Setia dan Adil

Standard

Beberapa nelayan di dataran tinggi Skotlandia kembali ke penginapan untuk minum teh. Ketika pelayan melayani mereka, salah satu dari mereka mulai menggambarkan tangkapan hari itu dalam gerakan nelayan yang khas, dan tangan kanannya menyenggol cangkir teh. Isinya terpercik ke seluruh dinding bercat putih dan noda cokelat jelek muncul. 

“Saya sangat menyesal.” Sang nelayan meminta maaf berulang kali.

“Tidak apa-apa,” kata seorang pria yang melompat dari meja di dekatnya. Menarik krayon dari sakunya, ia mulai membuat sketsa di sekitar noda teh, dan muncullah gambar rusa yang indah dengan tanduknya yang bercabang. Seniman itu adalah Sir Edwin Henry Landseer, pelukis fauna yang terkemuka dari Inggris.

Jika seorang seniman bisa melakukan itu dengan noda cokelat jelek, apa yang dapat Tuhan lakukan dengan noda dan kesalahan kita, jika kita menyerahkan semua itu kepada-Nya? Tidak ada yang tidak dapat Allah ampuni, kecuali penolakan kepada Kristus. Tidak peduli seberapa hitam dosa kita, meskipun sangat mengerikan, kalau kita mengaku kepada-Nya dalam pertobatan sejati dan iman, Dia akan mengampuni. Dia akan menerima dan memaafkan. 

Dikisahkan oleh Ruth Graham ketika mengunjungi mantan murid Sekolah Minggunya di penjara negara bagian di Jackson..

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s