Kesaksian Ibu Pdt. Ruth Julia

Standard

Pada suatu hari saya pernah mendengar di radio ada kesaksian yang dibagikan oleh hamba-Nya, Ibu Pdt. Ruth Julia. Semoga kisah ini dapat menjadi berkat bagi setiap kita..

Ada seorang ibu yang menggosok pakaian keluarganya. Karena ibu ini teledor, dia membiarkan setrika listrik tersebut dalam keadaan menyala. Tanpa disadari, anaknya yang masih kecil penasaran dan mencoba bermain dengan setrika listrik tersebut. Nahas, kabel dari setrika listrik tersebut mengalami korsleting dan singkat cerita anak tunggalnya meninggal dunia seketika itu juga karena tersetrum listrik. 

Ibunya yang mengetahui hal tersebut, langsung berteriak histeris serta terus menyalahkan dirinya yang begitu bodoh dan teledor karena membiarkan anak tunggalnya bermain dengan setrika listrik tersebut. Ibunya ini juga terus berdoa memohon mujizat dari Tuhan agar Dia membangkitkan anaknya ini dari kematian. 

Lalu ibu ini seperti mendengar suara Tuhan berbisik di dalam hati,

“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Percayalah pada-Ku. Aku tahu dan Aku memegang masa depan anakmu..”

Karena ibu ini terlalu sayang pada anaknya, dia tetap bersikeras agar Tuhan membangkitkan anaknya tersebut. Bahkan seandainya bila Tuhan tidak mengabulkan permohonan doa ibu tersebut, ibu ini akan kecewa dan meninggalkan Tuhan. Tetapi Tuhan terus berbisik dengan lembut kepada ibu tersebut,

“Rancangan-Ku selalu mendatangkan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Aku tahu apa yang terbaik dan Aku memegang masa depan anakmu..”

Tetapi ibu ini tetap bersikeras meminta anaknya dibangkitkan dari kematian. Tak lama kemudian, Tuhan mengabulkan doa permohonan ibunya. Anaknya tiba-tiba bangkit dari kematian dan sembuh.. Waktu berjalan beberapa tahun, dan tiba-tiba ibu ini terkejut mendengar anak tunggalnya, yang telah dibangkitkan Tuhan dari kematian akibat korsleting listrik, kembali meninggal dunia karena ditembak polisi. Ibu tersebut diberitahu bahwa anaknya selama ini telah menjadi bandar narkoba besar dan menjadi incaran polisi..

Dari kisah ini saya belajar bahwa rencana Tuhan bukanlah rencana saya. Sempat timbul pertanyaan, mengapa Tuhan tetap tega membiarkan anaknya hidup kembali, kalau seandainya Dia tahu masa depan anaknya akan berakhir seperti itu? Saya pun tidak menyalahkan permohonan doa ibu tersebut. Oh ayolah, setiap orangtua pasti akan melakukan hal yang sama, ketika anaknya mengalami peristiwa serupa..

Tuhan ijinkan, bukan karena Dia Allah yang lemah, yang mudah disetir umat-Nya. Tidak. Tuhan ijinkan hal ini terjadi supaya kita belajar, jika seandainya Allah diam terhadap badai yang kita lalui.. Tetaplah percaya bahwa diamnya Allah tetap turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Tidak mudah memang. Tetapi doa saya agar Tuhan tetap menyertai, menaungi dan menguatkan kita dengan kasih-Nya, serta terus menuntun untuk sampai di ujung akhir dari kekelaman dan melihat rencana-Nya terjadi atas hidup kita, untuk apa pun badai yang kita lalui hari-hari ini. Tetaplah kuat sahabatku, tetaplah percaya, dan tetaplah berharap hanya kepada Tuhan.. Big God bless you🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s