Isi Koper

Standard

• Isi Koper

Suatu hari ada seseorang yang meninggal dunia. Lalu ia melihat Tuhan mendekati dirinya sambil memegang sebuah koper di tangan kanan-Nya. Berikut adalah dialog yang terjadi antara Tuhan dan roh dari manusia tersebut..

Tuhan: “Mari kita pergi.”

Roh: “Mengapa begitu cepat? Padahal saya masih memiliki banyak rencana yang belum diselesaikan di dunia ini.”

Tuhan: “Waktumu telah habis. Sudah saatnya untuk pergi.”

Roh: “Apa isi koper yang Engkau pegang itu?”

Tuhan: “Ini adalah milik kamu.”

Roh: “Milik saya? Maksudnya barang-barang milik saya? Seperti pakaian, uang, perhiasan, dan barang-barang lainnya yang saya beli selama di dunia?”

Tuhan: “Bukan, barang-barang itu tidak pernah menjadi milikmu. Itu adalah milik Dunia.”

Roh: “Ooo.. Apakah itu berisi ingatan dan kenangan saya selama masih hidup di dunia?”

Tuhan: “Bukan. Ingatan dan kenangan itu adalah milik Waktu.”

Roh: “Apakah itu bakat dan kesuksesan yang telah saya raih?”

Tuhan: “Bukan juga. Segala bakat dan kesuksesan yang telah kamu raih adalah milik Anugerah.”

Roh: “Apakah itu istri dan anak-anak saya?”

Tuhan: “Tidak juga. Itu adalah milik Hatimu.”

Roh: “Kalau begitu, itu pasti tubuh saya.”

Tuhan: “Tidak, bukan.. Tubuhmu milik Debu Tanah.”

Roh: “Jika demikian isinya tentu jiwa saya.”

Tuhan: “Kamu salah besar Nak, sebab jiwamu itu milik-Ku.”

Tuhan lalu menyerahkan koper tersebut ke roh manusia. Dengan kebingungan dan ketakutan, roh manusia tersebut membuka koper tersebut. Dan ternyata isinya KOSONG…!!! Dengan hati kecewa dan airmata berlinang, roh manusia tersebut bertanya kepada Tuhan, “Maksud Tuhan, saya tak pernah memiliki apapun?!”

Tuhan menjawab: “Iya, benar. Sesungguhnya kamu tak pernah memiliki apapun..”

Roh: “Lalu, apa yang menjadi milikku, Tuhan?”

Tuhan: “WAKTU-mu. Saat-saat di mana kamu HIDUP.. Itu adalah milikmu..”

Sahabatku, hidup adalah waktu. Hargai setiap waktu yang ada dengan sebijaksana mungkin. Jalani hidup yang telah dipercayakan-Nya ini dengan penuh rasa syukur dan belajar berbahagia atas setiap berkat yang telah diberikan-Nya, sesederhana apapun bentuknya. Berhentilah bersungut-sungut dan mengomel. Nikmati setiap saat yang dilalui bersama dengan keluarga, dan bahagiakan mereka, selagi kita masih dipercayakan waktu. Jangan menyimpan kebencian, dendam, dan kepahitan. Tetaplah berbuat baik dan benar, sampai di akhir hidup kita..

Have a blessed day,

Big God bless you all 😊

(Ditulis dari berbagai sumber..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s