Mengikuti Arus

Standard

Di buku berjudul “The Hidden Brain (Otak yang Tersembunyi)”, penulis ilmiah Shankar Vedantam menceritakan pengalamannya berenang ke pantai. Air pada saat itu begitu tenang dan jernih, dan ia merasa kuat dan bangga karena dapat menempuh jarak yang jauh dengan mudah. Lalu ia memutuskan untuk berenang menjauh dari teluk menuju laut lepas. Namun saat berusaha kembali, ia tak bisa bergerak maju. Ia telah dikecoh oleh pergerakan arus air. Ternyata yang membuatnya berenang dengan mudah bukanlah berasal dari kekuatannya sendiri, melainkan pergerakan dari arus air. 

“Mengikuti arus” bisa mengecoh hingga kita merasa lebih kuat dari keadaan kita yang sebenarnya. Ketika hidup berjalan lancar, kita berpikir bahwa hal itu terjadi karena kekuatan kita sendiri. Kita menjadi sombong dan tinggi hati. Namun pada saat berbagai masalah datang menimpa, kita baru menyadari betapa kecil kekuatan dan betapa tidak berdayanya kita dalam menghadapi berbagai masalah tersebut.

Saat hidup berjalan mulus, kita tetap perlu waspada agar tidak terkecoh. Kesombongan akan menjerumuskan hidup kita. Hanya kerendahan hati yang membuat hidup kita tetap mempunyai sikap yang sepatutnya–bersyukur kepada Allah dan bergantung hanya pada kekuatan-Nya. Kerendahan hati yang sejati berarti mau mengakui bahwa Allah adalah sumber dari setiap keberhasilan yang telah kita raih. (Disadur dari sumber Renungan Harian).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s