Serba-Serbi Narkoba

Standard

Kita memperingati hari Anti Narkoba Sedunia setiap tanggal 26 Juni. Berikut adalah serba-serbi dari Narkoba..

Apa itu Narkoba?

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah NAPZA yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi, atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalahgunakan, di antaranya dengan pemakaian yang telah di luar batas dosis.

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan / zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh, terutama susunan syaraf pusat / otak, sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis / jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Tips Terhindar dari Narkoba

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah pemakaian narkoba:

1. Dapatkan informasi yang benar mengenai bahaya narkoba dari koran, majalah, seminar, dan lain sebagainya. 

2. Persiapkan dan kuatkan mental untuk menolak, jika ada yang menawarkan narkoba.

3. Belajar berkata “TIDAK” kalau mendapat tawaran narkoba. Siapkan alasan yang dapat dipakai dan alihkan pembicaraan jika mulai disudutkan. Namun jika mereka mulai memaksa, segera tinggalkan mereka. Carilah pergaulan baru yang bersih dari narkoba.

4. Miliki cita-cita dalam hidup, sehingga hidup memiliki arah.

5. Lakukan kegiatan positif yang dapat menolong kita untuk menjadi lebih mandiri. Misal menyalurkan hobi, berprestasi, dsb.

6. Mendekatkan diri pada Tuhan dan mengembalikan masalah yang kita hadapi pada-Nya.

Selain itu agar tidak terjerumus narkoba, diperlukan pendekatan kognitif dari orangtua, sekolah, dan guru. Pendekatan kognitif adalah pendekatan yang mencoba mengurangi persepsi negatif tentang diri sendiri, dengan cara mengubah kesalahan berpikir dan keyakinan diri yang keliru.

Dampak Buruk Narkoba

Narkoba berbahaya karena berpengaruh pada otak atau susunan syaraf pusat, dan perkembangan daya normal remaja terhadap: Daya ingat, sehingga mudah lupa; Perhatian, sehingga sulit konsentrasi; Perasaan, sehingga tidak dapat bertindak rasional; Persepsi, sehingga memberi perasaan semu atau khayal; dan Motivasi, sehingga keinginan dan kemampuan belajar merosot, persahabatan rusak, dan minat dan cita-cita semula berubah.

Selain timbul ketergantungan dengan segala akibatnya, penyalahgunaan narkoba juga dapat mengakibatkan:

1. Kerusakan pada berbagai organ tubuh: Hati, ginjal, lambung, paru, jantung, otak, dan sistem reproduksi. Tergantung jenis narkoba yang digunakan, jumlah, dan lama pemakaiannya .

2. Perubahan mental: Gangguan pemusatan perhatian, lemahnya motivasi belajar & bekerja, paranoid, dan penyakit parkinson.

3. Pola hidup bisa berubah karena kurang selera makan, kurang perhatian pada mutu makanan dan kebersihan diri, yang bisa menyebabkan keadaan kurang gizi, badan kurus, pucat, penyakit kulit dan gigi berlubang.

4. Nilai-nilai kehidupan agama, sosial, budaya bisa berubah. Perilaku seks bebas bisa mengakibatkan kehamilan yang tak diinginkan, penyakit kelamin, dan lain sebagainya.

5. Alat suntik yang tidak steril juga berakibat terjadinya radang pembuluh darah, infeksi jantung, abses, hepatitis B atau hepatitis C, atau bahkan bisa terinfeksi HIV / AIDS.

Banyak alasan yang sering dilontarkan mengapa memakai narkoba. Ada yang awalnya iseng mencoba, ditawari teman dan tidak bisa menolak karena takut atau segan, dan ada yang ingin lari dari masalah. Tidak sedikit yang terjerumus karena pergaulan, lingkungan sosial, stres, kesulitan hidup, bahkan karena ketidak-tahuan pada narkoba itu sendiri.

Terkadang punya masalah, merasa dirinya tidak sebaik orang lain.. Perasaan itu membuat hidup jadi tidak menyenangkan. Kemudian memakai narkoba dengan tujuan melupakan masalah. Dengan memakai narkoba, ia mengira masalah akan hilang, padahal begitu sadar, masalah itu masih ada dan harus dihadapi, sementara sebagian tubuh dan jiwanya sudah rusak terkena dampak buruk dari narkoba.

Jadi jangan pernah sekalipun iseng untuk memakai narkoba, apalagi dengan alasan untuk menghilangkan masalah. Alih-alih masalah bisa hilang, yang ada malah menemukan masalah baru. Jadi, hindarilah narkoba!

Ditulis dari sumber: Website Informasi dan Edukasi Narkoba Humas BNN, merupakan sub website dari website resmi http://www.bnn.go.id yang bertujuan melakukan pencegahan Narkotika, dengan cara edukasi dan informasi yang berbasis komunitas. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s