Belajar Mengampuni

Standard

Belajar untuk mengampuni mungkin menjadi pelajaran tersulit untuk dimengerti. Saya yakin bahwa Yusuf tetap dipenjara dengan tambahan waktu selama dua tahun, karena dia masih membawa kebencian terhadap saudara-saudaranya. Siapa saja yang akan berkata, “..menceritakan hal ihwalku kepada Firaun..” (Kejadian 40:14) sedang mencoba untuk membela dirinya. Pembelaan diri adalah perbendaharaan kata yang asing bagi kasih, karena kasih “tidak memegahkan diri” (1 Korintus 13:4). 

Pembelaan adalah hak prerogatif Tuhan. Tetapi itu juga merupakan apa yang ingin Dia lakukan — dengan satu syarat: kita tidak mencoba untuk membantu-Nya. Selama kita ikut campur, Tuhan akan mundur. Ketika kita menyerahkan pembelaan dalam tangan-Nya, Dia bebas melakukan bermacam-macam hal dengan cara-Nya. Dan menurut waktu-Nya. Tapi Dia akan membela! Pelajaran dari Yusuf adalah bahwa kita harus membiarkan Tuhan melakukannya dengan cara dan waktu-Nya.

Ketika kita telah mengampuni secara total mereka yang telah berlaku jahat kepada kita, kita merasa damai dan merasa tidak perlu melindungi diri kita. Satu-satunya cara untuk memperoleh kasih adalah dengan mengampuni orang lain secara total dari dasar hati. (Ditulis oleh R.T. Kendall)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s