Kisah Tiga Pohon

Standard

• Kisah Tiga Pohon

Mendapat kisah ini dari seorang sahabat di facebook. Semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua..

Alkisah ada tiga pohon yang hidup di tengah hutan dan ketiganya saling menceritakan harapan serta impian yang mereka miliki.

Pohon pertama bercerita, 

“Kelak di masa depan aku ingin dibentuk menjadi peti harta karun. Di dalamku akan diisi emas, perak, batu permata dan juga berbagai batu mulia serta barang berharga lainnya. Semua orang akan mengagumi keindahan dari isi yang aku miliki.”

Pohon kedua menjawab, 

“Kalau aku pada suatu hari kelak akan dibuat menjadi kapal yang besar. Aku akan mengangkut para raja dan berlayar sampai ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat, setiap orang akan merasa aman dan nyaman berada dekat denganku.”

Pohon ketiga pun menyampaikan impiannya,

“Aku ingin tumbuh menjadi pohon tertinggi di puncak sebuah bukit. Banyak orang akan memandangku dan berpikir betapa dekatnya aku menggapai surga dan Tuhan. Aku akan menjadi pohon terbesar di sepanjang masa, dan orang-orang akan selalu mengingat keberadaanku.”

Setelah beberapa waktu berdoa agar impian mereka terkabul, ada sekelompok penebang yang datang dan menebang ketiga pohon itu.

Pohon pertama dibawanya ke tukang kayu. Ia sangat bahagia karena cita-citanya akan terkabul: dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi palungan, bak tempat makan dan minuman ternak. Ia hanya diletakkan begitu saja di kandang, setiap hari hanya diisi dengan jerami dan pakan ternak. 

Pohon kedua dibawa ke galangan sebuah kapal. Ia berpikir bahwa doanya terkabul dan menjadi kenyataan. Ternyata, ia dipotong hanya untuk dibuat menjadi perahu nelayan. Impian dibuat menjadi kapal besar untuk mengangkut para raja pun kandas. Pohon ketiga juga dipotong menjadi potongan kayu. Tetapi setelah dipotong, kayu tersebut hanya dibiarkan begitu saja tergeletak di dalam kegelapan. 

Tahun demi tahun berganti, ketiga pohon itu mulai melupakan impiannya masing-masing. Hingga suatu hari, ada sepasang suami istri yang datang di kota tersebut. Sang istri telah tiba waktunya untuk bersalin dan ia membungkus Bayi yang dilahirkannya dengan lampin dan membaringkannya ke dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Banyak orang datang menyembah Bayi tersebut. 

Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan Harta terbesar di sepanjang masa. Sebab di sana terletak bayi laki-laki yang diberi nama Yesus, dan nantinya Ia akan menjadi pembebas bagi umat manusia.

Bertahun-tahun kemudian, ada sekelompok laki-laki yang naik ke atas perahu nelayan, yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pohon kedua berpikir bahwa ia tidak akan cukup kuat untuk melindungi orang-orang yang berada di dalamnya. 

Tetapi salah seorang dari kelompok laki-laki tersebut bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Ketika itu tahulah pohon kedua bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.

Selang beberapa waktu, datanglah seseorang untuk mengambil potongan kayu dari pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan, sementara itu ia juga mendengar orang-orang di sekitarnya mengejek Lelaki yang memikulnya. Pada akhirnya, Lelaki itu disalibkan di potongan kayu dari pohon ketiga dan mati di bukit Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. Pohon ketiga sadar bahwa ia sedemikian dekat dengan Tuhan, karena Yesus-lah yang disalibkan demi kasih-Nya untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

Ketika keadaan berjalan tidak seperti yang kita harapkan, tetaplah percaya bahwa Allah (masih) turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Dalam cerita ketiga pohon di atas, Tuhan memang menjawab harapan dan impian dari ketiga pohon tersebut, tetapi tidak dengan cara yang seperti mereka inginkan. 

Begitu pula dengan hidup kita. Mungkin sekarang kita tidak dapat melihat dengan jelas apa rencana dan kehendak Tuhan. Tetapi tetaplah percaya bahwa Tuhan mengetahui rancangan-rancangan mengenai kita, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan. Tuhan Yesus memberkati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s