A Good Story for Us

Standard

A good story for us 😊

Ada seorang pria yang tidak lolos dalam ujian masuk universitas. Orangtuanya menikahkan ia dengan seorang wanita. Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak memiliki pengalaman, maka belum satu minggu mengajar ia sudah dikeluarkan. Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapus air matanya, menghiburnya, seraya berkata: 

Banyak ilmu di dalam otak. Ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. Mungkin ada pekerjaan lain yang lebih cocok untukmu, sedang menanti dirimu.

Lalu ia pergi bekerja ke luar, juga dipecat kembali oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat. Saat itu sang istri berkata bahwa kegesitan tangan dan kaki setiap orang berbeda. Orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa memiliki kecepatan yang sama dengan mereka?

Kemudian ia mencoba bekerja di pekerjaan lainnya, namun tak ada satu pun, semuanya kandas di tengah jalan. Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya. Tidak pernah sedikit pun sang istri mengeluh.

Ketika berusia 30 tahunan, berkat sedikit bakat dalam berbahasanya, ia menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tunarungu. Kemudian ia membuka sekolah siswa cacat, dan membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu dari orang cacat di berbagai kota. Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.

Pada suatu hari, ia yang sekarang sudah mendapat sukses besar, bertanya kepada sang istri. Ketika dirinya merasa masa depan begitu suram, mengapa sang istri tetap percaya kepadanya. Ternyata jawaban sang istri sederhana,

Sebidang tanah yang tidak cocok untuk ditanami gandum, mungkin dapat dicoba untuk menanam kacang. Jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa dicoba menanam buah-buahan. Jika buah-buahan tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. Karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti dapat menghasilkan panen darinya.

Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu meneteskan air mata. Keyakinan yang kuat, katabahan, serta kasih sayang dari sang istri, bagaikan sebutir bibit unggul. Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh, sehingga bertumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.

Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah “sampah.” Hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari dari kehidupan:

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biar diberi gunung emas sekalipun tidak akan pernah dapat merasakan kebahagiaan

2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, pada akhirnya semua akan pergi meninggalkannya

3. Orang yang tidak tahu mengucap syukur, seberapa pintar pun, tidak akan pernah mencapai sukses

4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-citanya

5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapat hasil yang optimal

6. Orang yang tidak bisa menabung, mendapat rejeki pun tidak akan pernah bisa untuk menjadi kaya

7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa berbahagia

8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang

Semoga bermanfaat, 

Big God bless you 😊

Ditulis dari berbagai sumber..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s