Menjadi Penafsir Alkitab yang Baik

Standard

Setiap orang Kristen berhak membaca dan menafsir Alkitab. Namun demikian, hal ini membutuhkan persiapan memadai dan mendapat pendidikan yang cukup. Diharapkan dia dapat membaca dengan lancar, berpikir jernih dan memiliki pengetahuan umum yang cukup luas. Kalau memungkinkan, sebaliknya juga menguasai dan mempelajari dengan tekun bahasa-bahasa yang digunakan penulis Alkitab, di samping beberapa bahasa asing yang sering dipakai di kalangan studi Biblikal, misalnya bahasa Inggris.

Penafsir Alkitab sebaiknya adalah seorang yang sudah dilahirkan kembali, sebab sebelum itu mata seorang pembaca Alkitab belum dibuka untuk menanggapi kebenaran Allah. Seorang penafsir juga perlu mempunyai rasa seni dan humor. Dia perlu bersikap obyektif dan terbuka, serta tidak terlalu membatasi diri kepada pandangan atau teologi tertentu.

Selain itu, dibutuhkan sikap dan motivasi yang benar: merindukan firman Allah sama seperti seorang yang lapar dan haus (Matius 5:6), bersedia belajar dengan rendah hati (sikap murid, siap untuk diajar, Yesaya 50:4a), memiliki keyakinan bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang tidak bersalah, membaca Alkitab dengan rajin dan teliti, dan juga bertekad untuk menjalankan firman Tuhan. Karena seorang yang hanya mendengar tanpa menjalankan firman-Nya, dia bagaikan membangun sebuah rumah tanpa fondasi yang baik (Matius 7:24-27).

Selain bahasa-bahasa yang dipakai para penulis Alkitab, pengetahuan tentang sejarah, adat istiadat, pikiran, geografis, lingkungan hidup, masyarakat, politik, ekonomi, agama dan lain-lain yang ada hubungan dengan Alkitab juga amat penting. Seorang penafsir sebaiknya juga memiliki mental sehat dan intelek yang cukup baik. Dia dapat berpikir secara logis, dan sanggup “sedikit berimajinasi”, yakni daya membayangkan sesuatu dengan wajar dan terkontrol (menurut Diktat kuliah Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1983, hlm. 1-3, “Hermeneutics”, disusun oleh Peter Wongso dan George Sanusi).

Ini berarti, ketika seorang pembaca Alkitab menjelaskan sebagian Alkitab, dia mengikutsertakan dirinya ke dalam jalan cerita, situasi atau pembicaraan bagian itu. Dia seolah-olah hadir di tempat itu. Sudah tentu daya berimajinasi seperti ini harus dikuasai Roh Kudus, dibatasi firman Allah, dan dituntun pikiran sehat, sehingga penafsiran ini tidak merupakan rekaan subyektif yang menyimpang dari apa yang dimaksudkan penulis Alkitab.

Dalam upaya menafsir Alkitab, pengalaman dan pertumbuhan kerohanian orang yang bersangkutan juga mengambil peranan yang sangat penting. Penafsiran juga berhubungan erat dengan kesastraan. Seorang penafsir yang ideal adalah seorang yang tertarik dan menguasai pengetahuan dasar tentang kesastraan. Dia sebaiknya juga memahami beberapa aspek mengenai komunikasi. Seorang penafsir yang baik biasanya juga membaca dan menganalisis apa yang dibacanya.

Sayang sekali, tidak semua penafsir menaruh perhatian akan hal-hal ini, terutama syarat-syarat yang berkaitan dengan kerohanian. Di mata sebagian sarjana, Alkitab dapat dimengerti sama seperti buku-buku lain. Alkitab bukanlah buku manusia yang biasa, melainkan firman yang diilhamkan Allah. Roh Kudus adalah Penulis yang sesungguhnya. Dialah yang berkarya dalam hati penulis-penulis Alkitab. Begitu juga Roh Kudus yang akan memimpin orang Kristen ke dalam seluruh kebenaran.

Roh Kudus juga mengubah pembacaan dan penyelidikan Alkitab menjadi berkat bagi diri pembaca dan orang lain. Dengan kata lain, tanpa pertolongan Roh Kudus, seringkali pembacaan Alkitab itu kering, dan penyelidikannya tidak mendatangkan manfaat. Namun, keadaan akan berubah jika Roh Kudus menuntun pembaca Alkitab. Ini dapat dibuktikan pada karya dan komentari (commentary) tertentu yang walaupun sudah lama ditulis tetapi tetap membangun kerohanian umat Tuhan.

Itu sebabnya seorang penafsir harus dengan rendah hati datang kepada Roh Kebenaran untuk memohon pertolongan-Nya.

(Disadur dari buku “Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab”, ditulis oleh Pdt. Hasan Sutanto, D.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s