Raja atas Diri Kita 

Standard

Dikatakan bahwa suatu hari Frederick Agung dari Prusia sedang berjalan di daerah pinggiran Berlin ketika ia bertemu dengan seorang yang sudah lanjut usia berjalan tegak tepat ke arah yang berlawanan.

“Siapa kamu?” tanya Frederick kepada orang itu. 

“Aku raja,” jawab si orang tua. 

“Raja!” Frederick tertawa. “Atas kerajaan apa kamu memerintah?”

“Atas diriku sendiri,” jawab si orang tua yang angkuh itu. 

Setiap kita adalah “kerajaan” dari hidup kita sendiri. Kita bertanggung jawab untuk memerintah atas perbuatan dan keputusan kita. Untuk membuat keputusan yang baik secara konsisten, untuk mengambil tindakan yang benar ketika diperlukan, dan untuk menahan diri dari perbuatan salah yang memerlukan karakter dan disiplin diri. 

Melakukan yang sebaliknya sama dengan kehilangan kendali atas diri kita–melakukan atau mengatakan hal yang kita sesali, kehilangan kesempatan yang diberikan kepada kita, belanja hingga terlibat utang. 

Dalam “Keputusan Karakter”, penulis esei Inggris John Foster menulis,

“Manusia tanpa keputusan karakter tidak pernah dapat dikatakan menjadi milik dirinya sendiri. Ia menjadi milik apa pun yang dapat memikat dirinya.”

Jika kita bodoh, kita ingin menaklukkan dunia. Jika kita bijaksana, kita ingin menaklukkan diri sendiri. Itu dimulai ketika kita melakukan apa yang harus kita lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita tentangnya. (Ditulis oleh: John C. Maxwell). 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s