengikuti jalan Kristus. Injil itu sebenarnya tidak pernah murah dan mudah. Tidak mudah karena yang harus dilalui oleh Injil itu adalah jalan penderitaan, jalan salib, jalan kematian.. ada harga yang harus dibayar. Setiap usaha untuk menjadikan Injil itu murah dan mudah adalah usaha yang meremehkan korban Kristus. Jangan sampai orang tertarik akan Injil Kristus karena mudah dan murahnya, sehingga tak akan menghasilkan apa-apa kecuali kemunafikan dan kesia-siaan.

Ada kata-kata bijak yang mengatakan,

To receive Jesus cost nothing,
To follow Jesus cost something,
To serve Jesus cost everything..

Tetap setia mengiring-Nya, apapun keadaan kita.
Tuhan Yesus memberkati ☺

Disadur dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s