Renungan Siang

Standard

Komposer terkenal, Ludwig van Beethoven, menjadi tuli di usia lanjut. Meski menderita telinga yang tuli, Beethoven terus menciptakan gubahan baru pada piano kuno yang jelas tidak selaras. Beberapa senar pada alat musiknya telah rusak, sementara senar yang masih utuh sejak lama sudah kehilangan suaranya yang terbaik. Namun, detik demi detik, air mata mengalir di wajahnya sementara dia bermain. 

Di telinga setiap orang yang dapat mendengar, pertunjukan itu kedengaran tidak serasi dan sumbang. Tetapi tidak bagi Beethoven! Dia mendengar suara yang “harus” diciptakan oleh alat musik, bukan suara yang “dihasilkannya”.

Dengan cara yang sama, latihlah mata kita untuk melihat potensi masa depan, daripada keadaan yang ada. Carilah bukti kehadiran Tuhan, daripada bukti ketidakhadiran-Nya. Dengarkan simfoni yang sudah rampung. Dengarlah karya megah yang murni. Mereka yang percaya bahwa setiap orang memiliki impian pemberian Tuhan yang menanti dibebaskan, akan melihat sebuah dunia penuh dengan potensi yang luar biasa. (Ditulis dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s