Monthly Archives: March 2015

Mendapatkan Sebuah Kehidupan

Standard
Kisah mengenai Roy Neel muncul di 

Newsweek pada 6 Maret 1995, yang menggambarkan dirinya sebagai deputi kepala staf dalam pemerintahan Clinton. Hari-hari Roy begitu penuh, ia bekerja 55 jam per minggu, dan selalu siap menerima panggilan telepon.


“Saya benar-benar lelah karena harus berjaga-jaga 24 jam sehari,” kata Neel. Sebuah episode yang tampaknya biasa tetapi penuh pergumulan dengan Walter, anak lelakinya yang berusia 9 tahun, meyakinkan dirinya bahwa bekerja, bahkan bagi Presiden Amerika Serikat, tidak sesuai dengan bayaran yang ia dapatkan. Walter dan ayahnya sedang menuju ke arah pintu untuk bermain baseball yang sudah lama dijanjikan ketika tiba-tiba telepon berbunyi. Telepon itu ternyata dari Presiden. Walter kecil tidak heran. Ketika Neel muncul satu jam kemudian, Walter telah pergi. Ia membonceng seorang tetangganya, meninggalkan ayahnya yang masih menggenggam ganggang telepon.

“Masyarakat kita menderita schizophrenia (penyakit jiwa berupa suka mengasingkan diri),” kata Neel. “Kita memuji orang-orang yang ingin menyeimbangkan kehidupan mereka, tetapi memberi upah kepada mereka yang bekerja sampai mati.” Neel mendengar panggilan yang menyadarkannya. Ia melihat bendera merah besar kehidupan dan menemukan sebuah jalan baru menuju sukses, jalan yang cukup besar untuk membawa Walter dan anggota keluarga lainnya di sepanjang perjalanan.

Selama sepuluh tahun, saya telah bergumul menemukan sebuah jalan yang lebih sederhana tetapi berhasil untuk pekerjaan, menjadi orangtua, serta pasangan hidup seperti yang didambakan oleh keluarga saya. Jalan itu saya temukan ketika mulai mengajukan kepada diri sendiri beberapa pertanyaan untuk menyelidiki jiwa saya. Pertanyaan-pertanyaan kecil ini saya namakan, “Kebiasaan Hati”. Setiap kebiasaan hati dimaksudkan untuk menjadi suatu pengingat yang lembut tentang pemberian makan yang dibutuhkan untuk menyegarkan hati kita yang lapar. Ajukan ketiga belas pertanyaan di bawah ini pada diri Anda setiap hari:

1. Apakah saya yakin tentang hal-hal yang paling penting?
2. Apakah saya membuat perubahan hari ini?
3. Apakah saya merasa aman dalam keadaan saya yang sesungguhnya, apa pun penampilan saya?
4. Apakah saya menjadwalkan saat teduh hari ini?
5. Apa yang saya lakukan untuk menunjukkan kepada keluarga saya bahwa saya mengasihi mereka?
6. Apakah saya melakukan semua komitmen saya (khususnya komitmen-komitmen di rumah?)
7. Apakah saya melindungi kejujuran dan integritas saya?
8. Apakah saya membaca atau mempelajari sesuatu yang baru?
9. Apakah saya tertawa keras hari ini?
10. Apakah saya adalah teladan yang unggul dalam pekerjaan saya hari ini?
11. Jika hari ini adalah hari libur, apakah saya beristirahat atau tidak bisa beristirahat?
12. Apakah saya menyediakan dukungan emosional bagi keluarga saya hari ini?
13. Apa perbedaan yang akan saya lakukan esok?

Hal terbesar yang pernah saya temukan adalah bahwa jika saya tertabrak sebuah truk besar dan tewas pada hari ini, pekerjaan saya akan digantikan oleh orang lain besok. Tetapi, saya tidak akan pernah bisa digantikan di rumah. Di rumah, saya akan dirindukan selamanya. Berhentilah memberikan kepada keluarga Anda sisa-sisa dari diri Anda.

Ketika pekerjaan Anda menjadi kekuatan yang mendominasi, yang memengaruhi keluarga Anda dengan arah yang berlawanan, maka itulah waktunya untuk melakukan perubahan – suatu perubahan dalam sikap ataupun suatu perubahan dalam cara Anda bekerja.

Disadur dari buku Kiat Orang-orang Sukses. Ditulis oleh: Jeff Conley.

Jeff Conley dijuluki oleh Speakers Platform sebagai salah satu dari sepuluh besar pembicara motivasional di dunia. Di rumah ia adalah seorang suami dan ayah yang penuh komitmen; dalam pekerjaan ia adalah CEO dari Jeff Conley Corporation, sebuah organisasi yang membantu para pengusaha untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, rekan kerja, dan keluarga. Ia menulis buku Habits of the Heart: Taking Paths to Success Wide Enough for Family, Friends, and Fun. Lihat situsnya di www.jeffconley.com.
Advertisements

Langit Bukan Batasnya

Standard

Tak seorang pun dapat menetapkan batasan, jika Anda tidak memberinya izin..

Eli Whitney ditertawakan ketika ia menunjukkan mesin pemisah biji kapas. Edison harus memasang lampu listriknya secara cuma-cuma di sebuah gedung perkantoran sebelum siapa pun memperhatikannya. Mesin jahit pertama dihancurkan berkeping-keping segerombolan orang dari Boston. Orang-orang mencemooh ide mengenai jalan kereta api. Orang-orang berpikir bahwa melakukan perjalanan sejauh 45 kilometer dalam satu jam akan menghentikan sirkulasi darah. Morse harus memohon di hadapan sepuluh anggota Kongres sebelum mereka memperhatikan telegrafnya! Namun, bagi semua orang tersebut, langit bukanlah batasnya.

“Carilah, maka kamu akan mendapat” (Matius 7:7). Kita memperoleh hanya dalam proporsi yang sesuai dengan usaha kita. Lebih banyak orang dibujuk untuk tidak percaya pada apa pun daripada percaya terlalu banyak. Yesus berkata, “Jadilah sesuai dengan imanmu.” (Matius 9:29). Anda tidak pernah berada sejauh jawaban ketika jawaban pertama kali muncul. Jika Anda menghadapi masa depan tanpa iman, Anda tidak akan pernah merasa aman dan akurat. 

Beri tahu saya apa yang Anda percayai tentang Yesus dan saya akan memberi tahu beberapa fakta penting mengenai masa depan Anda. Gambaran Yesus seperti apa yang Anda miliki? Apakah Ia sekadar seorang yang baik dengan ide-ide baik? Apakah Ia adalah Anak Allah, pembela kita di hadapan Allah, Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan?

Banyak orang tidak lagi mengharapkan yang terbaik, mereka hanya menghindari yang terburuk. Banyak di antara kita pernah mendengar adanya kesempatan yang menghampiri di depan pintu, tetapi saat melepas rantai, mendorong kembali pegangan pintu, mengunci pintu dua kali, dan mematikan alarm anti pencuri — kesempatan itu sudah pergi! Terlalu banyak orang menghabiskan kehidupan mereka sambil melihat-lihat sekeliling, melihat ke bawah atau ke belakang, ketika Allah menyuruh melihat ke atas. Langit bukanlah batasnya!

Tidak semua rintangan buruk. Sebuah kesempatan favorit tersembunyi adalah sebuah rintangan. Konflik adalah menemukan sebuah rintangan di jalan menuju jawaban Anda. Pergumulan itu baik; itu adalah bukti bahwa Anda belum menyerah. Pertumbuhan dan keberhasilan tidak menghapuskan rintangan; tetapi justru menciptakan rintangan-rintangan baru. 

Thomas Carlisle berkata, “Bongkahan batu granit yang merupakan rintangan di tengah jalan orang yang lemah menjadi sebuah batu loncatan di jalan orang yang kuat.”

Pencobaan memberikan kesempatan untuk bertumbuh, bukan untuk mematikan. Bahkan di tengah-tengah pencobaan, Allah menginginkan pertumbuhan dan promosi bagi Anda. Rintangan dapat sementara menyebabkan jalan Anda memutar, tetapi hanya Anda yang dapat menghentikan diri Anda sendiri. Iblis ingin Anda berpikir tidak ada satu hal pun yang lebih permanen daripada situasi sementara Anda. Rintangan mengungkapkan apa yang sungguh-sungguh Anda yakini dan siapa sesungguhnya diri Anda. Mereka memperkenalkan Anda kepada diri Anda sendiri. Pergumulan Anda mungkin lama, tetapi tidak akan berlangsung selamanya.

Ditulis oleh: John Mason, pendiri dan presiden Insight International, adalah seorang pembicara inspirasional terkemuka dan pengarang buku laris dengan lebih dari 1 juta buku terjual dalam dua puluh bahasa. Lihat website-nya di http://www.freshword.com.