Panggung Vs. Mezbah

Standard

Subject: Panggung Vs. Mezbah

Di dalam dunia pelayanan akan selalu ada dua sisi kecenderungan yang akan muncul, apakah berperan sebagai panggung atau sebagai mezbah. Panggung membuat kita menuntut, tapi Mezbah membuat kita rela meletakkan.

Panggung seringkali membuat diri kita menghirup pujian dan menikmati suara gegap gempita tepuk tangan. Tapi Mezbah sunyi dari gempita penghargaan. Panggung mengerjakan sesuatu yang sesaat dan lalu hilang, tapi Mezbah mengerjakan sebuah kekekalan. Panggung adalah suatu kebanggaan, tapi Mezbah adalah suatu ekspresi tahu diri.

Panggung selalu mendorong kita untuk rebutan yang paling depan, tapi Mezbah membuat kita bersedia berada di paling bawah untuk diinjak supaya saudara kita bisa naik. Panggung selalu menyediakan lampu sorot yang sangat terang, menyilaukan, lalu kemudian hilang lenyap tak berbekas. Tapi Mezbah adalah suatu titik sinar kecil yang kian lama kian terang, dan pada akhirnya menjadi suluh yang sangat cemerlang, yang dapat menerangi jalan di sekitarnya yang gelap.

Panggung adalah ekspresi bahwa “aku bisa”, “aku mampu”. Tapi Mezbah adalah ekspresi “aku hanyalah hamba yang dimampukan-Nya”..

Panggung seringkali membuat kita merasa bahwa “aku” adalah yang terutama dan terpenting, tapi Mezbah membuat kita tersungkur dengan gemetar dan sadar bahwa kita ini bukan siapa-siapa, semua yang terjadi hanya karena anugerah-Nya semata. Panggung adalah bau kedagingan yang menyengat dan akan tetap tercium walau terbungkus parfum termahal di dunia. Namun Mezbah adalah bau harum yang menetes keluar dari kedagingan yang dipotong dan diletakkan dengan air mata.

Panggung adalah rumah bagi para bintang untuk beraksi, tapi Mezbah adalah tempat para hamba memberi diri. Panggung-panggung ambisi nantinya akan dirobohkan oleh bangunan Mezbah yang berkenan di Hati Tuhan.

Anugerahi kami Tuhan untuk mengerti bagaimana pentingnya membangun sebuah mezbah kehidupan, dan menyingkirkan panggung dalam setiap pelayanan kami.. Tuhan Yesus memberkati (ditulis dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s