Bangun Cinta Vs. Jatuh Cinta

Standard

Mengapa orang menikah?
Karena mereka jatuh cinta
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia?
Apakah karena jatuh cinta?
Bukan, tapi karena mereka terus membangun cinta..

Jatuh cinta itu mudah.
Tetapi bangun cinta itu tak semudah membalik telapak tangan,
membutuhkan waktu seumur hidup.

Mengapa jatuh cinta mudah? Karena pada saat itu kita “buta, bisu dan tuli” terhadap keburukan pasangan kita. Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang dapat ditutupi lagi. Dengan interaksi waktu selama 24 jam per hari, 7 hari dalam seminggu, semua sifat akan terbuka apa adanya..

Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta:
Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan yang menjengkelkan.
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud sebuah pelukan, melainkan berbentuk itikad baik dalam memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Cinta yang dewasa tak menyimpan dendam, walau ada beberapa hal yang membutuhkan kepekaan untuk bisa diungkapkan, seperti masalah keuangan, orangtua dan keluarga, bahkan sampai masalah seks..

Namun sepeka apapun masalah itu, perlu dibicarakan dengan baik dan dari hati ke hati, agar kejengkelan tidak berlarut lama. Syarat untuk keberhasilan dari sebuah pembicaraan adalah kita dapat saling menerima, memperhitungkanĀ­ perasaan satu sama lainnya.
Jika suami / istri saling memperhatikan perasaannya sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling bermusuhan dan rumah tangga berubah bukan lagi menjadi surga, tetapi neraka.

Apakah kondisi ini dapat diperbaiki?

Tentu saja bisa, saat masing-masing mengingat komitmen awal mereka. Apakah dahulu mereka ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan? Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta.

Membangun cinta berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak dapat saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.

Mau punya teman hidup? Jatuh cintalah..
Tetapi sesudah itu.. Bangunlah cinta..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s