Pokemon Go

Standard

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”” (Kejadian 3:1).

Akhir-akhir ini banyak anak remaja bahkan dewasa yang sedang keranjingan bermain game “pokemon go”. Tidak heran kita melihat banyak orang dengan smartphone-nya berjalan kian kemari di mal atau tempat lainnya hanya untuk menangkap monster games online, yang memang telah begitu dalam menguasai pikiran dan waktu dari generasi muda kita. Bahkan banyak anak menjadi marah dan ngambek ketika diminta orangtuanya untuk berhenti bermain game.

Bermain game memang boleh saja, namun kita juga harus berhati-hati dalam memilih jenis permainannya. Jangan sampai kita terbuai masuk dalam perangkap iblis, menjadi lupa dengan orang-orang dan keadaan di sekitar kita, bahkan terlebih melupakan Tuhan yang harus kita sembah dan tetap memiliki hubungan karib dengan-Nya.

Iblis selalu menimbulkan keraguan akan kebenaran firman Allah. Pada pembacaan ayat firman Tuhan di atas, Iblis memelintir kebenaran firman-Nya. Padahal jelas Allah berfirman, “tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi Iblis mengatakan kepada Hawa, “semua”. Berapa banyak dari pengikut Kristus yang hari-hari ini mulai meragukan kebenaran firman Allah? 

Iblis akan berusaha agar kita menyangkal kebenaran firman Allah. Iblis berkata pada Hawa, “Sekali-kali kamu tidak akan mati”, padahal Allah dengan jelas berkata bahwa Hawa akan mati kalau memakan buah pohon itu. Seringkali tanpa disadari, kita juga sering menyangkal kebenaran firman Tuhan. Tidak sedikit dari kita yang berkata, “Ah, tidak apa-apa, Tuhan kan tahu saya sedang kesulitan. Jadi tidak apa-apa kalau saya mencuri sedikit agar keluarga saya tetap dapat makan.” Padahal Tuhan dengan jelas berkata, “Jangan mencuri.” (Keluaran 20:15).

Pekerjaan Iblis memang memperdaya umat manusia. Dia adalah bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Berhati-hatilah. Ketika kita diperdaya oleh Iblis, maka seluruh pikiran dan keinginan kita dapat dikuasai olehnya. Tuhan Yesus memberkati. (Ditulis dari sumber BBM..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s