Info Budaya: Angpao

Standard

Subject: Info Budaya: Angpao

Ternyata masih banyak orang Tionghoa belum tahu bagaimana melakukan “soja” dengan benar. Dalam bahasa Mandarin, soja disebut gongshou, yang dalam dialek Hokkian ada kiongchiu (ejaan lama kiongtjhioe). Cara soja yang benar berdasarkan pedoman seharusnya: “Yang” memeluk “Yin” atau tangan kanan dikepal kemudian tangan kiri menutupi tangan kanan dan jari jempol harus berdiri lurus, dan menempel keduanya. Soja kepada yang lebih tua dengan mengangkat sejajar mulut, soja kepada yang seumuran sejajar dengan dada, soja kepada yang lebih muda sejajar dengan perut, dan kalau soja kepada Tuhan harus di atas kepala.

Saat masih kecil di hari raya Tahun Baru Imlek, anggota keluarga saling mengucapkan “Sin Cun Kiong Hie” (Xin Chun Gong Xi) yang berarti selamat menyambut musim semi atau selamat tahun baru. Tetapi sekarang sudah diganti dengan “Gong Xi Fa Cai – Wan Shi Ru Yi – Shen Ti Jian Kang”, yang berarti: “Semoga sukses selama-lamanya dan selalu dalam keadaan sehat”. 

Tradisi Tahun Baru Imlek selalu dikaitkan dengan pemberian angpao, juga pada saat pesta pernikahan, masuk rumah baru, ulang tahun, maupun acara pesta lainnya. Kata angpao berasal dari dialek Hokkian yang artinya: bungkusan atau amplop merah. Warna merah dalam budaya Tionghoa berarti lambang pembawa hokie maupun kegembiraan. 

Yang berkewajiban memberi angpao pada umumnya orang yang telah berkeluarga, sebab dalam budaya Tionghoa, pernikahan merupakan batasan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Walau demikian bagi yang belum menikah, tetapi ingin memberi angpao, sebaiknya diberi tanpa menggunakan amplop merah.

Jumlah uang dalam angpao bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat sukacita biasanya besarnya dalam angka genap, angka ganjil untuk kematian. Angka “empat” ter-asosiasi dengan ketidakberuntungan, karena pelafalan angka empat (shi, 四) memiliki arti “mati” (shi wang, 死亡). Jumlah uang dihindari menggunakan angka empat. Walau demikian, angka delapan (8) terasosiasi untuk keberuntungan. Pelafalan angka delapan (8) berarti “kekayaan”.

Kewajiban memberi angpao bukan terhadap anak-anak saja, melainkan juga kepada orang yang dituakan. Pemberian angpao Tahun Baru Imlek itu sebenarnya mempunyai makna yang lebih dikenal dengan sebutan “Ya Sui” yang berarti hadiah untuk anak-anak dalam rangka pergantian tahun maupun pertambahan usia. Tradisi Ya Sui ini sudah dikenal sejak zaman Ming dan Qing.

Karakter Sui dalam Ya Sui berarti “umur”, dan mempunyai lafal sama dengan karakter Sui lainnya yang berarti “bencana”. Jadi, Ya Sui bisa juga diartikan sebagai lambang penangkal bencana, dengan harapan yang mendapat Ya Sui akan terlindungi selama setahun mendatang tanpa ada gangguan penyakit maupun bencana. Pemberian angpao zaman dahulu belum dikenal, sebab mereka baru menggunakan uang kertas pada pada jaman dinasti Song. Uang kertas baru menyebar luas secara resmi di zaman dinasti Ming.

Nominal uang kecil yang beredar di Tiongkok saat itu masih dalam bentuk koin perunggu yang diberi lubang segi empat di tengahnya dan lebih dikenal dengan nama Wen atau Tongbao. Koin-koin yang dihadiahkan sebelumnya diikat terlebih dahulu menjadi untaian uang dengan menggunakan tali merah. Orang-orang kaya memberi untaian uang sampai 100 koin, sebab ini juga melambangkan umur panjang.

Angpao dinilai bukan dari besar kecilnya, melainkan ketulusan hati saat memberi, yang berisi Doa dan Harapan pada yang menerimanya. (Sekadar pengetahuan dan diambil dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s