Praktik Dukun Kristiani

Standard

“Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian.” (Ulangan 18:14).

Beberapa hari yang lalu beberapa media online menyajikan liputan mengenai banyaknya caleg yang pergi ke paranormal agar bisa menang dalam pemilihan, menjadi anggota legislatif baik di pusat maupun di daerah. Dan banyak paranormal tersebut memasang tarif yang tidak murah, di samping itu mereka juga memberikan pelayanan yang beragam agar orang merasa nyaman dan percaya.

Memang “bisnis spiritual” merupakan bisnis yang cukup langgeng, bahkan di masa-masa tertentu mengalami zaman keemasan, apalagi sekarang ini, yang pergi ke mereka adalah orang yang berduit dan juga terpelajar.

Kalau kita tanya kepada mereka yang pergi ke paranormal, sebagian besar pasti beragama, termasuk juga umat Kristiani. Memang praktik ramal meramal sudah ada sejak zaman dahulu, namun Alkitab mengingatkan kita dengan keras bahwa meminta petunjuk dewa, arwah, roh peramal, orang mati, adalah kekejian bagi Tuhan..

“Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.” (Ulangan 18:10-12).

Sangat disayangkan bahwa banyak umat Kristiani begitu gampang percaya, dibingungkan, diresahkan dan digelisahkan oleh ramalan-ramalan, termasuk ramalan bintang dan feng sui.

Di samping banyak umat Kristiani pergi ke dukun atau paranormal, ternyata sekarang ini juga banyak dukun-dukun Kristiani, yang praktiknya tak ubahnya seorang dukun, cuma mungkin menyebut-nyebut nama Yesus dan ayat-ayat Alkitab, oleh karena itu banyak umat menjadi semakin bingung. Apalagi praktik dukun-dukun Kristiani seringkali ditandai dengan mujizat-mujizat dan membuat umat semakin tercengang dan menaruh harapan besar padanya.

Umat semakin fokus kepada mujizat, bukan lagi Yesus, umat
menjadi keliru menafsirkan hamba-hamba Tuhan yang tidak membuat mujizat sebagai hamba Tuhan tanpa Roh Kudus, lupa bahwa dukunpun bisa melakukan mujizat.

Ditulis dari broadcast bbm pak Gembala..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s